Nasdaq 100 mencatatkan rebound kuat setelah masuk ke wilayah koreksi pada akhir Juli. Indeks yang didominasi saham teknologi tersebut turun dari rekor tertinggi 30.740 poin yang dicapai pada 2 Juni menjadi 27.257 poin pada 29 Juli. Setelah itu, Nasdaq 100 pulih hingga mendekati 30.000 poin pada 5 Agustus. Pemulihan tersebut terjadi setelah penurunan sebesar 11,3% dari rekor tertinggi sepanjang masa. Koreksi itu membantu meredakan valuasi yang terlalu tinggi dan mengurangi sebagian posisi berlebihan yang sebelumnya terbentuk pada saham AI dan semikonduktor.
Penurunan Nasdaq 100
Hasil earnings yang kuat dan kenaikan guidance dari perusahaan seperti Palantir, Amazon, serta penyedia layanan cloud utama kembali meyakinkan investor bahwa belanja terkait AI terus menghasilkan pendapatan lebih tinggi, permintaan layanan cloud yang lebih kuat, dan ekspansi pusat data yang berkelanjutan. Outlook kuat Palantir, bersama dengan membaiknya permintaan yang didorong proyek pusat data, juga membantu memperluas rebound di luar saham semikonduktor tradisional. Earnings terkait AI dan membaiknya guidance perusahaan menjadi dua pendorong utama pemulihan terbaru di sektor teknologi.

Konsentrasi Sektor Teknologi dan Semikonduktor
Perusahaan teknologi menyumbang sekitar 58,3% dari total kapitalisasi pasar Nasdaq 100.
Porsi tersebut menunjukkan tingginya sensitivitas indeks terhadap perubahan ekspektasi mengenai ekonomi digital dan kecerdasan buatan.
Perusahaan semikonduktor sendiri mencakup sekitar 30,2% dari total kapitalisasi pasar indeks.
Bobot semikonduktor sempat naik mendekati 34% pada Juni sebelum turun ke bawah 29% selama koreksi Juli.
Di satu sisi, penurunan moderat dalam konsentrasi tersebut dapat dipandang sebagai sinyal positif bagi diversifikasi.
Di sisi lain, bobot sektor yang masih tinggi menunjukkan betapa besarnya ketergantungan seluruh indeks terhadap saham semikonduktor.
Konsentrasi tersebut membantu menjelaskan dinamika harga Nasdaq 100.
Membaiknya ekspektasi terhadap infrastruktur AI dapat dengan cepat mengangkat indeks.
Sebaliknya, permintaan semikonduktor yang mengecewakan atau imbal hasil investasi AI yang lebih lemah dapat memicu penurunan yang sama tajamnya.

Lowongan Kerja Terkait AI di Pasar Tenaga Kerja AS
Permintaan kuat terhadap kecerdasan buatan juga terlihat di luar pasar keuangan.
Posisi terkait AI menyumbang sekitar 5,9% dari seluruh lowongan kerja di Amerika Serikat pada Juni 2026.
Angka tersebut meningkat dari 4,4% pada awal tahun, 2,7% pada Januari 2025, dan sekitar 1,9% pada awal 2020.
Tren tersebut menunjukkan bahwa perusahaan mulai bergerak melampaui tahap eksperimen dalam adopsi AI.
Perusahaan semakin aktif merekrut tenaga kerja untuk mengembangkan, menerapkan, dan memelihara produk serta proses bisnis berbasis kecerdasan buatan.

Market Breadth Nasdaq 100
Per 4 Agustus, sekitar 69% konstituen Nasdaq 100 diperdagangkan di atas moving average 200 hari.
Angka tersebut meningkat dari 58% pada titik terendah pasar terbaru.
Pada saat yang sama, persentase saham yang berada di atas moving average 50 hari naik dari 39% pada 23 Juli menjadi 58%.
Perbaikan tersebut menunjukkan bahwa rebound tidak hanya didorong oleh segelintir perusahaan teknologi mega-cap.
Porsi konstituen yang lebih luas mulai berpartisipasi dalam reli, sehingga meningkatkan peluang keberlanjutannya.
Namun, sekitar 42% konstituen indeks masih berada di bawah moving average 50 hari.
Kondisi itu menunjukkan bahwa meskipun situasi pasar jangka pendek telah membaik, tren naik belum sepenuhnya meluas ke seluruh indeks.

Musim earnings kuartal II sejauh ini menunjukkan hasil yang sangat kuat. Namun, ekspektasi investor tetap berada pada level yang sangat tinggi. Perusahaan dapat melaporkan pertumbuhan solid, tetapi harga sahamnya tetap dapat turun apabila guidance, margin laba, atau imbal hasil investasi AI gagal melampaui ekspektasi pasar yang sudah sangat optimistis.
Daily Summary: Nasdaq Naik 3%, AMD Hadapi Ujian Besar
US Open: S&P 500 Cetak Rekor, Chip Mulai Rebound
Bukti Monetisasi AI Mulai Terlihat
Rekor S&P 500 Ditopang Segelintir Saham
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.