Perang dagang AS-Kanada kembali memanas setelah Ottawa membalas tarif 50% dari Washington dengan paket tarif “dollar-for-dollar” senilai sekitar US$20 miliar. Kanada mengenakan bea 15% hingga 50% terhadap ratusan produk AS, mulai dari baja dan aluminium hingga produk susu, kosmetik, dan barang konsumsi.
Mengapa Kanada Menerapkan Tarif Balasan?
Keputusan tersebut muncul setelah negosiasi dengan AS terkait perjanjian perdagangan Amerika Utara USMCA berakhir tanpa kesepakatan. Presiden Trump menuduh Kanada terlalu bergantung pada AS dan "menikmati keuntungan seperti sebuah negara bagian tanpa mau bergabung dengan AS", sebelum kemudian menerapkan tarif 50% terhadap barang Kanada dengan total nilai US$20 miliar.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebelumnya memperingatkan bahwa langkah tersebut tidak akan dibiarkan tanpa respons, dan pasar tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan rinciannya. Menteri Keuangan Kanada François-Philippe Champagne hari ini mengumumkan serangkaian tarif balasan sebesar 15% hingga 50% terhadap barang AS senilai US$20 miliar secara proporsional.
Kanada Menargetkan Barang Konsumen AS
Menurut laporan Bloomberg, tarif baru tersebut akan mencakup lebih dari 700 jenis barang AS yang dipilih karena relatif mudah digantikan dengan produk lokal tanpa mengganggu kebiasaan konsumsi masyarakat.
Produk yang masuk dalam daftar mencakup seafood, peralatan dapur, pendingin udara, dan furnitur. Tarif tertinggi sebesar 50% akan dikenakan terhadap logam industri seperti baja dan aluminium, produk susu, kosmetik, serta barang rekreasi seperti konsol video game, stik golf, dan alat pancing.
Daily Summary: Nasdaq Naik, Nvidia Rebound dan Minyak Turun
Iran Tak Lagi Bikin Minyak Panik
Market Wrap: Saham Chip Turun Jelang Laporan Nvidia
Daily Summary: Wall Street Melemah, USMCA dan Nvidia Jadi Fokus
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.