09.08 · 4 Agustus 2026

Rekor S&P 500 Ditopang Segelintir Saham

Saham Amerika Serikat kembali menarik minat beli baru ketika investor berfokus pada musim earnings AS yang memecahkan rekor, setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran masih berlangsung.

Meskipun Teheran belum secara resmi menunjukkan kesediaan untuk meninggalkan opsi militer, investor tampaknya semakin terbiasa dengan realitas geopolitik baru di Timur Tengah.

Komentar Trump ditafsirkan sebagai potensi sinyal bahwa kedua pihak secara bertahap dapat berupaya meredakan ketegangan menjelang pemilu paruh waktu AS pada musim gugur tahun ini.

Akibatnya, harga minyak yang lebih rendah dan penurunan yield obligasi memberikan dukungan tambahan bagi indeks saham.

Musim earnings AS saat ini terus melampaui bahkan ekspektasi yang paling optimistis.

Perusahaan-perusahaan S&P 500 kini diperkirakan mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 47,4% secara tahunan pada kuartal II, naik dari sekitar 23% yang diproyeksikan pada akhir Juni.

Apabila terealisasi, angka tersebut akan menjadi pertumbuhan laba kuartalan terkuat sejak kuartal IV 2021, ketika laba melonjak lebih dari 91% secara tahunan.

Tanpa memasukkan Alphabet dan Amazon, pertumbuhan laba S&P 500 masih diperkirakan mencapai 28,8% secara tahunan, level terkuat dalam lima tahun.

Sebagian besar perusahaan tidak hanya melampaui estimasi Wall Street, tetapi juga mendorong para analis menaikkan proyeksi laba untuk S&P 500 secara keseluruhan.

Menurut data FactSet per 31 Juli, sebanyak 86% perusahaan S&P 500 telah melaporkan EPS di atas ekspektasi, sementara 77% melampaui proyeksi pendapatan.

Sembilan dari sebelas sektor mengalami revisi naik terhadap estimasi laba berkat hasil yang lebih kuat dari perkiraan dan peningkatan proyeksi EPS.

Menjelang kuartal III, sebanyak 34 perusahaan telah menaikkan guidance laba, sementara hanya 20 perusahaan yang menyampaikan outlook negatif.

Sementara itu, S&P 500 saat ini diperdagangkan pada forward P/E sebesar 19,6 kali, di bawah rata-rata lima tahun sebesar 19,9 kali dan hanya sedikit di atas rata-rata sepuluh tahun sebesar 19,0 kali.

Dengan mempertimbangkan perbaikan margin perusahaan, latar belakang pertumbuhan laba yang kuat, dan posisi indeks di level tertinggi sepanjang masa, valuasi saat ini belum terlihat terlalu mahal.

 

4 Agustus 2026, 07.55

Market Wrap: Palantir Melesat, Reli AI Kembali Menguat

3 Agustus 2026, 18.48

Daily Summary: Risiko Iran Reda, Big Tech Kembali Melaju

31 Juli 2026, 07.35

Market Wrap: Reli AI Angkat Wall Street, Apple Tertinggal

30 Juli 2026, 15.17

US OPEN: Microsoft Angkat Nasdaq, Meta Malah Tersungkur

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.