14.38 · 17 Juli 2026

Nasdaq Koreksi Lagi, Fokus ke AI

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • US100 turun 1,5% di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan aksi jual pada saham momentum.
  • Saham Netflix anjlok 9% setelah laporan earnings perusahaan mengecewakan investor.
  • Sektor semikonduktor mencatat kinerja yang jauh lebih lemah dibandingkan pasar secara luas.

Indeks-indeks AS memasuki paruh kedua Juli dalam kondisi yang lebih lemah. Perubahan ini terlihat paling jelas pada Nasdaq, ketika perusahaan teknologi dengan bobot terbesar juga termasuk di antara saham yang mengalami penurunan paling tajam.

Dalam beberapa pekan terakhir, sentimen investor secara bertahap beralih dari perusahaan yang memperoleh manfaat langsung dari belanja infrastruktur kecerdasan buatan, khususnya pemasok perangkat keras seperti produsen semikonduktor dan chip memori, termasuk Micron, Samsung, dan SK Hynix.

Pasar semakin mempertanyakan apakah hyperscaler telah membangun infrastruktur AI secara berlebihan. Kekhawatiran tersebut memicu koreksi tajam pada segmen paling spekulatif dalam perdagangan saham AI.

  • Saham hyperscaler masih menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan produsen perangkat keras. Namun, rotasi sektor yang sedang berlangsung belum cukup kuat untuk mengimbangi aksi jual pada saham semikonduktor. Akibatnya, risiko konsentrasi pasar mulai terlihat nyata. Pada saat yang sama, kenaikan kembali harga minyak dan meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran menambahkan dimensi makroekonomi yang lebih luas terhadap pelemahan pasar.
  • Kemarin, Amerika Serikat kembali menegaskan bahwa blokade Selat Hormuz telah sepenuhnya diberlakukan kembali, sementara aksi militer antara Teheran dan Washington masih terus berlangsung. Harga minyak telah naik sekitar 20% dari level terendah terbaru. Meskipun data CPI dan PPI AS pada Juni lebih baik daripada perkiraan Wall Street, data tersebut hanya memberikan sedikit kelegaan terhadap kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat kembali meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
  • Musim earnings AS secara keseluruhan masih terlihat solid, meskipun terdapat beberapa kekecewaan seperti laporan terbaru Netflix. Pada saat yang sama, kekhawatiran meningkat bahwa produsen semikonduktor mungkin mulai memasuki siklus penurunan berikutnya. Semakin besar kemungkinan tersebut diperhitungkan oleh investor, semakin agresif pula rotasi modal keluar dari saham yang terkait dengan kecerdasan buatan.

Meta Platforms baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan bisnis baru yang berfokus pada penjualan kapasitas komputasi AI yang tidak terpakai. Setelah pengumuman tersebut, investor mulai menilai kembali apakah hyperscaler seperti Amazon, Meta, Microsoft, Alphabet, dan Oracle telah melakukan investasi berlebihan pada infrastruktur AI. Pasar juga mempertanyakan apakah kondisi tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan perusahaan-perusahaan tersebut menurunkan rencana belanja modal dalam beberapa kuartal mendatang. Keranjang saham High Beta Momentum milik Goldman Sachs saat ini berada di jalur untuk turun sekitar 23% sepanjang bulan ini.

Jika terealisasi, penurunan tersebut akan menjadi kinerja bulanan terburuk dalam 17 tahun. Keranjang tersebut mencakup saham seperti Nvidia, Super Micro Computer, Palantir, D-Wave Quantum, dan Navitas Semiconductor. Banyak dari saham tersebut juga merupakan pilihan favorit investor ritel dalam tema investasi AI. Namun, perlu ditekankan bahwa penurunan saat ini masih dapat terbukti hanya sebagai koreksi sementara dalam bull market jangka panjang. Fundamental utama perusahaan teknologi terkemuka masih tetap kuat.

17 Juli 2026, 14.11

Netflix Turun 9% Usai Outlook Q3 Gagal Penuhi Ekspektasi

17 Juli 2026, 12.55

Market Wrap: Saham AI Tertekan, Netflix Turun Usai Outlook Lemah

17 Juli 2026, 00.46

Daily Summary: Wall Street Turun, Saham Chip Tertekan

16 Juli 2026, 22.00

ASML Naikkan Outlook 2026, Sinyal Positif untuk Siklus AI?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.