15.21 · 1 Juni 2026

Minyak Brent Melonjak di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Harga minyak Brent (OIL) naik hampir 3% hari ini dan diperdagangkan di sekitar USD 93,86 per barel, dengan rentang perdagangan harian antara USD 92,52 hingga USD 94,20 per barel. Kenaikan ini terutama dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, menyusul aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran serta laporan mengenai pengunduran diri Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang mengguncang pasar komoditas.

Lingkungan Fundamental

Faktor geopolitik kembali mendominasi pergerakan harga minyak. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kini memasuki bulan keempat tanpa adanya terobosan diplomatik yang berarti. Angkatan Laut AS saat ini hanya mengawal sekitar 70 kapal per minggu melalui Selat Hormuz, jauh di bawah rata-rata sebelum konflik yang mencapai lebih dari 100 kapal per hari. Menariknya, sepanjang Mei harga minyak justru mencatat penurunan bulanan terbesar dalam setahun terakhir, hampir 17%, karena pasar sebelumnya memperhitungkan kemungkinan tercapainya kesepakatan antara kedua negara.

Kini sentimen tersebut mulai berbalik setelah muncul kekecewaan terhadap proses negosiasi dan laporan baru terkait aktivitas militer di kawasan. Dua faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak hari ini adalah:

  • Laporan serangan terhadap Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait.
  • Rumor mengenai pengunduran diri Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Dalam surat yang dikirim pada hari Minggu, Pezeshkian menegaskan bahwa presiden dan pemerintah secara efektif telah dikesampingkan dari proses pengambilan keputusan paling penting di negara tersebut. Menurutnya, kekosongan kekuasaan yang muncul memungkinkan faksi-faksi di dalam Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengambil alih kendali nyata atas negara.

 

Secara teknikal, minyak masih diperdagangkan di bawah EMA 50 hari yang berada di sekitar USD 98,28 per barel. Kondisi ini menunjukkan bahwa penjual masih mendominasi tren jangka menengah dan setiap upaya kenaikan harga masih menghadapi tekanan kuat. Penurunan dari area puncak Maret di sekitar USD 110 per barel berlangsung secara bertahap hingga harga mencapai area saat ini, tepat di sekitar EMA 100 hari pada USD 91,09 per barel. Level ini menjadi area teknikal yang sangat penting karena dalam beberapa bulan terakhir EMA 100 berulang kali menjadi penopang harga saat kondisi oversold terjadi. Saat ini level tersebut kembali diuji dari atas. Sementara itu, indikator RSI berada di 41,47, menunjukkan bahwa pasar belum memasuki area oversold ekstrem yang biasanya memicu rebound kuat. Namun indikator tersebut mulai mendekati zona yang secara historis menarik minat beli.

Profil volume juga menunjukkan bahwa konsentrasi transaksi terbesar dalam beberapa bulan terakhir berada pada kisaran USD 100–105 per barel. Artinya, jika harga ingin kembali ke area tersebut, minyak tidak hanya harus menembus EMA 50 hari, tetapi juga melewati zona padat transaksi historis yang berpotensi menjadi hambatan besar bagi para pembeli. Dengan kata lain, area tersebut akan menjadi ujian utama bagi kelanjutan tren bullish minyak dalam beberapa pekan mendatang. Sumber: xStation5

1 Juni 2026, 21.48

BREAKING: Iran Hentikan Dialog dengan AS

1 Juni 2026, 12.40

Market Wrap: AI dan Timur Tengah Jadi Fokus Pasar Pekan Ini

1 Juni 2026, 00.26

Data AS dan AI Jadi Ujian Berikutnya bagi Wall Street

29 Mei 2026, 23.19

UPDATE: Iran Bantah Klaim Trump, Harga Minyak Berbalik Naik

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.