- Data ekonomi China menunjukkan hasil campuran antara pertumbuhan GDP melambat dan produksi industri kuat.
- Kalender ekonomi Senin relatif sepi.
- Minggu ini akan ramai oleh data CPI AS dan laporan earnings dari raksasa teknologi seperti Netflix, Tesla, Amazon, IBM, dan Intel.
- Data ekonomi China menunjukkan hasil campuran antara pertumbuhan GDP melambat dan produksi industri kuat.
- Kalender ekonomi Senin relatif sepi.
- Minggu ini akan ramai oleh data CPI AS dan laporan earnings dari raksasa teknologi seperti Netflix, Tesla, Amazon, IBM, dan Intel.
Kalender ekonomi hari ini relatif ringan, dengan sebagian besar data penting telah dirilis pada sesi Asia.
Data dari China menunjukkan hasil yang beragam — pertumbuhan GDP tahunan melambat ke level terendah tahun ini, namun produksi industri meningkat lebih kuat dari perkiraan.
Di sisi lain, investasi tetap (fixed-asset investment) mencatat penurunan tajam, memperlihatkan tanda-tanda perlambatan di sektor konstruksi dan infrastruktur.
Minggu ini diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling menarik menjelang keputusan Federal Reserve (The Fed). Fokus utama pasar akan tertuju pada data inflasi CPI AS yang akan dirilis Jumat ini, meski sedikit tertunda, dan diharapkan memberi gambaran lebih luas tentang kondisi ekonomi AS. Selain itu, kalender pekan ini juga akan diwarnai dengan rilis earnings besar dari sejumlah raksasa teknologi AS, termasuk Netflix, Tesla, Amazon, IBM, dan Intel — hasil yang berpotensi menggerakkan indeks utama Wall Street.
Kalender Hari Ini (BST):
-
09:00 – Zona Euro: Current Account (Perkiraan: €22,5 miliar; Sebelumnya: €27,7 miliar)
- 13:30 – Kanada: PPI Inflation
(Sebelumnya: +4,5% YoY)
BREAKING: Penurunan pertama stok minyak AS dalam dua bulan, didorong ekspor rekor
US Open: Pasar AS Sideways, Earnings & Data Jadi Fokus
Market Wrap: Sentimen risk-on menguat didorong harapan kemajuan negosiasi AS - Iran
Kalendar Ekonomi: Earnings Q1 Dimulai, Data Inflasi Jadi Sorotan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.