- Adjusted EPS McDonald’s mencapai US$3,38, melampaui konsensus US$3,32.
- Pendapatan naik 4% menjadi US$7,10 miliar, tetapi sedikit di bawah ekspektasi.
- Global comparable sales hanya tumbuh 1,3%, menunjukkan momentum penjualan yang masih moderat.
- McDonald’s mempertahankan guidance 2026 dan target margin operasional di kisaran pertengahan hingga tinggi 40%.
- Profitabilitas, free cash flow, dan model waralaba tetap menjadi fondasi utama valuasi premium saham.
- Adjusted EPS McDonald’s mencapai US$3,38, melampaui konsensus US$3,32.
- Pendapatan naik 4% menjadi US$7,10 miliar, tetapi sedikit di bawah ekspektasi.
- Global comparable sales hanya tumbuh 1,3%, menunjukkan momentum penjualan yang masih moderat.
- McDonald’s mempertahankan guidance 2026 dan target margin operasional di kisaran pertengahan hingga tinggi 40%.
- Profitabilitas, free cash flow, dan model waralaba tetap menjadi fondasi utama valuasi premium saham.
Saham McDonald’s (MCD.US) naik sekitar 2% setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal II 2026. Raksasa restoran cepat saji tersebut kembali menunjukkan kemampuannya mencatatkan pertumbuhan laba meskipun menghadapi kondisi konsumen yang menantang. Adjusted EPS berhasil melampaui ekspektasi Wall Street, meskipun pendapatan dan comparable sales sedikit berada di bawah konsensus. Perhatian investor kini tertuju pada kemampuan McDonald’s mempertahankan margin terbaik di industrinya sambil mempercepat pertumbuhan penjualan global pada semester kedua tahun ini.
Poin Utama dari Laporan Keuangan
- Adjusted EPS tercatat sebesar US$3,38, lebih tinggi dari konsensus US$3,32.
- EPS yang dilaporkan mencapai US$3,32, naik 6% secara tahunan.
- Pendapatan meningkat 4% secara tahunan menjadi US$7,10 miliar, tetapi sedikit di bawah ekspektasi Wall Street sebesar US$7,13 miliar.
- Laba bersih naik 5% secara tahunan menjadi US$2,36 miliar, secara umum sesuai dengan estimasi analis.
- Laba operasional meningkat 3% secara tahunan menjadi US$3,3 miliar, sedikit di bawah konsensus US$3,39 miliar.
- Global comparable sales meningkat 1,3%, sedikit di bawah ekspektasi sebesar 1,39%.
- Comparable sales di Amerika Serikat naik 0,8%, lebih rendah dari perkiraan yang sedikit di atas 1%.
- Comparable sales pada segmen International Developmental Licensed atau IDL meningkat 1,9%.
- Sementara itu, segmen International Operated Markets atau IOM mencatatkan pertumbuhan 1,5%.
- Kedua hasil tersebut sedikit berada di bawah konsensus.
- Global systemwide sales naik 5% secara tahunan, atau 4% dalam mata uang konstan.
- Hasil ini menunjukkan berlanjutnya ekspansi jaringan dan ketahanan permintaan meskipun pertumbuhan penjualan toko sejenis masih moderat.
- Beban SG&A meningkat 17% secara tahunan menjadi US$817 juta.
- Sementara itu, tarif pajak efektif turun menjadi 19,5% dari 21,3% pada tahun sebelumnya.
- McDonald’s kembali menegaskan guidance tahun fiskal 2026.
- Perusahaan mempertahankan estimasi belanja modal sebesar US$3,7–US$3,9 miliar.
- Margin operasional tetap diproyeksikan berada di kisaran pertengahan hingga tinggi 40%.
- Tarif pajak efektif diperkirakan berada di kisaran 21%–23%.
- Beban bunga diproyeksikan tumbuh 4%–6%.
- Sementara itu, konversi free cash flow diperkirakan berada di kisaran rendah hingga menengah 80%.
- Perusahaan juga mengumumkan perubahan kepemimpinan dengan menunjuk Skye Anderson sebagai Presiden McDonald’s USA, menggantikan Joe Erlinger.
Saham McDonald’s, Interval D1
Saham McDonald’s masih berada lebih dari 25% di bawah rekor tertingginya yang berada di sekitar US$340. Koreksi tersebut tergolong besar untuk perusahaan dengan skala dan kualitas seperti McDonald’s. Sebagian besar penurunan terjadi ketika investor secara agresif merotasi modal menuju saham AI dan perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi. Apabila momentum sektor AI melambat sementara ekonomi global tetap tangguh, McDonald’s dapat memperoleh manfaat dari kembalinya preferensi investor terhadap perusahaan defensif berkualitas tinggi dengan arus kas stabil.
Di sisi lain, perusahaan masih menghadapi perlambatan pertumbuhan organik dan kejenuhan pasar di sejumlah wilayah utama. Fase ekspansi tercepat McDonald’s kemungkinan sudah berlalu. Namun, kondisi tersebut tidak berarti potensi kenaikan dari level valuasi saat ini menjadi terbatas. McDonald’s masih memiliki keunggulan kompetitif yang besar, merek global yang ikonis, serta popularitas yang terus meningkat di berbagai pasar internasional. Dari perspektif teknikal, level US$260 menjadi support utama. Sementara itu, area US$295–US$300 yang berdekatan dengan EMA 200 hari, ditunjukkan oleh garis merah, menjadi zona resistance utama terdekat.

