23.10 · 14 September 2026

Michael Burry Kurangi Posisi Bearish, Sinyal Berubah Arah?

Michael Burry kembali mempublikasikan pembaruan portofolionya pada 9 September. Apakah perubahan terbaru ini hanya bagian dari manajemen risiko rutin, atau justru menandakan langkah yang lebih besar?

Dari perubahan posisi tersebut, hal pertama yang terlihat adalah penurunan moderat tetapi cukup jelas dalam keyakinan Burry terhadap arah proyeksi sebelumnya. Pengurangan yang cukup signifikan terlihat pada posisi short terhadap perusahaan teknologi secara luas, khususnya yang memiliki keterkaitan erat dengan AI.

Melalui profil media sosialnya, Burry menjelaskan bahwa keputusan tersebut bertujuan membatasi penurunan nilai opsi akibat berjalannya waktu.

  • Ia masih mempertahankan posisi “put” pada Palantir dan ETF QQQ dengan jatuh tempo pada 2027.
  • Posisi long terbesar Burry tetap berada di Lululemon, Molina Healthcare, dan MercadoLibre.
  • Dari sisi bearish, Oracle, Palantir, dan Nebius menjadi posisi utama. Posisi yang lebih kecil, juga dalam bentuk “put”, mencakup Nvidia dan ETF sektor semikonduktor.
  • Burry tidak mengungkapkan alokasi persentase terbaru maupun besarnya pengurangan posisi.

Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali

Tanpa memberikan kritik berlebihan, portofolio Michael Burry merupakan studi kasus yang menarik dari beberapa sisi. Salah satunya adalah eksposur besar terhadap Lululemon.

Burry sudah secara terbuka berinvestasi di perusahaan tersebut sejak Q2 2025. Saat itu, harga saham telah turun sekitar 50% dari level tertingginya, yang secara sekilas dapat terlihat sebagai peluang.

Dengan mengamati posisi tersebut, ada dua pelajaran yang cepat terlihat:

  1. Jika suatu saham terlihat murah, biasanya ada alasan yang mendasarinya.
  2. Meski suatu saham sudah murah, harganya masih bisa turun jauh lebih dalam.
 

Burry menilai Lululemon memiliki prospek untuk melakukan comeback besar, dengan membandingkannya dengan perusahaan seperti Abercrombie & Fitch atau Ralph Lauren. Namun, arah perusahaan, baik dari sisi fundamental maupun pergerakan harga di grafik, masih menunjukkan tren penurunan yang kuat.

Meski begitu, Burry tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut dan telah mengakui bahwa outlook perusahaan semakin memburuk.

Sisi lain dari portofolionya justru jauh lebih menarik. Palantir dan Nvidia dikategorikan sebagai perusahaan “hyper-growth” karena mampu mencatat pertumbuhan revenue yang sangat cepat sambil mempertahankan margin tinggi.

Kesalahan terbesar Burry dalam kasus ini adalah terlalu fokus mencurigai adanya fraud akuntansi yang tidak dapat dibuktikan, alih-alih mengakui setidaknya sebagian bahwa thesis sebelumnya mungkin keliru.

 

Oracle dan Nebius memberikan pelajaran lain. Seperti yang disoroti Burry, perusahaan-perusahaan ini memang menghadapi persoalan nyata terkait tingkat utang serta besarnya amortisasi dan depresiasi.

Masalahnya, thesis Burry terhadap kedua saham tersebut sangat bergantung pada skenario risiko yang cukup ekstrem benar-benar terjadi, tanpa menjelaskan jalur yang dapat diverifikasi mengenai bagaimana skenario tersebut bisa terwujud.

Kesimpulan

Dalam positioning terbaru Burry, memang mungkin terlihat tanda-tanda kapitulasi dan, jika ditarik lebih jauh, potensi mendekatnya “puncak” valuasi yang kemudian diikuti repricing tajam. Namun, interpretasi seperti itu terlalu ekstrem.

Rebalancing portofolio saat ini lebih menunjukkan sikap hati-hati dan kekhawatiran terhadap sektor teknologi, sekaligus pengakuan bahwa momentum pasar masih bergerak berlawanan dengan thesis bearish. Pada saat yang sama, faktor fundamental yang bisa membenarkan koreksi juga belum muncul sebagai katalis yang cukup kuat untuk mengubah sentimen pasar.

Di sisi “growth”, bahkan investor berpengalaman yang memiliki keyakinan tinggi terhadap manajemen perusahaan tidak dapat mengabaikan hasil yang terus melemah jika kinerja tersebut bertentangan dengan skenario yang sudah dipricing oleh pasar.

Mengurangi posisi long maupun short dapat diartikan sebagai upaya meningkatkan fleksibilitas di tengah ketidakpastian. Penjualan sebagian posisi put juga menyoroti pentingnya timing, karena bahkan penilaian bahwa suatu saham terlalu mahal bisa tetap menghasilkan kerugian jika penurunan harga baru terjadi setelah kontrak opsi kedaluwarsa.

15 September 2026, 01.00

Daily Summary: Nasdaq Pangkas Rugi, Yield AS Tembus 5%

11 September 2026, 21.02

US Open: Wall Street Rebound Usai CPI

11 September 2026, 20.08

Oracle Kuat, Tapi Pasar Belum Sepenuhnya Yakin

11 September 2026, 16.40

Silicon Valley Mulai Panik Soal AI. Dan Itu Bukan Candaan.

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.