20.23 · 4 September 2026

NFP AS 162 Ribu, Suku Bunga Berisiko Naik

Pasar tenaga kerja AS memberikan kejutan besar pada Agustus. Nonfarm Payrolls (NFP) bertambah 162 ribu pekerjaan, jauh melampaui konsensus pasar yang hanya memperkirakan kenaikan sekitar 55 ribu.

Angka bulan sebelumnya juga direvisi secara signifikan. Data Juli yang sebelumnya menunjukkan penurunan 23 ribu pekerjaan kini direvisi menjadi penambahan 21 ribu pekerjaan.

Sementara itu, tingkat pengangguran tetap berada di 4,1%, sesuai dengan ekspektasi pasar dan tidak berubah dari bulan sebelumnya.

Pertumbuhan upah juga tetap solid. Average Hourly Earnings meningkat 0,3% secara bulanan, sesuai estimasi dan lebih tinggi dari kenaikan 0,1% pada bulan sebelumnya.

Secara tahunan, pertumbuhan rata-rata upah berada di 3,1%, sesuai dengan konsensus dan sedikit melambat dari 3,2% sebelumnya.

Pasar Tenaga Kerja AS Jauh Lebih Kuat dari Perkiraan

Angka NFP Agustus menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS memiliki momentum yang jauh lebih kuat daripada yang diperkirakan investor.

Penambahan 162 ribu pekerjaan hampir tiga kali lipat dari estimasi 55 ribu, sekaligus menjadi perubahan besar dibandingkan kekhawatiran mengenai pelemahan pasar tenaga kerja yang muncul setelah laporan sebelumnya.

Revisi data Juli juga penting. Perubahan dari kontraksi 23 ribu menjadi pertumbuhan 21 ribu menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja bulan sebelumnya tidak selemah yang sebelumnya dilaporkan.

Dengan tingkat pengangguran tetap di 4,1%, data terbaru memberikan sedikit bukti bahwa pasar tenaga kerja AS sedang mengalami pelemahan tajam.

Data NFP Mengubah Kalkulasi The Fed

Laporan ini datang pada saat yang sangat penting bagi The Fed menjelang pertemuan kebijakan 16 September.

Sebelum data dirilis, pasar berada dalam posisi yang hampir seimbang mengenai apakah The Fed akan menaikkan suku bunga atau mempertahankannya.

Christopher Waller sebelumnya memberikan sinyal yang relatif dovish dengan menyatakan bahwa suku bunga dapat dipertahankan jika data inflasi berikutnya terus membaik.

Namun, laporan tenaga kerja yang jauh lebih kuat dari ekspektasi membuat argumen untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat kembali mendapatkan dukungan.

The Fed memiliki mandat untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan tingkat ketenagakerjaan yang maksimal. Selama pasar tenaga kerja tetap kuat, bank sentral memiliki ruang lebih besar untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan tekanan terhadap inflasi melalui suku bunga yang lebih tinggi.

Pertumbuhan Upah Tetap Menjadi Faktor Penting

Meski angka payroll menjadi kejutan terbesar, data pertumbuhan upah tidak boleh diabaikan.

Average Hourly Earnings naik 0,3% secara bulanan dan 3,1% secara tahunan, keduanya sesuai dengan ekspektasi.

Pertumbuhan upah tahunan memang sedikit melambat dibandingkan 3,2% pada bulan sebelumnya, tetapi belum menunjukkan pelemahan yang cukup besar untuk mengubah gambaran pasar tenaga kerja secara keseluruhan.

Bagi The Fed, pertumbuhan upah menjadi salah satu indikator yang diperhatikan karena dapat memengaruhi tekanan inflasi, terutama pada sektor jasa.

Kombinasi antara penciptaan lapangan kerja yang kuat, pengangguran yang stabil, dan pertumbuhan upah yang masih solid membuat laporan ini cenderung memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan moneter.

Saham dan Obligasi AS Tertekan

Reaksi pasar berlangsung cepat setelah publikasi data.

Saham dan obligasi AS melemah, sementara yield Treasury meningkat karena investor kembali meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.

Dolar AS juga menguat setelah laporan tersebut.

Reaksi ini mencerminkan dilema yang sering muncul bagi pasar saham. Data ekonomi yang kuat memang menunjukkan bahwa perekonomian AS masih resilien, tetapi pada saat yang sama dapat membuat The Fed memiliki lebih sedikit alasan untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Untuk saham growth dan teknologi, kenaikan yield Treasury menjadi faktor yang sangat penting. Yield yang lebih tinggi meningkatkan tingkat diskonto terhadap laba perusahaan di masa depan dan dapat menekan valuasi saham dengan ekspektasi pertumbuhan tinggi.

Fokus Kini Bergeser ke CPI 11 September

Meski laporan NFP memberikan argumen lebih kuat bagi kubu hawkish, keputusan The Fed pada September belum sepenuhnya ditentukan.

Pasar kini akan mengalihkan perhatian ke data CPI Agustus yang akan dirilis pada 11 September.

Inflasi berpotensi menjadi bagian terakhir yang menentukan keputusan The Fed.

Jika CPI kembali menunjukkan tekanan harga yang tinggi setelah laporan tenaga kerja yang kuat, peluang kenaikan suku bunga pada September dapat meningkat secara signifikan.

Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dari perkiraan masih dapat memberikan alasan bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga, terutama karena pertumbuhan upah tahunan mulai menunjukkan perlambatan.

Data NFP Agustus pada akhirnya mengubah narasi pasar tenaga kerja AS. Kekhawatiran mengenai pelemahan tajam yang muncul setelah laporan sebelumnya kini berkurang setelah 162 ribu pekerjaan tercipta dan data Juli direvisi naik.

Bagi investor, pertanyaannya kini bukan lagi apakah pasar tenaga kerja AS terlalu lemah untuk menghadapi kenaikan suku bunga. Fokus beralih pada apakah kombinasi pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi yang masih tinggi akan cukup untuk mendorong The Fed menaikkan suku bunga pada 16 September.

 

Sumber: XTB

4 September 2026, 20.29

Emas Koreksi Usai NFP AS Menguat Drastis

4 September 2026, 20.16

NFP Hari Ini Bisa Ubah Arah Suku Bunga The Fed September

4 September 2026, 17.50

NFP Jadi Ujian Besar The Fed Setelah Warsh dan Waller Berbeda Arah

4 September 2026, 16.18

Kalender Ekonomi: NFP AS Jadi Fokus Utama Pasar Hari Ini

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.