22.44 · 10 September 2026

Konflik AS-Iran Ancam Pasokan Minyak dari Dua Jalur Utama

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Konflik AS-Iran semakin menekan peluang pembukaan kembali Selat Hormuz dan normalisasi pasokan energi dari Teluk Persia.
  • Penguasaan Mocha oleh Houthi meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Laut Merah.
  • Laut Merah menjadi semakin penting karena sebagian pengiriman minyak dialihkan melalui jalur tersebut saat pasokan melalui kawasan Iran terganggu.
  • Gangguan pada Selat Hormuz dan Laut Merah secara bersamaan dapat meningkatkan risiko logistik dan membuat normalisasi harga minyak lebih sulit.

Serangkaian saling serang antara AS dan Iran di Teluk Persia semakin menjauhkan ekspektasi pasar dari kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz serta normalisasi pasokan minyak mentah, bensin, dan gas dari kawasan tersebut.

Situasi semakin memburuk setelah muncul kabar dari Yaman, di mana kelompok Houthi yang memiliki hubungan erat dengan Iran telah menguasai kota pelabuhan Mocha. Sejumlah pengamat dan analis memperkirakan meningkatnya kontrol kelompok tersebut terhadap garis pantai Laut Merah dapat kembali menghadirkan ancaman terhadap aktivitas pelayaran di kawasan itu.

Dua Jalur Utama Pasokan Minyak yang Terancam

  • Selat Hormuz: konflik AS-Iran memperkecil peluang normalisasi lalu lintas melalui jalur ini dan menunda pemulihan pengiriman minyak, bensin, dan gas dari kawasan Teluk Persia.
  • Laut Merah: meningkatnya kontrol Houthi di pesisir Yaman dapat kembali meningkatkan risiko terhadap aktivitas pelayaran yang menjadi salah satu jalur alternatif pengiriman minyak.

Hal ini penting karena lalu lintas kargo melalui Laut Merah sempat turun tajam ketika kelompok tersebut melancarkan serangkaian serangan terhadap kapal pada 2023. Namun, aktivitas pelayaran kembali meningkat setelah pecahnya perang di Iran, yang memaksa sebagian pengiriman minyak dialihkan melalui Laut Merah.

Ancaman terhadap jalur laut alternatif tersebut dapat semakin membatasi pasokan yang sejauh ini membantu menstabilkan harga. Jika gangguan terjadi secara bersamaan di Selat Hormuz dan Laut Merah, pasar energi dapat menghadapi risiko logistik yang lebih besar, sehingga membuat normalisasi harga minyak menjadi semakin sulit.

1 Oktober 2026, 12.26

Market Wrap: Wall Street Rebound, Nikkei Melonjak Hampir 3%

1 Oktober 2026, 00.42

Daily summary: PCE AS Melandai, Wall Street Naik dan Minyak Rebound

30 September 2026, 13.45

Market Wrap: Yield AS Turun, Pasar Fokus ke PCE

29 September 2026, 12.18

Market Wrap: Yield dan Minyak Tekan Pasar Global

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.