Bitcoin telah turun kembali ke sekitar $66.000 dan dalam beberapa hari terakhir gagal memulihkan kerugiannya, meskipun terjadi upaya rebound pada indeks saham. Cryptocurrency terbebani oleh penguatan dolar AS dan lonjakan imbal hasil Treasury AS, yang menguras likuiditas dari aset berisiko. BTC turun dari sekitar $76.000 pada bulan Maret ke $66.000, mencatat penurunan sekitar 15%. Peningkatan aktivitas di pasar spot dan arus masuk (positif namun hati-hati) ke ETF tidak memberikan dukungan yang cukup. Setelah penurunan dari sekitar $94.000 pada bulan Januari, area $74.000–$76.000 telah dua kali berfungsi sebagai resistance, dan zona ini terus menjadi hambatan teknikal utama.
Kelesuan pasar kripto memberikan tekanan berat pada saham-saham terkait. Coinbase (COIN) anjlok 60% dari rekor tertinggi, sementara MicroStrategy (MSTR) merosot 75% dari puncaknya di tahun 2025. Tanpa perbaikan sentimen pasar, tren pelemahan ini diprediksi akan terus berlanjut.
Coinbase (D1)

Sumber: xStation5
MicroStrategy (D1)

Sumber: xStation5
Apa arti kunjungan Trump ke Beijing bagi pasar?
Market Wrap: Pasar Membeku Saat KTT AS-China Dimulai
Daily Summary: Inflasi Panas dan Menanti Kabar dari Beijing
Daily Summary: Wall Street Bertahan di Tengah Risiko Iran
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.