Sebagian besar indeks Asia diperdagangkan di zona hijau hari ini. Hang Seng China naik 1,1%, sementara Nikkei 225 Jepang menguat 1,3%. Di sisi lain, KOSPI Korea Selatan mencatat kenaikan jauh lebih besar sebesar 5,9%.
📈 Saham
Katalis utama kenaikan tersebut berasal dari pengumuman Menteri Keuangan AS Scott Bessent kemarin.
Pernyataannya mendorong penurunan signifikan pada yield obligasi jangka panjang, dengan yield Treasury 30 tahun turun sekitar 1,8% atau 9 basis poin, sementara dolar AS melemah sekitar 0,9%.
Sebagian modal kemudian mengalir kembali menuju pasar saham dan memberikan dukungan bagi bursa Asia.
KOSPI mendapat dorongan tambahan dari lonjakan lebih dari 12% saham SK Hynix setelah perusahaan kemarin mengumumkan program buyback senilai 40 triliun won atau sekitar US$29 miliar.
Perusahaan berencana membeli kembali dan membatalkan hingga 24 juta saham paling lambat pada 19 November.
Terkait langkah US Treasury, program tersebut bertujuan untuk:
- Setidaknya menggandakan batas maksimum setiap operasi buyback, dari US$2 miliar menjadi US$4 miliar.
- Memusatkan pembelian pada bagian jangka panjang kurva yield, terutama Treasury dengan tenor panjang, sehingga meningkatkan likuiditas.
- Mulai berlaku pada 9 September dan setidaknya berlangsung hingga 4 November, ketika US Treasury akan mengumumkan rencana kuartalan baru.
🧈 Logam Mulia
Penurunan yield obligasi secara alami memberikan dukungan terhadap emas, yang melonjak 4,4% kemarin.
Hari ini, harga mengalami koreksi ringan sekitar 0,7%.
Pergerakan serupa juga terjadi pada perak, yang naik 5,8% pada sesi sebelumnya.
- Harga satu troy ounce emas saat ini berada di sekitar US$4.490.
- Perak diperdagangkan di sekitar US$67.
📈 Data Makroekonomi dan Kebijakan Moneter
Fokus utama hari ini tertuju pada risalah pertemuan FOMC terbaru yang dirilis kemarin. Apa yang bisa dipelajari?
- "Banyak" pembuat kebijakan menilai pengetatan moneter lebih lanjut kemungkinan masih diperlukan jika inflasi gagal mereda.
- Komite masih memiliki perbedaan pandangan yang cukup besar mengenai prospek inflasi. Meski "mayoritas" peserta memperkirakan inflasi akan turun secara bertahap pada akhir tahun ini, "banyak" yang masih khawatir tekanan harga akan tetap tinggi. Indikator inflasi inti dinilai masih mengkhawatirkan, sementara ekspektasi inflasi sudah meningkat melampaui level sebelum konflik Iran.
- Pembuat kebijakan yang mendukung mempertahankan suku bunga pada Juli menilai jeda akan memberikan waktu untuk membaca kondisi ekonomi dengan lebih baik. Sejak pertemuan tersebut, data pasar tenaga kerja yang lebih lemah dan inflasi yang sedikit lebih rendah telah memperkuat posisi mereka.
- Anggota yang memilih kenaikan suku bunga menilai langkah tersebut kemungkinan dapat mengurangi kebutuhan terhadap pengetatan yang lebih agresif dan lebih mahal bagi ekonomi di kemudian hari.
🌍 Geopolitik
Terakhir, laporan terbaru dari Axios juga menarik perhatian.
Mengutip pejabat AS, media tersebut melaporkan bahwa militer AS diam-diam telah mengoperasikan koridor pelayaran aman melalui jalur selatan Selat Hormuz, dekat pesisir Oman, selama beberapa minggu terakhir.
Sekitar 15 hingga 20 tanker dilaporkan dikawal melintasi selat setiap malam.
Hal tersebut memungkinkan ekspor sekitar 10 juta barel minyak per hari, hampir setengah dari volume sebelum konflik.
Pada beberapa malam, volumenya bahkan dilaporkan mencapai 15 hingga 20 juta barel.
Pasukan AS disebut secara langsung membantu pergerakan kapal bermuatan yang meninggalkan Teluk serta kapal kosong yang masuk untuk mengambil minyak mentah.
🛢️ Komoditas Energi
Sejauh ini, laporan tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap harga minyak maupun gas global.
- Brent saat ini diperdagangkan sedikit di atas US$92 per barel, naik sekitar 4% dibandingkan satu minggu lalu.
- WTI naik dalam skala yang serupa, dengan harga sedikit di bawah US$85 per barel.
Daily Summary: Yield Turun, Saham AS Pulih dan Emas Melonjak
Dolar AS Turun ke Level Terendah Sejak Mei
US Open: Yield Treasury Turun, Nasdaq Pulih dari Tekanan
Market Wrap: AI Masih Kuat, Tapi Yield dan Minyak Mulai Menekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.