12.32 · 21 Agustus 2026

Market Wrap: Wall Street Tertekan, Yield AS Naik dan Saham AI Jadi Sorotan

Sesi perdagangan Wall Street kemarin berakhir dengan pelemahan yang cukup jelas. Yield obligasi kembali naik dengan cepat setelah sebelumnya sempat turun, karena investor menilai langkah Departemen Keuangan AS kemungkinan hanya mampu memberikan dukungan jangka pendek bagi pasar utang. S&P 500 turun sekitar 0,9%, sementara sentimen semakin tertekan oleh penurunan tajam saham Walmart setelah laporan kuartalannya mengecewakan.

📊 Indeks dan Perusahaan

  • Futures indeks Wall Street berhenti melemah setelah aksi jual kemarin dan memasuki sesi Eropa dengan kenaikan tipis. Penguatan terbatas ini mencerminkan tekanan yang masih bertahan di pasar utang, karena yield US Treasury telah menghapus sebagian besar penurunan yang sebelumnya dipicu oleh pengumuman percepatan program buyback oleh Departemen Keuangan AS.
  • Russell 2000 mencatat rebound terbesar (US2000: +0,35%), diikuti Nasdaq (US100: +0,15%), sementara DJIA (US30) dan S&P 500 (US500) bergerak relatif datar.
  • Pasar Asia menutup sesi Jumat dengan kenaikan tipis. KOSPI Korea Selatan memimpin penguatan (+0,8%). Pasar China juga bergerak positif (CHN.cash: +0,6%, HK.cash: +0,5%), sementara indeks tunai Nikkei 225 turun sekitar 0,25% di tengah kenaikan inflasi CPI.
  • SK Hynix dan Samsung Electronics, yang keduanya naik sekitar 3%, mendorong penguatan pasar Korea setelah muncul rencana besar terkait pengembalian nilai kepada pemegang saham. Di Hong Kong, Alibaba turun 3% setelah laba kuartalannya anjlok lebih dari 75% akibat lonjakan belanja modal AI sebesar US$10 miliar.
  • Nvidia membantah laporan bahwa perusahaan sedang mengembangkan produk LPU khusus yang ditujukan secara eksklusif untuk pasar China. Nvidia menegaskan bahwa chip tersebut saat ini tidak termasuk dalam roadmap produknya dan laporan sebelumnya tidak akurat.
  • Broadcom dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk memperoleh pendanaan bagi proyek AI terbarunya yang bernilai lebih dari US$60 miliar. Struktur pendanaan tersebut berpotensi mencakup sekitar US$30 miliar dalam bentuk junior debt serta tranche senior dengan jaminan. Blackstone dan Apollo disebut berpotensi ikut berpartisipasi dalam pendanaan tersebut, menegaskan besarnya kebutuhan modal untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur AI.

🌍 Ekonomi dan Geopolitik

  • Inflasi CPI inti Jepang meningkat menjadi 1,8% YoY pada Juli, sementara inflasi utama mencapai 1,9%. Data tersebut semakin memperkuat argumen bagi Bank of Japan untuk mengetatkan kebijakan moneternya. Pasar OIS saat ini memperkirakan probabilitas sekitar 80% bahwa BOJ akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang.
  • Flash Composite PMI Jepang naik menjadi 53,4 pada Agustus dari 52,7 pada Juli, sekaligus mencapai level tertinggi dalam enam bulan. Pertumbuhan didorong oleh sektor manufaktur dengan PMI 55,1, didukung pesanan ekspor terkuat sejak 2018 dari sektor AI dan semikonduktor. Aktivitas jasa juga meningkat dengan PMI 52,3. Tekanan biaya mereda ke level terendah dalam lima bulan, sementara optimisme bisnis mencapai level tertinggi sejak Februari.

💱 Mata Uang dan Komoditas

  • Emas (GOLD +0,3% hari ini, +2,7% dalam sepekan) mencatat level tertinggi sejak Juni di harga US$4.536 dan menuju kenaikan mingguan ketiga secara beruntun. Penguatan emas didorong oleh pelemahan dolar AS dan posisi investor dalam strategi "debasement trade" di tengah kekhawatiran mengenai kondisi fiskal dan keuangan publik AS.
  • Perak (SILVER +1% hari ini, +4,8% dalam sepekan) melanjutkan kenaikan kuat selama tiga hari berturut-turut dan mendekati US$69 per ons di tengah volatilitas pasar yang tinggi. Faktor fundamental yang mendorong perak relatif serupa dengan emas.
  • Minyak Brent (OIL -1,6% hari ini) mencatat penurunan harian meskipun muncul laporan mengenai melambatnya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz yang strategis.
21 Agustus 2026, 13.59

Yield Obligasi AS Capai 19 Tahun Tertinggi

21 Agustus 2026, 00.41

Daily summary: Walmart Jatuh, Minyak Makin Mahal

20 Agustus 2026, 22.56

Minyak Menuju US$100?

20 Agustus 2026, 21.45

US Open: Yield Naik, Pasar Mulai Menghukum Valuasi Mahal

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.