📉 Saham dan Indeks
- Futures Wall Street bergerak turun tajam akibat meningkatnya kembali ketegangan AS-Iran serta kekhawatiran menjelang data inflasi PCE yang membatasi optimisme pasar. Nasdaq memimpin pelemahan (US100: -1,05%), diikuti Russell 2000 (US2000: -0,8%), S&P 500 (US500: -0,55%), dan Dow Jones (US30: -0,3%).
- Eropa Ikut Tertekan. Pasar saham Eropa ikut bergerak turun, dengan futures Eurostoxx 50 melemah (EU50: -0,95%).
- Pasar Asia Turut Melemah. Meningkatnya konflik Timur Tengah menghentikan harapan tercapainya kesepakatan damai dan menyeret pasar saham Asia turun. Nikkei Jepang melemah setelah sesi rekor kemarin (JP225: -1,6%), sementara KOSPI Korea Selatan turun 1,1%, ASX 200 Australia turun 1,1% (AU200.cash: -1%), dan Hang Seng Hong Kong anjlok hampir 2% (HK.cash: -2,3%).
🪖 Geopolitik
Bentrokan Langsung AS-Iran
- IRGC meluncurkan serangan balasan terhadap pangkalan udara AS yang tidak disebutkan lokasinya di Timur Tengah, menyebut aksi tersebut sebagai “peringatan serius” setelah serangan AS pada dini hari menghancurkan empat drone Iran dan pusat kendali darat di dekat Bandara Bandar Abbas. Sementara itu, Kuwait melaporkan berhasil mencegat drone dan rudal “bermusuhan” yang tidak teridentifikasi.
Sanksi Selat Hormuz
- Departemen Keuangan AS memasukkan badan baru Iran bernama Persian Gulf Strait Authority (PGSA) ke dalam daftar sanksi. AS menuduh badan yang dipimpin IRGC tersebut — dibentuk pada 5 Mei untuk menegakkan aturan maritim — mencoba memeras kapal-kapal komersial yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.
🦅 Makroekonomi & Pernyataan The Fed
Guncangan Stagflasi untuk Asia
- Presiden Chicago Fed Austan Goolsbee memperingatkan bahwa inflasi energi berkepanjangan akibat perang Iran telah menciptakan “guncangan stagflasi” bagi negara-negara Asia pengimpor minyak. Ia juga menyebut lonjakan kekayaan pasar saham akibat booming AI berisiko membuat ekonomi AS terlalu panas lebih cepat dari perkiraan.
The Fed Tetap Fokus pada Inflasi
- Presiden Minneapolis Fed Neel Kashkari menegaskan bahwa perang melawan inflasi tetap menjadi prioritas utama bank sentral. Dengan pasar tenaga kerja yang masih kuat, ia memperingatkan bahwa kenaikan harga energi dan pupuk dapat mengubah ekspektasi konsumen dan memaksa kebijakan moneter lebih agresif.
Belanja Modal Australia Melonjak
- Belanja modal sektor swasta Australia naik 6,5% ke level tertinggi sejak Desember 2014. Pertumbuhan tersebut didorong lonjakan 18,1% pada belanja peralatan, pabrik, dan mesin — mengimbangi penurunan 3,8% pada sektor bangunan — yang kembali memicu kekhawatiran inflasi domestik.
💵 Forex
Dolar AS Menguat Akibat Safe Haven
-
Indeks dolar AS melonjak agresif (USDIDX: +0,3%) ke level tertinggi sejak awal April akibat meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
Mata Uang Utama Tertekan
-
Memburuknya sentimen risiko menekan euro (EURUSD: -0,3% ke 1,159), poundsterling Inggris (GBPUSD: -0,3%), franc Swiss (USDCHF: -0,3%), dolar Australia (AUDUSD: -0,3%), dan dolar Selandia Baru (NZDUSD: -0,3%). Sementara itu, USDJPY relatif stabil.
🛢️ Komoditas
Harga Minyak Rebound
- Futures minyak Brent dan WTI melonjak 2,5% sebagai respons terhadap serangan Iran terhadap pangkalan militer AS, dengan Brent (OIL) kembali naik menuju USD 95 per barel. Sebaliknya, futures gas alam (NATGAS) turun tipis 0,45%.
Logam Mulia Tertekan
- Harga emas dan perak memperpanjang penurunan tajam akibat penguatan dolar AS. Emas (GOLD) anjlok 1,55% ke USD 4.840 per ons, sementara perak (SILVER) turun 2,4% ke USD 72,80 per ons.
🪙 Kripto & Aset Digital
-
Kripto Tertekan Tajam. Aset digital mengalami tekanan jual besar. Bitcoin turun 2,05% ke USD 72.970, sementara Ethereum melemah 2,15% ke USD 1.977, level terendah sejak akhir Maret.
-
Kasus Insider Trading Polymarket. Dalam perkembangan hukum terbaru, Departemen Kehakiman AS mendakwa insinyur perangkat lunak Google Michele Spagnuolo atas tuduhan penipuan dan pencucian uang. Dengan nama samaran “AlphaRaccoon,” Spagnuolo diduga menggunakan data pencarian internal Google yang bersifat rahasia untuk meraup USD 1,2 juta melalui taruhan Polymarket yang dimanipulasi terkait tren pencarian paling populer tahun 2025.
BREAKING: Inflasi AS Melandai, Nasdaq Rebound Usai Data PCE
Harga Emas Anjlok ke Level Terendah Sejak Maret
Kalender Ekonomi: Pasar Global Bergejolak Usai Serangan Baru AS ke Iran
Daily Summary – Wall Street Melemah Saat Ketegangan AS-Iran Naik
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.