12.51 · 1 Juli 2026

Market Wrap: Futures AS Melemah Tipis, Nike Tertekan Usai Earnings

Saham AS dan Sentimen Pasar

 

Futures saham AS melemah tipis menjelang pembukaan pasar Eropa, mengambil jeda setelah dua sesi terakhir didorong oleh pemulihan yang dipimpin sektor teknologi. Futures Nasdaq 100 (US100) dan Russell 2000 (US2000) sama-sama turun 0,2%, sementara S&P 500 (US500) dan Dow Jones (US30) masing-masing melemah 0,15% dan 0,1%. Indeks Euro Stoxx 50 (EU50) Eropa juga mengikuti pelemahan tersebut dengan turun 0,2%.

Nike melampaui estimasi berkat pengembalian tarif, tetapi guidance mengecewakan Nike membukukan EPS disesuaikan sebesar $0,20, di atas ekspektasi $0,13, dengan pendapatan $10,97 miliar. Hasil tersebut terdorong oleh pengembalian tarif AS senilai $986 juta. Namun, saham Nike sempat turun hingga 8% setelah penutupan pasar karena penjualan China melemah 12%, kinerja AS juga lebih lemah, dan guidance menunjukkan laba yang cenderung datar dalam beberapa kuartal mendatang. Saat ini, saham Nike diperdagangkan turun 3,3% pada sesi pre-market.

 

🌏 Pasar Asia dan Pasifik

  • Indeks Asia bergerak tanpa arah yang jelas, terjebak di antara kekhawatiran valuasi sektor infrastruktur AI dan momentum positif dari Wall Street.

  • Meski pasar regional baru saja menutup kuartal terbaik dalam 17 tahun, fokus investor mulai bergeser ke data tenaga kerja utama AS pada Kamis, yaitu NFP, serta probabilitas kenaikan suku bunga AS pada September yang saat ini diperkirakan pasar sebesar 60%.

  • Kinerja masing-masing pasar bergerak sangat beragam di tengah arus modal akhir kuartal yang sangat volatil.

  • Nikkei 225 Jepang naik 1,79%, didukung oleh penguatan sektor semikonduktor. Sementara itu, KOSPI Korea Selatan rebound 1,52% setelah aksi jual tajam pekan lalu. Namun, saham teknologi lokal masih menghadapi resistance teknikal meskipun telah naik hampir 100% sejak awal 2026.

🌍 Ekonomi dan Bank Sentral

 

  • Laporan Tankan melampaui ekspektasi dan mendukung sikap hawkish Bank of Japan Survei Tankan bulan Juni menunjukkan kenaikan kuat dalam kepercayaan bisnis Jepang. Indeks produsen besar naik ke +22, di atas ekspektasi 16, sementara indikator sektor jasa mencapai +37. Hal yang penting bagi siklus pengetatan Bank of Japan, perusahaan menaikkan ekspektasi inflasi satu tahun ke depan menjadi 2,7% dan ekspektasi lima tahun menjadi 2,6%. Perusahaan besar juga menaikkan rencana belanja modal atau capex sebesar 11,5%, memperkuat alasan untuk kenaikan suku bunga yang lebih cepat, meskipun perusahaan masih menyusun rencana keuangan dengan asumsi kurs lama di 152,57 yen per dolar AS.

  • PMI manufaktur China bertahan di wilayah ekspansi pada 51,7. RatingDog China General Manufacturing PMI turun tipis dari 51,8 pada Mei menjadi 51,7 pada Juni, tetapi tetap menandai ekspansi sektor manufaktur selama tujuh bulan berturut-turut. Total pesanan baru meningkat untuk bulan ke-13 berturut-turut, mendorong rata-rata kuartalan terkuat sejak akhir 2020. Menariknya, inflasi biaya input melambat ke level terendah dalam lima bulan, mengurangi tekanan margin. Sementara itu, lapangan kerja mencatat pertumbuhan tercepat sejak Agustus 2023.

  • Pejabat ECB melunak seiring tekanan energi mereda. Anggota Governing Council Boštjan Dolenc dan Mārtiņš Kazaks memberikan nada yang lebih tidak mendesak terkait langkah kebijakan moneter berikutnya.. Dengan menyoroti tidak adanya efek inflasi putaran kedua yang jelas serta stabilnya harga minyak, Dolenc menyiratkan bahwa ECB dapat mempertahankan kebijakan hingga September.. Kazaks menambahkan bahwa kenaikan suku bunga beruntun tidak lagi mendesak, sehingga kebutuhan untuk merespons inflasi secara agresif dalam waktu dekat mulai berkurang.

 

🛢️ Komoditas Energi dan Logam

 

  • Logam mulia tertekan dolar, emas menembus support $4.000. Kontrak futures emas (GOLD) jatuh di bawah level psikologis penting, melemah 0,8% ke $3.965 per troy ons. Silver mengalami tekanan yang lebih besar, turun 1,55% ke $57,70 per troy ons.
  • Minyak mentah stabil dalam rentang volatilitas sempit. Kontrak futures Brent crude (OIL) turun tipis 0,2%.. Harga minyak global masih bertahan dalam rentang sempit $72 hingga $76 per barel, yang telah membatasi pergerakan harga selama lima sesi berturut-turut.

 

1 Juli 2026, 00.55

Daily Summary: Wall Street Tutup Kuartal Terbaik dalam Enam Tahun

1 Juli 2026, 00.52

Roll Yield Jadi Kunci Kinerja Komoditas 2026

30 Juni 2026, 23.52

Wall Street Menguat, US100 Dekati Rekor

30 Juni 2026, 21.15

US OPEN: Wall Street Konsolidasi Setelah Kuartal Spektakuler

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.