13.51 · 4 September 2026

Market Wrap: Wall Street Menguat, Pasar Menanti Data NFP

📈 Pasar Saham

  • Sesi kemarin di Wall Street berakhir dengan sangat positif, tercermin dari kenaikan yang jelas pada indeks-indeks utama: indeks acuan S&P 500 naik 1%, Dow Jones menguat sekitar 1,2%, sementara Nasdaq yang didominasi saham teknologi mencatat kinerja terbaik dengan melonjak 1,4%.
  • Imperium Elon Musk juga mencatat sesi yang sangat positif, dengan saham Tesla naik hampir 5,5% dan SpaceX menguat hampir 6,5%.
  • Penguatan juga meluas ke raksasa teknologi, termasuk Microsoft dan Meta, yang masing-masing naik 2,7% dan 3%.
  • Pasar saham Asia menguat signifikan pada Jumat, dengan perusahaan teknologi mencatat kinerja yang sangat baik sebagai respons terhadap menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September.
  • Perbaikan sentimen di pasar Asia terjadi setelah komentar dovish Christopher Waller, yang menyebabkan probabilitas kenaikan suku bunga turun dari sekitar 63% menjadi 50%.
  • Pada saat briefing ini ditulis, indeks-indeks Asia mencatat kenaikan signifikan: Kospi naik sekitar 2,5%, Nikkei Jepang menguat hampir 1,5%, dan Hang Seng China mencatat kenaikan sekitar 2%.
  • Investor di Asia tetap berhati-hati, sembari menantikan laporan NFP hari ini, yang dapat kembali memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.

🏛️ Makroekonomi dan Kebijakan Moneter

  • Pendorong utama kenaikan Wall Street adalah pidato Christopher Waller, yang dipersepsikan pasar sebagai sangat dovish.
  • Waller menilai bahwa data terbaru menunjukkan tanda-tanda yang lebih jelas dari meredanya tekanan inflasi, yang meningkatkan tingkat kenyamanannya terhadap arah kebijakan The Fed ke depan.
  • Pejabat The Fed tersebut menegaskan bahwa data inflasi berikutnya akan menjadi sangat penting – jika tidak menghadirkan kejutan negatif, Waller cenderung mendukung suku bunga tetap tidak berubah pada September, tetapi tetap terbuka untuk mengubah sikap apabila inflasi ternyata lebih tinggi dari perkiraan.
  • Fokus investor hari ini tertuju pada data pasar tenaga kerja AS, dengan data NFP terbaru (perubahan jumlah tenaga kerja nonpertanian AS) akan dirilis pada pukul 14:30.
  • Belanja rumah tangga di Jepang turun 3,6% YoY pada Juli, lebih buruk dibandingkan perkiraan penurunan sebesar 1,6%.
  • Data Jepang tersebut merupakan penurunan terbesar sejak Januari 2024 dan menandai bulan kedelapan berturut-turut terjadinya kontraksi konsumsi.
  • Data dari Jepang mengonfirmasi bahwa kenaikan biaya hidup terus memberikan tekanan besar terhadap konsumen, sehingga menjadi pertimbangan penting bagi Bank of Japan dalam mengambil keputusan terkait kenaikan suku bunga lebih lanjut.

🕊️ Geopolitik

  • JD Vance menyatakan bahwa AS tidak berniat mengadakan pembicaraan dengan Iran sampai Teheran menghentikan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.
  • Washington menegaskan akan menggunakan seluruh sarana yang tersedia untuk menjaga aliran minyak dan gas melalui selat tersebut, sembari menghindari penetapan tenggat waktu yang tegas untuk mengakhiri operasi.
  • Vance mengakui bahwa waktu kapan Iran akan berhenti menyerang kapal masih belum diketahui, sekaligus memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat berdampak pada pasar energi global.
  • Menurut pemerintahan AS, tekanan Amerika Serikat semakin membebani perekonomian Iran, dengan sanksi dan blokade ekspor minyak membatasi akses Teheran terhadap mata uang asing dan komoditas penting.
  • Volume harian pemuatan minyak mentah Iran telah turun drastis dari sekitar 1,7 juta menjadi hanya 260 ribu barel.
  • Donald Trump mengindikasikan bahwa aksi militer yang kembali dilakukan seharusnya tidak berlangsung lama, meskipun hingga saat ini belum ada terobosan dalam hubungan AS-Iran.

👑 Komoditas dan Logam Mulia

  • Perdagangan yang berhati-hati mendominasi pasar logam mulia menjelang publikasi laporan NFP.
  • Harga emas diperdagangkan sedikit melemah, bergerak di sekitar level US$4.470 per ons.
  • Perak menghadapi tekanan jual yang lebih besar, dengan penurunan sekitar 0,6% ke level US$66,5.
4 September 2026, 09.08

Daily Summary: Yield Treasury Turun, Saham Teknologi Wall Street Kembali Menguat

4 September 2026, 09.03

Peluang Rate Hike The Fed Turun, Dolar AS Ikut Melemah

3 September 2026, 22.29

US Open: The Fed Terbelah Jelang September, Wall Street Kembali Menguat

3 September 2026, 17.12

Broadcom Tumbuh 86%, Tapi Pasar Masih Mengharapkan Lebih

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.