Kontrak futures Nasdaq 100 (US100) melonjak hampir 2,7% (+2,0% setelah pergantian kontrak) dan diperdagangkan hanya beberapa poin di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di sekitar level 30.790. Penguatan ini didorong oleh berkurangnya premi risiko geopolitik setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong arus modal kembali ke aset berisiko, terutama saham teknologi.
Sentimen Risk-On Dorong Reli Saham Teknologi
Sektor teknologi menjadi motor utama penguatan Nasdaq 100 pada sesi ini. Sektor tersebut melonjak 2,34% dan menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan indeks.
Reli dipimpin oleh saham-saham semikonduktor seperti:
- Broadcom (+4,14%)
- Nvidia (+1,94%)
Keduanya mampu mengimbangi pelemahan kecil pada Microsoft (-0,89%). Sektor lain yang turut mendukung penguatan pasar meliputi:
- Communication Services (+0,69%)
- Consumer Discretionary (+0,55%)
Amazon menjadi salah satu kontributor utama dengan kenaikan 1,97%. Sementara itu, sektor yang tertinggal meliputi:
- Energi (-2,30%)
- Kesehatan (-0,78%)
Sumber: XTB Research
Saham Semikonduktor Mendominasi Daftar Penguat
Daftar saham dengan kinerja terbaik hari ini hampir sepenuhnya didominasi oleh produsen chip dan perusahaan penyimpanan data.
-
Marvell Technology: +11.44% — Marvell menjadi saham dengan kenaikan terbesar di Nasdaq 100 dan melanjutkan tren penguatan yang sangat kuat sepanjang tahun ini.
-
Intel: +8.30% — Intel mencatat reli kuat dan berhasil menembus area resistance penting.
-
Western Digital: +8.22% — Western Digital mengikuti penguatan sektor penyimpanan data yang juga mendorong Sandisk.
-
KLA Corporation: +7.77% — KLA mencatat rebound kuat meskipun masih menghadapi tren jangka menengah yang lebih menantang.
Saham teknologi perangkat keras lain yang turut menguat:
- Micron Technology (+7,62%)
📉 Top 5 Losers
Ketika saham perangkat keras menguat, sektor perangkat lunak dan konsultasi teknologi justru mengalami tekanan.
-
Cognizant Technology Solutions: -9.17% — Menjadi saham dengan kinerja terburuk hari ini dan memperdalam penurunan sepanjang tahun.
-
Strategy: -4.55% — Tekanan jual berlanjut dan menghapus sebagian besar kinerja positif sebelumnya.
-
Palantir Technologies: -3.38% — Saham terkoreksi di tengah rotasi sektor teknologi dan valuasi yang masih sangat tinggi.
-
Datadog: -3.12% — Terkoreksi meskipun masih mencatat kinerja tahunan yang solid.
Sumber: XTB Research
Kesepakatan AS-Iran Dorong Sentimen Positif
Ketegangan geopolitik mereda secara signifikan setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Iran secara tak terduga mempercepat proses diplomasi melalui penandatanganan memorandum perdamaian sementara. Kesepakatan yang mulai berlaku pada Kamis tersebut membuka jalan bagi:
- Pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial.
- Pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyak Iran.
- Negosiasi lanjutan selama 60 hari terkait isu yang lebih kompleks seperti program nuklir Iran.
Perubahan mendadak menuju jalur diplomasi ini menghapus sebagian besar premi risiko perang yang sebelumnya menopang harga energi. Akibatnya, minyak Brent sempat turun hingga 3% menuju area US$78 per barel. Di saat yang sama, Wall Street menikmati reli karena dana yang sebelumnya dialokasikan ke aset lindung nilai energi kembali mengalir ke pasar saham. Selain itu, keputusan FOMC terbaru juga mengurangi ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter, meskipun konferensi pers perdana Kevin Warsh dinilai relatif singkat dan tidak memberikan banyak panduan baru bagi pasar.
Dolar AS Menguat Pasca-FOMC
Indeks Dolar AS (USDIDX) naik sekitar 1% sepanjang pekan ini dan mencapai level tertinggi sejak Mei 2025. Penguatan tersebut didorong oleh hasil FOMC yang dipersepsikan lebih hawkish dibanding ekspektasi sebelumnya. Di sisi lain, pasar obligasi pemerintah AS menunjukkan respons yang relatif terkendali. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun bergerak tanpa volatilitas berlebihan meskipun pasar terus menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.
Fokus Pasar Saat Ini
Pergerakan hari ini menunjukkan bahwa investor kembali memprioritaskan tema pertumbuhan dan AI setelah ketidakpastian geopolitik mereda. Yang paling menarik adalah dominasi saham semikonduktor dalam reli Nasdaq 100. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar masih melihat infrastruktur AI sebagai salah satu tema investasi paling kuat di Wall Street. Jika sentimen terhadap AI tetap positif dan ketegangan geopolitik terus mereda, Nasdaq 100 berpotensi kembali menguji dan bahkan menembus rekor tertinggi baru dalam waktu dekat.
Saham China Tertekan, Investor Beralih ke Tema AI
Market Wrap: Fed Pertahankan Suku Bunga, Wall Street Rebound
Kalender Ekonomi: The Fed Hawkish, Dolar dan Yield AS Melonjak
The Fed Hawkish: Proyeksi Inflasi Naik Tajam
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.