13.47 · 21 Juli 2026

Nasdaq Tertekan, Saham AI dan Harga Minyak Jadi Sorotan

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Nasdaq turun sekitar 6,5% dari level tertingginya akibat melemahnya momentum saham infrastruktur AI.
  • Kenaikan harga minyak menambah tekanan terhadap sentimen pasar global.
  • ASML dan TSMC menunjukkan pertumbuhan bisnis yang tetap kuat.
  • Tesla, Alphabet, dan Intel akan menjadi fokus utama musim earnings pekan ini.

Investor semakin khawatir terhadap kenaikan harga minyak dan memperbesar tekanan terhadap momentum saham yang terkait dengan infrastruktur kecerdasan buatan.

Kondisi tersebut membebani sentimen di Nasdaq, yang kini telah turun sekitar 6,5% dari level tertingginya dan masih belum mencapai kategori koreksi teknikal ringan.

Fakta Utama

  • Saham teknologi di Asia rebound dan memimpin penguatan indeks Kospi Korea Selatan serta Nikkei 225 Jepang. Sementara itu, futures Eropa mengindikasikan pembukaan perdagangan yang lebih tinggi.
  • Laporan earnings terbaru dari ASML dan TSMC, dua perusahaan utama yang menopang bull market AI, menunjukkan momentum yang sangat kuat serta ekspansi bisnis yang terus berlangsung dengan cepat.
  • Goldman Sachs memperingatkan bahwa apabila Selat Hormuz tetap ditutup hingga akhir tahun, harga minyak Brent dapat meningkat menuju US$120 per barel.
  • Saluran diplomatik melaporkan adanya negosiasi mengenai kemungkinan gencatan senjata selama sepuluh hari. Perkembangan tersebut meningkatkan harapan terhadap meredanya ketegangan di Timur Tengah untuk sementara waktu.
  • Rasio forward P/E S&P 500 hanya sedikit berada di atas rata-rata lima tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa valuasi masih relatif dekat dengan norma historis meskipun indeks telah mencatat reli.
  • Menurut FactSet, perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan mencatat pertumbuhan EPS hampir 30% secara tahunan pada kuartal ini. Pada periode yang sama, indeks telah naik sekitar 18%.
  • Volatilitas Nasdaq 100 diperkirakan tetap tinggi pada pekan ini. Tesla dan Alphabet dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan pasar pada Rabu.
  • Menjelang sesi perdagangan Amerika Serikat, 3M dan Charles Schwab akan merilis laporan kuartalan.
  • Kalender makroekonomi Amerika Serikat hari ini relatif sepi dan tidak terdapat rilis data besar yang diperkirakan dapat mendorong volatilitas pasar secara signifikan.
  • Perhatian investor semakin beralih ke musim earnings, perkembangan hubungan Amerika Serikat-Iran, serta sentimen geopolitik yang lebih luas di kawasan Teluk Persia.
  • Intel akan merilis laporan keuangan setelah penutupan pasar pada Kamis.
  • Hasil perusahaan tersebut dapat menjadi sangat penting bagi sektor semikonduktor, yang telah berada di bawah tekanan besar selama beberapa pekan terakhir.

 

21 Juli 2026, 20.47

US Open: Saham Chip Pimpin Penguatan Pasar AS

21 Juli 2026, 18.05

General Motors Lampaui Estimasi dan Naikkan Proyeksi 2026

21 Juli 2026, 17.21

TSMC Naikkan Harga Chip, Biaya Infrastruktur AI Makin Mahal

21 Juli 2026, 12.42

Market Wrap: Futures Wall Street Rebound di Tengah Konflik Iran

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.