Futures Nasdaq 100 (US100) naik sekitar 1% hari ini, didorong oleh ekspektasi bahwa keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran akan secara bertahap dikurangi. Donald Trump mengindikasikan bahwa ia terbuka untuk menarik AS dari konflik bahkan sebelum blokade Selat Hormuz dicabut. Selain itu, daftar tujuan operasional yang disampaikan kemarin oleh Marco Rubio tidak mencakup pembukaan kembali Selat tersebut, melainkan lebih berfokus pada penghancuran kemampuan rudal Iran, basis industri, dan aset angkatan lautnya. Namun demikian, masih belum jelas apakah ini hanya merupakan posisi strategis untuk mengecoh lawan, atau apakah AS benar-benar mempertimbangkan de-eskalasi dengan menjauh dari tujuan yang lebih “maksimalis”.
Jika melihat grafik US100, tekanan jual jelas mendominasi dalam beberapa puluh jam terakhir. Ketika dibandingkan dengan pergerakan serupa sebelumnya, setiap fase penurunan dengan skala yang sama cenderung diikuti oleh rebound jangka pendek berbentuk V. Jika pola ini kembali terulang, US100 berpotensi naik menuju level 24.000 sebelum menghadapi ujian yang lebih serius terhadap momentum bullish. Di saat yang sama, volatilitas tetap tinggi, dan Wall Street masih sangat sensitif terhadap perkembangan di lapangan, di mana tanda-tanda de-eskalasi masih terbatas. Militer Israel menyatakan kesiapan untuk melanjutkan operasi selama beberapa minggu ke depan, sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa tidak ada “batas waktu” untuk serangan lanjutan.

Sumber: xStation5
Setelah perang Iran: Skenario & Dampak pasar global
BREAKING: IRGC ancam Microsoft, Apple & Alphabet ⚔️
Zona Hijau di Wall Street
BREAKING: Pasar tenaga kerja AS melemah, kepercayaan naik