Menurut laporan Axios, pada Jumat malam terjadi peningkatan aktivitas di Selat Hormuz. Sekitar 16 juta barel dilaporkan telah diangkut, atau hampir 80% dari volume normal sebelum perang pecah. Aktivitas terutama terlihat di lepas pantai Oman, dengan estimasi sekitar 40 kapal tanker melintas ke dua arah.
🛢️ Komoditas
Setelah harga minyak mentah mencapai puncak lokal pada akhir pekan lalu dan mendekati level yang terlihat sekitar sebulan sebelumnya, ruang untuk kenaikan lanjutan masih cukup terbatas. Investor menunggu pernyataan dari Scott Bessent, yang diperkirakan akan menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil AS untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Dalam pernyataannya kepada Financial Times, ia mengatakan bahwa saat fajar akan dimulai "D-Day ekonomi", yang disebut sebagai ofensif finansial terbesar dalam sejarah terhadap musuh.
Awal pekan ditandai oleh penurunan moderat.
- Minyak Brent saat ini diperdagangkan di sekitar US$93 per barel (-1,4%).
- Minyak WTI berada di sekitar US$85,50 (-1,6%).
🌍 Geopolitik
Berita dari Timur Tengah masih mengkhawatirkan, tetapi tidak lagi mendominasi pemberitaan utama media perdagangan. Selama akhir pekan, perhatian beralih pada serangan siber yang berasal dari Iran.
📈 Saham
Pasar saham melewati akhir pekan tanpa gangguan berarti. Futures S&P 500 AS dan DAX Jerman bergerak di sekitar level penutupan Kamis.
Warna merah mendominasi bursa Asia. Penurunan terlihat pada Nikkei 225 Jepang (-0,5%), Hang Seng China (-1,9%), dan Kospi Korea Selatan yang mencatat pelemahan lebih besar sekitar -3,2%. Tema utama adalah penurunan lebih dari 8% pada saham Samsung. Investor merespons negatif rencana redistribusi laba antara US$65 miliar hingga US$80 miliar karena ekspektasi sebelumnya lebih tinggi dan pasar mengharapkan detail yang lebih jelas terkait program buyback saham.
Alibaba juga melemah hampir 10% setelah mengumumkan rencana menghimpun sekitar US$10 miliar melalui penerbitan saham baru.
Sorotan utama pasar saham pekan ini adalah laporan keuangan kuartalan Nvidia yang dijadwalkan pada Rabu. Laporan perusahaan teknologi tersebut dinilai sebagai ujian penting bagi keberlanjutan bull market yang didorong AI. Investor tidak hanya akan mencermati hasil keuangan tiga bulan terakhir, tetapi terutama proyeksi permintaan chip generasi berikutnya. Setiap penyimpangan dari ekspektasi analis yang tinggi hampir pasti akan memicu volatilitas tajam pada indeks utama, khususnya S&P 500 dan Nasdaq.
📈 Data Makroekonomi dan Kebijakan Moneter
Setelah laporan Nvidia, perhatian pasar akan beralih ke Jackson Hole, salah satu dari dua konferensi bank sentral terpenting tahun ini. Acara tersebut akan berlangsung dari Kamis hingga Sabtu. Pada Jumat pagi waktu lokal, sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 waktu Inggris, Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato. Pasar mencari kejelasan lebih lanjut, sementara Warsh sendiri mengatakan ia akan memperlakukan Jackson Hole sebagai "blank slate".
Dari sisi valuasi, setelah koreksi dovish terbaru, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada musim gugur mulai meningkat, kemungkinan sebagai respons terhadap intervensi Scott Bessent di pasar utang. Peluang kenaikan pada September diperkirakan sekitar 40%, sementara untuk Oktober sedikit di atas 60%.
Pada Rabu, bersamaan dengan laporan Nvidia, data inflasi PCE akan dirilis. Meski indikator ini memiliki jeda lebih panjang dibanding CPI, secara historis PCE lebih disukai oleh pembuat kebijakan Federal Reserve.
🪙 Logam Mulia
Penurunan yield US Treasury 30 tahun akibat intervensi Departemen Keuangan terbukti hanya sementara. Yield saat ini berada di 5,24%, sekitar 6 basis poin di atas titik terendah Kamis. Ketidakpercayaan pasar terhadap langkah pemerintah AS terus memberikan dukungan bagi logam mulia.
- Emas diperdagangkan di sekitar US$4.650 per troy ounce, mendekati level tertinggi dalam tiga bulan.
- Perak berada di sekitar US$69 per troy ounce.
Iran Tak Lagi Bikin Minyak Panik
Perang Dagang AS-Kanada Memanas, USMCA Mulai Terancam
Kalender Ekonomi: Nvidia, PCE AS, dan Jackson Hole Jadi Fokus
Daily Summary: Wall Street Pulih, Yield Turun dan Emas Menguat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.