00.58 · 21 Juli 2026

Konflik AS-Iran dan Gejolak Inggris Guncang Pasar

Faktor Utama Volatilitas

  • Sentimen investor pada Senin dipengaruhi oleh dua perkembangan yang terjadi secara bersamaan, yaitu eskalasi konflik Amerika Serikat-Iran dan gejolak politik di Inggris setelah pelantikan Perdana Menteri baru Andy Burnham.
  • Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran akan “membayar mahal” atas kematian tentara Amerika Serikat. Pernyataan tersebut memicu gelombang ketidakpastian di pasar komoditas, meskipun para mediator tengah berupaya mencapai gencatan senjata selama sepuluh hari.
  • Kombinasi risiko geopolitik dan ketidakpastian fiskal di Inggris menyebabkan obligasi pemerintah Inggris, saham, dan poundsterling melemah secara bersamaan, sebuah kondisi yang relatif jarang terjadi di pasar.

Geopolitik

  • Di Inggris, Andy Burnham resmi dilantik sebagai perdana menteri baru. Sementara itu, Rachel Reeves mengundurkan diri sebagai menteri keuangan setelah menolak posisi sebagai menteri pertahanan.
  • John Healey kemudian ditunjuk sebagai menteri keuangan baru. Perkembangan tersebut disambut dengan sedikit kelegaan oleh pasar setelah periode ketidakpastian mengenai siapa yang akan mengisi posisi penting tersebut.
  • Di Timur Tengah, Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap Iran untuk malam kesembilan sebagai balasan atas serangan terhadap kapal tanker minyak di Selat Hormuz.
  • Pada saat yang sama, Ansar Allah dari Yaman mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi, sehingga semakin meningkatkan risiko gangguan pasokan bahan mentah.

Saham

  • Saham China, yang tercermin melalui kontrak CHN.cash, menjadi pemimpin kenaikan dengan penguatan 3,31%. Kinerja tersebut membuat pasar China menonjol dibandingkan bursa global lainnya.
  • Di Wall Street, sektor semikonduktor rebound setelah mengalami penurunan pada pekan sebelumnya.
  • Sektor kecerdasan buatan China kembali menjadi pusat perhatian pasar global. Kali ini, perhatian tertuju pada Moonshot AI dan peluncuran model Kimi K3.
  • Menurut pengembangnya, model tersebut dirancang untuk bersaing dengan solusi AI paling canggih yang tersedia di pasar saat ini.

Komoditas

  • Harga minyak mentah menguat sebagai respons terhadap ketegangan dengan Iran. Kontrak OIL naik 0,93%, sedangkan OIL.WTI meningkat 0,42%.
  • Harga perak naik 1,50%.
  • Sementara itu, emas masih berada di bawah tekanan dan turun 0,16%, sedangkan harga gas alam mencatat penurunan tajam sebesar 2,54%.
21 Juli 2026, 13.47

Nasdaq Tertekan, Saham AI dan Harga Minyak Jadi Sorotan

21 Juli 2026, 12.42

Market Wrap: Futures Wall Street Rebound di Tengah Konflik Iran

20 Juli 2026, 20.55

US Open: Saham Chip Pimpin Rebound Wall Street

20 Juli 2026, 16.23

Konflik AS-Iran, Minyak Brent Tembus US$90

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.