Sumber: xStation5
Dalam lima tahun terakhir, McDonald’s secara konsisten meningkatkan pendapatan dan laba bersih. Namun, tingkat pertumbuhannya tetap moderat dan jauh lebih stabil dibandingkan sebagian besar perusahaan teknologi besar. Salah satu karakteristik utama bisnis McDonald’s adalah kemampuannya mempertahankan profitabilitas yang sangat tinggi meskipun pertumbuhan pendapatan relatif terbatas. Hal tersebut mencerminkan kekuatan merek dan skalabilitas model bisnis berbasis waralaba.
ROIC perusahaan tetap berada pada level yang sangat tinggi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa setiap tambahan modal yang diinvestasikan masih menghasilkan imbal hasil bagi pemegang saham di atas rata-rata. Pada saat yang sama, margin free cash flow tetap konsisten kuat. Kondisi tersebut memberikan kapasitas yang cukup besar untuk membiayai dividen, pembelian kembali saham, dan investasi berkelanjutan tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap neraca keuangan.
Namun, perlu diperhatikan bahwa pertumbuhan pendapatan melambat dalam beberapa kuartal terakhir. Kondisi tersebut umum terjadi pada merek global matang yang telah memiliki penetrasi pasar tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penciptaan nilai pada masa depan akan semakin bergantung pada efisiensi operasional, inisiatif penjualan digital, dan ekspansi internasional, bukan pertumbuhan jumlah gerai yang cepat.
Dari sisi fundamental, McDonald’s tetap menjadi contoh klasik perusahaan compounder. Artinya, perusahaan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui kualitas bisnis yang tinggi, kemampuan menghasilkan kas secara berkelanjutan, dan disiplin alokasi modal meskipun pertumbuhan pendapatan tidak terlalu agresif. Valuasi McDonald’s juga menunjukkan bahwa pasar masih memandang perusahaan sebagai bisnis berkualitas premium. Saham saat ini diperdagangkan pada TTM P/E sekitar 22,4 kali. Sementara itu, forward P/E turun menjadi sekitar 21,1 kali, yang menunjukkan bahwa investor masih memperkirakan pertumbuhan laba selama 12 bulan mendatang. Meskipun valuasi tersebut tidak murah secara absolut, levelnya masih dapat dibenarkan oleh margin operasional yang sangat tinggi, arus kas yang dapat diprediksi, dan model bisnis yang tangguh. Perusahaan berkualitas tinggi seperti McDonald’s biasanya diperdagangkan dengan premium valuasi dibandingkan pasar saham secara luas. Investor bersedia membayar lebih untuk keunggulan kompetitif yang bertahan lama dan kemampuan menciptakan nilai jangka panjang secara konsisten.

Sumber: XTB Research
McDonald’s telah mempertahankan salah satu tingkat profitabilitas operasional tertinggi di industri restoran global selama bertahun-tahun. Kinerja tersebut sebagian besar didukung oleh model bisnis berbasis waralaba. Grafik menunjukkan bahwa EBITDA dan EBIT tetap berada dekat level tertinggi historis, meskipun pertumbuhan pendapatan melambat dalam beberapa kuartal terakhir. Margin EBIT saat ini berada di sekitar 45%. Artinya, hampir setengah dari setiap dolar pendapatan masih tersisa setelah seluruh biaya operasional dibayarkan. Profitabilitas tersebut mencerminkan pricing power yang sangat kuat, ekuitas merek yang tinggi, dan efisiensi operasional yang luar biasa. Kondisi itu tetap bertahan meskipun perusahaan menghadapi kenaikan biaya tenaga kerja dan bahan makanan.
Pada saat yang sama, pertumbuhan EBIT belakangan tertinggal dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan telah memasuki tahap yang lebih matang dalam siklus bisnisnya, ketika menjaga margin menjadi prioritas lebih besar dibandingkan ekspansi agresif. Bagi investor, poin utamanya adalah McDonald’s terus menghasilkan arus kas operasional yang sangat stabil dan profitabilitas terdepan di industrinya meskipun pertumbuhan penjualan moderat. Karakteristik tersebut menjadikan McDonald’s contoh klasik bisnis berkualitas tinggi yang nilai intrinsiknya lebih banyak ditentukan oleh prediktabilitas dan ketahanan laba daripada pertumbuhan pendapatan yang cepat.

Sumber: XTB Research
Pfizer Mulai Lepas dari Ketergantungan COVID
Palantir Naik 15%, tapi Valuasinya Ekstrem
AMD Harus Buktikan Reli AI Belum Berlebihan
Bukti Monetisasi AI Mulai Terlihat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.