📈 US Stock Market & Corporate Earnings
- Sesi perdagangan Wall Street berakhir dalam suasana positif, dengan seluruh indeks utama Amerika Serikat mencatatkan kenaikan solid.
- Nasdaq menjadi pemenang terbesar dengan kenaikan lebih dari 2,1%. S&P 500 menguat 1,5%, sementara Dow Jones menutup perdagangan dengan kenaikan 1,3%.
- Penguatan terutama didorong oleh saham teknologi dan perusahaan growth.
- Investor kembali aktif membeli saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan, infrastruktur AI, cybersecurity, cloud computing, dan manufaktur semikonduktor.
- Setelah pasar ditutup, Palantir merilis hasil kuartal II 2026 yang sangat kuat dan kembali melampaui ekspektasi pasar secara signifikan.
- Pendapatan perusahaan melonjak 93% secara tahunan menjadi US$1,94 miliar, dibandingkan estimasi sebesar US$1,81 miliar. Adjusted EPS tercatat sebesar US$0,41, lebih tinggi dari proyeksi US$0,34.
- Hasil tersebut mengonfirmasi bahwa momentum pertumbuhan bisnis Palantir masih bertahan pada level yang sangat tinggi.
- Aktivitas kontrak juga terlihat sangat kuat.
- Optimisme manajemen tercermin dalam kenaikan guidance setahun penuh.
- Palantir kini memperkirakan pendapatan 2026 berada di kisaran US$8,15–US$8,16 miliar.
- Apabila tercapai, angka tersebut akan mencerminkan pertumbuhan sekitar 82% secara tahunan.
🌏 Pasar Asia
- Pasar Asia menutup sesi dengan pergerakan beragam karena investor masih berhati-hati setelah volatilitas terbaru di sektor teknologi.
- Di China, indeks Hang Seng turun sekitar 0,8%, sementara FTSE China 50 melemah hampir 0,9%.
- Meskipun beberapa saham teknologi rebound dan sentimen terhadap AI membaik, tekanan jual masih terlihat pada sejumlah perusahaan besar China.
- Di Jepang, Nikkei 225 turun sekitar 0,3%.
- Indeks tersebut masih tertekan oleh kekhawatiran mengenai kemungkinan intervensi mata uang oleh otoritas Jepang.
- Penguatan yen dapat menekan laba eksportir Jepang ketika pendapatan luar negeri dikonversi kembali ke mata uang domestik.
- Kekhawatiran tersebut membatasi minat investor terhadap saham-saham besar Jepang.
- Korea Selatan juga mencatatkan kinerja lemah. KOSPI turun sekitar 0,4%, meskipun penurunannya relatif terbatas setelah aksi jual besar sebelumnya di sektor teknologi.
- Sebaliknya, KOSDAQ mencatatkan rebound yang cukup kuat. Pergerakan tersebut menunjukkan mulai kembalinya aliran modal menuju perusahaan dengan karakter pertumbuhan lebih agresif.
🌍 Geopolitik
- Faktor tambahan yang mendukung sentimen Wall Street adalah pernyataan terbaru Donald Trump mengenai pembicaraan dengan Iran.
- Presiden Amerika Serikat menyatakan bahwa negosiasi telah dimulai atas permintaan Teheran.
- Ia juga menyebut bahwa pembicaraan tersebut dapat menjadi “kesempatan terakhir” untuk mencapai kesepakatan.
- Topik utama mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan program nuklir Iran.
- Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan mengenai kebebasan pelayaran melalui selat tersebut dapat menghasilkan kemajuan dengan cepat.
- Namun, proses denuklirisasi diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama.
- Menurut Trump, keputusan untuk menunda gelombang serangan berikutnya terhadap Iran berkaitan dengan prospek tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.
- Namun, pejabat Iran membantah adanya negosiasi langsung antara Teheran dan Washington.
- Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa posisi kedua pihak masih berjauhan.
- Harapan deeskalasi juga dibayangi oleh peringatan dari Teheran.
- Mohsen Rezaei, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, menyatakan bahwa kapal perang dan pasukan militer AS di sekitar Selat Hormuz dapat menghadapi bahaya besar apabila blokade saat ini terus berlangsung.
- Rezaei mendesak Washington mengubah pendekatannya.
- Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan menerima kondisi saat ini tanpa batas waktu.
- Perwakilan Iran tersebut juga menolak dengan tegas kemungkinan pembentukan jalur pelayaran kedua di Selat Hormuz.
- Penolakan itu menegaskan bahwa Iran tidak bersedia mengizinkan rute alternatif yang dapat mengurangi kendalinya atas jalur transit komoditas utama tersebut.
- Untuk saat ini, pasar masih memandang pernyataan tersebut sebagai tekanan politik dan retorika, bukan sinyal bahwa aksi militer baru akan segera dimulai.
🛢️ Komoditas
- Pasar pada awalnya bereaksi positif terhadap prospek deeskalasi.
- Harga minyak turun tajam dan premi risiko geopolitik ikut berkurang.
- Dalam perdagangan Senin, WTI turun hampir 6% menuju sekitar US$80 per barel.
- Brent melemah menuju sekitar US$83 per barel.
- Donald Trump mengkritik tingginya keuntungan perusahaan minyak dan meminta mereka menurunkan harga bahan bakar bagi konsumen Amerika Serikat.
- Namun, situasi di pasar komoditas masih kompleks.
- Setelah aksi jual awal, harga minyak sedikit pulih karena pasar meragukan keberlanjutan potensi kesepakatan AS-Iran.
- Ketegangan di sekitar Selat Hormuz dan tidak adanya jalur transit alternatif masih mempertahankan sebagian premi risiko geopolitik dalam harga minyak.
- Setiap sinyal eskalasi baru dapat kembali meningkatkan volatilitas komoditas.
⛏️ Logam Mulia
- Pasar logam mulia memulai hari dengan pergerakan hati-hati.
- Emas naik sekitar 0,1% dan bergerak di sekitar US$4.050 per ons.
- Perak menguat lebih dari 1% dan mendekati US$59 per ons.
🏛️ Makroekonomi
- Di Jepang, perhatian investor tertuju pada komentar Menteri Ekonomi Minoru Kiuchi dan rencana dukungan fiskal lanjutan.
- Kiuchi menyatakan bahwa dampak kenaikan biaya akibat konflik Timur Tengah terhadap harga konsumen saat ini masih terbatas.
- Namun, ia memperingatkan bahwa tekanan biaya dapat secara bertahap menyebar ke harga pangan dan barang konsumsi lainnya dalam beberapa bulan mendatang.
- Pemerintah Jepang sejalan dengan proyeksi Bank of Japan bahwa inflasi dapat kembali meningkat pada semester kedua tahun ini.
Rekor S&P 500 Ditopang Segelintir Saham
Kalender Ekonomi: JOLTS dan Earnings Siap Gerakkan Pasar
Daily Summary: Risiko Iran Reda, Big Tech Kembali Melaju
BREAKING: ISM AS Melonjak, Dolar Dapat Dorongan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.