Pembangunan infrastruktur selalu bergerak dalam siklus. Hal ini terjadi karena proyek-proyek besar membutuhkan kondisi dan justifikasi yang tepat, seperti ketersediaan pendanaan maupun sinergi dengan kondisi ekonomi yang lebih luas. Faktor-faktor tersebut muncul secara berulang dalam suatu siklus.
Prinsip yang sama berlaku untuk pembangunan jalan, jalur kereta api, sekolah, rumah sakit, hingga infrastruktur teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Meskipun jangka waktu, skala, dan sumber pendanaannya berbeda, mekanisme dasarnya tetap sama.
Karena itulah perusahaan yang memproduksi komponen komputer, termasuk memori DRAM, juga merupakan bisnis yang bersifat siklikal.
Pasar saat ini ingin melihat tren AI sebagai pemutus pola tersebut. Namun, sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa "kali ini berbeda."
Selain itu, penurunan valuasi belakangan ini menunjukkan bahwa pasar mulai memperhitungkan bukan berakhirnya siklus, melainkan potensi kekurangan pasokan memori yang lebih ringan pada periode 2027 hingga 2030.
Namun, dari sudut pandang teknikal, bahkan ekspektasi pasar saat ini masih bisa tergolong terlalu optimistis.
Tidak Semua Memori Memiliki Karakteristik yang Sama
Pertanyaan utama mengenai industri memori bukanlah apakah siklus akan kembali terulang, melainkan kapan dan bagaimana siklus tersebut akan terjadi.
Tanpa disadari, valuasi saat ini sebenarnya sudah cukup terbebani oleh kekhawatiran terhadap keberlanjutan pertumbuhan laba. Namun, risiko kesalahan proyeksi juga masih sangat tinggi.
Salah satu asumsi yang keliru adalah anggapan bahwa pasokan memori baru akan meningkat setelah pabrik-pabrik baru mulai beroperasi.
Faktanya tidak demikian.
Pasokan HBM (High Bandwidth Memory) seharusnya tidak diukur berdasarkan nilai dolar, melainkan berdasarkan jumlah bit yang dapat diproduksi.
Pasokan bit secara efektif dapat meningkat melalui peningkatan yield produksi, perubahan komposisi produksi, penggunaan node fabrikasi yang lebih kecil, peningkatan teknologi packaging HBM, serta ekspansi kapasitas di China.
Pada saat yang sama, optimasi software AI juga mulai melemahkan hubungan langsung antara pertumbuhan kebutuhan komputasi dengan permintaan memori.
Saat ini, HBM menyumbang sekitar 20% dari total volume wafer silikon global dan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 30% pada akhir 2027.
Sementara itu, kontribusi HBM terhadap total pengiriman bit DRAM global saat ini sekitar 10% dan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 15% dalam beberapa tahun ke depan.
Hal ini penting karena menunjukkan bahwa optimalisasi proses produksi saja sudah mampu meningkatkan pasokan bit beberapa persen, yang berpotensi menghilangkan sebagian besar kekurangan pasokan yang saat ini diperkirakan pasar.
Kelemahan lain dalam proyeksi industri memori dan semikonduktor saat ini berasal dari China.
CXMT saat ini memiliki kapasitas produksi sekitar 300.000 wafer per bulan dan berencana meningkatkannya menjadi sekitar 600.000 wafer per bulan dalam beberapa tahun mendatang.
Pada saat yang sama, produsen China memiliki sejumlah keunggulan.
- Tidak perlu terlalu mengkhawatirkan margin keuntungan.
- Tidak harus bersaing memperebutkan modal investasi.
- Tidak perlu bersaing di segmen teknologi paling mutakhir karena cukup mengambil pangsa pasar memori generasi sebelumnya.
Model AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan komponen perangkat keras yang digunakan untuk menjalankannya.
Teknik kompresi baru, efisiensi komputasi, serta perubahan arsitektur AI sudah cukup untuk mengurangi kebutuhan memori secara signifikan.
Pada masa lalu, kombinasi berbagai inovasi di luar industri HBM telah berhasil menurunkan biaya dan mengurangi bottleneck hingga berkali-kali lipat.
Karena itu, tidak realistis mengharapkan proses tersebut tiba-tiba berhenti, sehingga perusahaan memori mampu mempertahankan pertumbuhan dan margin yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan mengorbankan seluruh ekosistem teknologi lainnya.
