Pasar saham Asia menutup kuartal dengan kenaikan kuat, didukung oleh membaiknya sentimen dari Wall Street, di mana saham semikonduktor kembali memimpin penguatan. Indeks MSCI Asia Pacific naik hampir 1,5%, sekaligus mencatat kinerja kuartalan terkuat dalam hampir 17 tahun. Optimisme juga menyebar ke pasar futures, yang mengindikasikan potensi kenaikan lanjutan pada saham AS, setelah Dow Jones Industrial Average kembali ditutup di rekor tertinggi pada Senin, serta saham-saham Eropa.
Sorotan Utama
-
Korea Selatan tetap menjadi pasar saham utama dengan kinerja terbaik di dunia sepanjang tahun ini. Indeks Kospi naik 2,9% pada sesi perdagangan, didorong oleh reli saham semikonduktor terkait AI.
-
Samsung menguat lebih dari 5%, sehingga kenaikan sejak awal tahunnya menembus 100%. Sementara itu, SK Hynix menutup kuartal dengan kenaikan luar biasa hampir 240%.
-
Pasar mata uang berfokus pada yen Jepang, yang melemah melewati level 162 terhadap dolar AS. Ini menjadi level terlemah sejak 1986 dan berada di bawah level yang sebelumnya memicu intervensi resmi pada 2024.
-
Yen yang lebih lemah masih mendukung eksportir Jepang dan membantu menjaga saham domestik tetap berada dekat rekor tertinggi. Namun, pelemahan ini juga meningkatkan biaya impor, menekan daya beli rumah tangga, dan memperbesar tekanan politik terhadap pemerintah.
-
Intervensi verbal dari pejabat Jepang, termasuk Chief Cabinet Secretary Yoshimasa Kihara dan Menteri Katayama, gagal menghentikan pelemahan mata uang tersebut.
-
Brent crude diperdagangkan di sekitar $72,50 per barel dan masih berada di jalur penurunan kuartalan terbesar sejak pandemi.
-
Pasar terus merespons peningkatan arus minyak melalui Selat Hormuz setelah adanya kemajuan dalam negosiasi damai regional.
-
Morgan Stanley menambah tekanan pada outlook bearish minyak mentah, dengan memperingatkan bahwa pasar minyak global dapat menghadapi kelebihan pasokan dalam beberapa bulan mendatang.
-
Bitcoin bergerak melemah dan diperdagangkan di sekitar $59.500, sementara emas turun ke sekitar $3.980 per troy ons dan perak melemah ke sedikit di bawah $58 per troy ons.
-
Logam mulia dan cryptocurrency sama-sama berada di bawah tekanan hari ini karena dolar AS menguat secara luas di pasar.
-
PMI manufaktur resmi China bulan Juni naik ke 50,3, melampaui angka sebelumnya 50,1 dan konsensus pasar 50,0. Ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur masih berada di wilayah ekspansi.
-
Sementara itu, PMI jasa meningkat menjadi 50,2 dari 49,9, sedangkan Composite PMI naik menjadi 50,6, mengindikasikan perbaikan yang berlanjut, meski masih moderat, pada ekonomi China secara lebih luas.
-
Data kredit sektor swasta dan kredit perumahan Australia dirilis secara umum sesuai atau sedikit di bawah ekspektasi pasar.
-
Agenda makroekonomi utama hari ini bagi investor mencakup laporan inflasi Jerman pada pukul 13.00 GMT, diikuti oleh data JOLTS Job Openings AS pada pukul 15.00 GMT dan Conference Board Consumer Confidence Index pada pukul 18.00 GMT.
-
Investor juga akan mencermati pidato pejabat ECB, dengan Philip Lane dijadwalkan berbicara pada pukul 12.30 GMT dan Piero Cipollone pada pukul 13.00 GMT.
Goldman Sachs Tetap Bullish Meski Harga Emas Terkoreksi Tajam
Kalender Ekonomi: Pasar Tunggu Data JOLTs AS
Harga Minyak Berbalik Saat Risiko Surplus Mulai Menguat
Daily summary: Wall Street Menguat Saat Risiko Hormuz Mulai Mereda
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.