-
Bank of Japan mempertahankan suku bunga di level 0,75% (dengan voting 8–1). Satu anggota memilih kenaikan suku bunga, yang mengindikasikan arah kebijakan yang lebih hawkish di dalam bank. BOJ masih cenderung menuju pengetatan kebijakan, namun tetap berhati-hati karena ketidakpastian global.
-
Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di 3,75% di tengah meningkatnya risiko inflasi. Pasar telah beralih dari ekspektasi pemangkasan suku bunga menjadi mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan pada 2026. Inflasi berpotensi naik kembali ke sekitar atau di atas 3%. Para pembuat kebijakan kemungkinan akan tetap berhati-hati karena pertumbuhan ekonomi yang lemah.
-
Amerika Serikat sedang mempertimbangkan rencana untuk mengasuransikan kapal komersial yang melewati Selat Hormuz. Kapal diwajibkan membeli asuransi melalui Development Finance Corporation, kemungkinan bekerja sama dengan perusahaan asuransi swasta Chubb, untuk memenuhi syarat mendapatkan pengawalan dari Angkatan Laut AS.
-
Harga minyak naik 2,80% ke USD 108 per barel, sementara emas turun 0,35% ke USD 4.800 per ons.
-
Laporan menunjukkan bahwa AS sedang mempersiapkan operasi militer yang bertujuan mengamankan Selat Hormuz. Unit seperti USS Tripoli dapat dikerahkan ke wilayah tersebut, dan operasi dapat berlangsung selama beberapa minggu. Dukungan kemungkinan diberikan oleh negara-negara Teluk dan Israel. Intervensi semacam ini akan menjadi eskalasi signifikan dari konflik.
-
Ketegangan diplomatik di Timur Tengah jelas memburuk - Qatar telah mengusir diplomat Iran, dan Arab Saudi meningkatkan retorika politiknya.
-
Pasar saham Asia mengalami penurunan tajam, dengan indeks Nikkei Jepang turun lebih dari 3,0% setelah sesi lemah di Wall Street. Indeks China turun antara 1,50–2,00%. Sentimen pasar tetap rapuh di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
-
RBA memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat memicu guncangan global besar. Risiko utama yang disoroti termasuk aksi jual aset secara tajam, kenaikan inflasi, dan tekanan pada keuangan publik.
ISM AS: Tekanan Harga Naik, Tenaga Kerja Melemah
Market Wrap: Wall Street Cetak Rekor Baru, Apple Jadi Sorotan
Powell Tegaskan Ketidakpastian, The Fed Tetap Wait & See
Wall Street Dekati Rekor, Pasar Global Menguat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.