-
Terjadi baku tembak di Selat Hormuz antara pasukan AS dan Iran. Kedua pihak saling menuduh sebagai pemicu serangan, yang kini semakin mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang sudah ada. Trump menyebut serangan tersebut sebagai “love tap” sambil memperingatkan potensi eskalasi lebih lanjut jika tidak ada kesepakatan nuklir. AS mengklaim berhasil bertahan, sementara Iran menyatakan AS mengalami kerugian.
-
Sebelumnya, menurut Fox, tembakan AS diarahkan ke pelabuhan Iran. Donald Trump menyatakan baku tembak terjadi saat kapal destroyer AS yang diserang melintas di Selat Hormuz, namun menegaskan bahwa gencatan senjata masih berlaku.
-
Otoritas AS (DOJ dan CFTC) sedang menyelidiki posisi short minyak senilai lebih dari $2,6 miliar yang dibuka sebelum pengumuman penting terkait konflik AS-Iran. Ada dugaan penyalahgunaan informasi non-publik material (insider trading).
-
Harga minyak kembali turun dan kini berada di bawah level penutupan dua sesi terakhir: Brent turun 1,8% ke $101 per barel, sementara WTI melemah 2,25% ke $95,50 per barel.
-
Pasar kripto juga belum menunjukkan arah yang jelas. Bitcoin diperdagangkan relatif flat di bawah $80 ribu, sementara Ethereum turun 0,3% ke $2.280.
-
Logam mulia melanjutkan penguatan: emas naik 0,8% ke $4.726 per ounce, sementara perak melonjak 2,5% dan kembali di atas $80 per ounce.
Damai AS-Iran Mulai Tekan Brent
Market Wrap: Iran Picu Tekanan Pasar Global
Konflik Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak
BREAKING: Iran menyerang kapal AS? Harga minyak melonjak
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.