Kontrak berjangka logam mulia memasuki pekan baru dengan penurunan signifikan, membalikkan sebagian besar kenaikan terbatas dari pekan lalu. EMAS turun sekitar 1,1% hari ini, sementara PERAK mencatat penurunan sekitar 3%. Kekacauan terkait gencatan senjata di Timur Tengah kembali mengguncang sentimen investor, meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.
Pada awal sesi hari ini, emas sempat anjlok 3% ke sekitar $4.630 per ons setelah negosiator utama AS, Wakil Presiden JD Vance, mengumumkan kegagalan negosiasi dengan Iran. Setelah kegagalan tersebut, Donald Trump mengumumkan blokade maritim di Selat Hormuz, efektif mulai pukul 16.00 CET, dan berjanji akan melakukan “penghancuran segera kapal Iran” yang mencoba menembus blokade.
Kegagalan negosiasi mematahkan harapan kembali ke status quo
Pihak Iran menuduh AS mengambil posisi “maksimalis” dalam negosiasi, dengan isu utama tetap pada pengayaan uranium. Menurut Menteri Luar Negeri Iran, kemajuan signifikan sebenarnya telah dicapai, namun AS terus mengubah persyaratan, yang pada akhirnya menyebabkan kegagalan pembicaraan.
Eskalasi konflik yang kembali meningkat telah mendorong harga minyak Brent melonjak di atas $100 (saat ini +7,5% di $101). Pasar sempat mendapatkan sedikit kelegaan setelah laporan New York Post menyebutkan bahwa Iran mempertimbangkan menghentikan program nuklirnya; namun, penulis kemudian mengklarifikasi bahwa laporan tersebut didasarkan pada proposal Vance, bukan perkembangan baru.
Kontrak emas dan perak telah pulih sebagian dari kerugian awal sesi, namun lonjakan baru dalam ketidakpastian geopolitik memicu peralihan klasik ke dolar AS. Risiko penutupan berkepanjangan Selat Hormuz secara langsung meningkatkan risiko tekanan harga yang berkelanjutan, yang pada gilirannya dapat memaksa The Fed mengambil langkah kebijakan yang lebih hawkish. Namun demikian, suku bunga yang tetap relatif tinggi mengurangi daya tarik komoditas dibandingkan aset seperti obligasi, terutama pada valuasi saat ini.

GDX tetap mencatatkan pertumbuhan pada sesi hari ini meskipun harga emas melemah. Sumber: xStation5
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.
Saham AS Tertekan Isu Hormuz
๐กEmas Kembali ke Valuasi Berbasis Pasar, Bukan Sentimen Risiko. Apa Selanjutnya untuk Harga?
Market Wrap: Brent naik di tengah ketegangan Iran-AS
The Fed Hadapi Risiko Ganda?