Contracts
You also need to look at accounting policy and the complexity of memory supply contracts, because this is the aspect the market seems to understand the least. Many contracts signed by, for example, Micron include a range of clauses on maximum and minimum prices, deposits, and CAPEX financing. What does this mean in practice?
Maximum and minimum prices protect both suppliers and customers. The market likes volatility, but companies do not necessarily.
Optimization of production solutions and AI models will support supply, but the impact on contracts will be delayed.
When new production capacity actually enters operation, revenues can suddenly and drastically fall without warning, masked by earlier contract tranches that are disconnected from market realities.
Kontrak Menjadi Faktor yang Sering Diabaikan Pasar
Investor juga perlu memperhatikan kebijakan akuntansi dan kompleksitas kontrak pasokan memori, karena aspek inilah yang tampaknya paling sedikit dipahami oleh pasar.
Banyak kontrak yang ditandatangani produsen seperti Micron mencakup berbagai ketentuan mengenai harga maksimum dan minimum, uang muka, hingga pembiayaan belanja modal (capital expenditure atau CAPEX).
Apa artinya dalam praktik?
Harga minimum dan maksimum memberikan perlindungan bagi pemasok maupun pelanggan.
Pasar menyukai volatilitas, tetapi perusahaan justru cenderung menghindarinya.
Optimalisasi proses produksi serta perkembangan model AI memang akan meningkatkan pasokan memori.
Namun, dampaknya terhadap kontrak penjualan akan muncul dengan jeda waktu.
Ketika kapasitas produksi baru akhirnya mulai beroperasi, pendapatan perusahaan dapat turun secara tiba-tiba tanpa banyak peringatan karena sebelumnya masih ditopang kontrak lama yang tidak lagi mencerminkan kondisi pasar saat ini.
Tech Stack AI Menjadi Faktor Penting
Tech stack merupakan kumpulan berbagai lapisan teknologi yang mendukung proses pembangunan, pelatihan, hingga penggunaan model AI.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Compute layer
- Data layer
- Software layer
- Energy layer
- Cloud layer
- Dan berbagai lapisan teknologi lainnya.
Inti dari pembahasan ini adalah bahwa permintaan memori tidak hanya bersifat siklikal, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan seluruh komponen dalam ekosistem teknologi tersebut.
Saat ini, banyak investasi di berbagai bidang tertunda akibat terbatasnya pasokan memori.
Kondisi tersebut kini mulai diatasi dari sisi pasokan.
Akibatnya, bottleneck berpotensi bergeser ke bagian lain dalam ekosistem AI dan berbagai lapisan teknologi lainnya.
Hal tersebut bukan sekadar spekulasi.
Laporan keuangan terbaru IBM menunjukkan kondisi tersebut secara cukup jelas.
Beberapa lapisan teknologi lain, seperti switch jaringan maupun software, justru masih mengalami kekurangan investasi.
Pada tahap berikutnya dalam siklus investasi, kondisi tersebut dapat memicu bottleneck baru yang kemudian mendorong penumpukan persediaan modul memori.
Artinya, kekurangan pasokan memori yang terjadi saat ini bukan hanya berpotensi menghilang meskipun investasi terus meningkat.
Bahkan, pasar memiliki peluang besar untuk berbalik mengalami surplus jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan banyak investor.
Jika hal tersebut terjadi, maka valuasi forward saat ini bukanlah peluang investasi, melainkan sinyal peringatan terhadap skenario yang telah berulang kali terjadi dalam sejarah industri semikonduktor.
Analisis Teknikal Saham Micron (D1)
Dari sisi teknikal, kondisi saham Micron secara keseluruhan masih tergolong positif. Valuasi saham masih berada sekitar 150% di atas titik terendah pada Maret tahun ini. Koreksi sekitar 35% dari puncak harga berhasil tertahan di area Fibonacci retracement 100% dari gelombang penurunan pada akhir Mei. Harga juga masih diperdagangkan jauh di atas moving average 100 periode dan 200 periode, yang keduanya masih menunjukkan tren naik yang kuat. Level krusial untuk menjaga momentum kenaikan selanjutnya adalah kemampuan saham bertahan di atas area US$800. Sumber: xStation5
US OPEN: US100 Turun, Saham Teknologi Kembali Tertekan
Netflix Turun 9% Usai Outlook Q3 Gagal Penuhi Ekspektasi
Market Wrap: Saham AI Tertekan, Netflix Turun Usai Outlook Lemah
US Open: Wall Street Tertekan, Saham Chip Kembali Melemah
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.