Futures indeks AS dan Eropa bergerak di sekitar level flat, sementara pasar Asia, termasuk Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan, mencatat penurunan tajam setelah Wall Street melemah untuk sesi ketiga berturut-turut.
Faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar adalah aksi jual global di pasar obligasi, yang mendorong yield obligasi pemerintah jangka panjang di AS dan Eropa, termasuk obligasi Jerman dan Prancis, ke level tertinggi dalam beberapa tahun.
Investor tengah menilai apakah biaya pinjaman yang lebih tinggi akan menekan perekonomian dan menunggu publikasi risalah pertemuan FOMC Juli hari ini pada pukul 20:00 untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah Federal Reserve berikutnya.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah naik untuk hari keempat berturut-turut. Futures Brent diperdagangkan di atas US$91 per barel, sementara WTI naik 0,30%, didorong kekhawatiran bahwa transportasi melalui Selat Hormuz dapat kembali terganggu setelah berakhirnya masa gencatan senjata antara AS dan Iran.
Sementara itu, dolar AS melemah dan bergerak dekat level terendah dalam beberapa bulan. Dollar Index atau USDIDX turun 0,08%, bersamaan dengan jeda sementara dalam kenaikan yield obligasi menjelang publikasi risalah Fed.
Di antara berbagai sektor ekonomi, perusahaan teknologi dan telekomunikasi saat ini mencatat kinerja terburuk. Kedua sektor tersebut telah turun lebih dari 2% di pasar saham AS sepanjang pekan ini, sementara indeks VanEck Semiconductor ETF turun 4,1% pada Selasa di tengah kenaikan suku bunga pasar.

Sumber: XTB
Sebaliknya, sektor energi AS mencatat kinerja terbaik. Perusahaan pengolahan minyak menjadi salah satu yang mencetak level tertinggi baru, didukung margin refining yang mencapai rekor serta gejolak geopolitik di Timur Tengah.
Saham Target (TGT.US) telah naik lebih dari 55% sepanjang tahun ini, dan investor menantikan laporan keuangan perusahaan hari ini sebelum pasar dibuka untuk menilai efektivitas rencana turnaround yang dipimpin CEO Michael Fiddelke.
Produsen robot China Unitree Robotics melakukan debut di Bursa Efek Shanghai, dengan sahamnya sempat melonjak hampir 630%. Kenaikan tersebut mencerminkan tingginya minat investor ritel terhadap inovasi teknologi.
Raksasa Korea Selatan Samsung Electronics mengumumkan investasi sebesar US$158 juta untuk membangun lini produksi baru sistem pendingin di Gwangju. Namun, sahamnya turun lebih dari 7% di tengah aksi jual yang lebih luas di sektor teknologi Asia.
Produsen semikonduktor dan peralatan seperti Teradyne, Marvell, dan Micron mencatat penurunan signifikan antara 7% hingga 9% pada Selasa, tertekan oleh tingginya yield obligasi.
Pada sesi hari ini, perhatian pasar juga akan tertuju pada laporan kuartalan dari sejumlah perusahaan ritel dan consumer goods besar lainnya, termasuk Lowe’s dan Estée Lauder.
S&P 500 Mahal, Tapi Kenaikan Laba Masih Menopang Pasar
Kalender Ekonomi: Investor Tunggu FOMC, Minyak dan Emas Menguat
Daily Summary: Nasdaq Turun 1,6%, Saham Chip Tertekan
US Open: Nasdaq Turun 1,3% di Tengah Eskalasi AS-Iran
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.