Pasar saham global mengawali pekan dengan kenaikan moderat meskipun eskalasi konflik di Timur Tengah terus berlanjut. Investor tidak bereaksi berlebihan terhadap serangan di Arab Saudi dan justru lebih memperhatikan pengumuman "gencatan senjata energi" antara Rusia dan Ukraina oleh Donald Trump, serta laporan berikutnya mengenai peningkatan volume transportasi melalui selat tersebut.
Futures S&P 500 naik 0,3%, sejalan dengan penguatan futures Nasdaq 100 sebesar 0,3%. Sentimen pasar saham Asia sedikit lebih beragam, dengan indeks KOSPI Korea Selatan turun lebih dari 3%. Perhatian investor juga tertuju pada rupee India yang mencatat penguatan terbesar dalam enam bulan setelah intervensi Reserve Bank of India. Fokus utama pasar pekan ini adalah rilis data inflasi CPI AS September pada Rabu, pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh, serta dimulainya musim laporan keuangan kuartal III.
Komoditas Energi dan Geopolitik
Harga minyak mentah Brent turun 0,78% dan bergerak di sekitar US$104 per barel. Sementara itu, harga minyak WTI melemah 1,2% menjadi sekitar US$91 per barel.
Gambar 1: Harga Minyak Mentah Brent dan WTI (2026)
Sumber: XTB Research, 12.10.2026
Pada malam Sabtu hingga Minggu dini hari, kelompok Houthi Yaman kembali menargetkan bandara utama di Riyadh, sehari setelah serangan sebelumnya terhadap fasilitas yang sama menewaskan 12 orang. Sebuah kapal tanker lainnya juga diserang di Selat Hormuz. Meskipun eskalasi konflik berlanjut, ekspor minyak mentah dari Teluk Persia masih mendekati level sebelum perang. Menurut JPMorgan, volume ekspor mencapai 17,5 juta barel per hari, setara dengan 98% dari volume sebelum konflik. Perlu dicatat bahwa serangan-serangan terbaru tidak menargetkan infrastruktur energi.
Pasar juga mulai memperhitungkan secara hati-hati pengumuman Trump pada Minggu. Melalui platform media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa Rusia dan Ukraina telah menyepakati "gencatan senjata energi" yang berlaku segera, seraya menambahkan, "Jangan melanggarnya!". Ini merupakan pernyataan serupa kedua dari Trump dalam satu bulan terakhir. Pernyataan sebelumnya disebut oleh Volodymyr Zelenskyy sebagai kesepakatan yang belum difinalisasi. Kali ini, pihak Ukraina masih menunggu rincian lebih lanjut.
Di tengah perkembangan tersebut, rencana Trump untuk memasok solar Rusia ke pasar melalui kerja sama dengan Vladimir Putin tetap menjadi perhatian. Rencana ini menuai kritik dari kedua kubu politik di Amerika Serikat. Moskow mengumumkan pengiriman 500.000 ton solar setelah sebagian larangan ekspor dicabut. Jumlah tersebut hanya sebagian kecil dibandingkan total ekspor sebesar 28,6 juta ton sepanjang tahun lalu, berdasarkan data Kpler.
Pasar Saham
Perdagangan saham Asia berlangsung tanpa arah yang jelas. Indeks KOSPI Korea Selatan mencatat penurunan terbesar, melemah 3,3% ke sekitar 6.400 poin. Penurunan tersebut mencerminkan reaksi tertunda perusahaan teknologi lokal terhadap aksi jual saham semikonduktor global sebelumnya, setelah pasar kembali dibuka usai libur panjang. Shanghai Composite turun 0,26%, Hang Seng naik 0,1%, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,8%. Pasar saham Jepang tutup untuk memperingati Hari Olahraga (Sports Day).
Futures saham Eropa dan AS menunjukkan optimisme terbatas. Futures S&P 500 menguat 0,3%, sementara indeks DAX naik hingga 0,5%. Sentimen pasar mendapat dukungan dari penurunan harga minyak mentah karena biaya energi yang lebih rendah membantu mengurangi tekanan terhadap margin keuntungan perusahaan dan meredakan kekhawatiran inflasi.
Perlu diingat bahwa musim laporan keuangan perusahaan mulai berlangsung secara intensif pekan ini. Investor akan mencermati kesenjangan kinerja yang semakin besar antara perusahaan teknologi berkapitalisasi besar dan sektor pasar lainnya. Indeks Russell 2000 menutup pekan lalu dengan penurunan dan kini berada hampir 10% di bawah level tertingginya pada Agustus. Sebaliknya, S&P 500 dan Nasdaq 100 masih diperdagangkan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Perhatian pasar tertuju pada perkembangan revolusi kecerdasan buatan (AI) serta kenaikan harga energi yang memberikan tekanan signifikan, khususnya terhadap sektor industri.
Gambar 2: Forward P/E Nasdaq 100 (2024–2026)
Sumber: XTB Research, 12.10.2026
Dari sisi berita perusahaan, Amazon sedang melakukan negosiasi untuk mengakuisisi startup Decart AI dengan nilai sekitar US$7 miliar. Sementara itu, Nvidia tengah membahas kemungkinan peningkatan investasinya di Reflection AI atau penyediaan kapasitas komputasi bagi perusahaan tersebut.
Data Makroekonomi dan Kebijakan Moneter
Pasar obligasi telah mengambil sebagian peran bank sentral dalam memperketat kondisi keuangan selama beberapa pekan terakhir. Imbal hasil obligasi global meningkat ke level tertinggi dalam beberapa tahun, yang dengan sendirinya memperketat kondisi finansial dan mengurangi kebutuhan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga telah menurun secara signifikan, terutama di Australia dan zona euro. Di kawasan zona euro, perubahan ekspektasi tersebut dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap krisis utang Prancis.
Fokus utama pasar pekan ini adalah rilis data inflasi CPI AS September pada Rabu dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada Kamis dalam pertemuan tahunan IMF di Bangkok. Gubernur The Fed Christopher Waller dan Presiden Cleveland Fed Beth Hammack juga dijadwalkan memberikan pidato dalam acara tersebut. Jika data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan, pasar obligasi berpotensi kembali mengalami aksi jual, sehingga meningkatkan tekanan terhadap Federal Reserve untuk memperketat kebijakan moneter secara lebih agresif.
Logam Mulia
Harga emas mencatat kenaikan tipis, didukung oleh penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi dan meningkatkan harapan investor bahwa The Fed akan menghentikan sementara kenaikan suku bunga lebih lanjut. Harga emas bergerak di sekitar US$4.185 per troy ounce. Dukungan tambahan berasal dari penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun serta permintaan investasi yang tetap kuat. ETF emas meningkatkan kepemilikan emasnya pada pekan lalu, sementara People's Bank of China mempercepat pembelian emas batangan.
Gambar 3: Harga Emas (2026)
Sumber: XTB Research, 12.10.2026
Kalender Ekonomi: Agenda The Fed Pekan Ini
Oil Melonjak 4%, Saham dan Obligasi Kembali Tertekan
Marvell Bisa Jadi Penerima Manfaat Bottleneck AI Berikutnya
Oil Turun 2%, Pasokan Teluk Persia Jadi Tekanan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.