Pertemuan The Fed pada September semakin dekat. 16 September menjadi tanggal penting yang ditandai investor karena berpotensi menentukan arah kebijakan suku bunga AS berikutnya.
Meski terdapat banyak faktor yang harus dipertimbangkan, satu pertanyaan utama menjadi perhatian pasar: apakah komite akan memutuskan kenaikan suku bunga pertama dalam lebih dari tiga tahun?
Probabilitas yang tercermin dari pasar saat ini hampir menyerupai lemparan koin. Artinya, setiap pernyataan dari pejabat The Fed dan publikasi data makroekonomi utama berpotensi memicu volatilitas pasar yang lebih tinggi dari biasanya.
Jumat lalu, komentar Gubernur Kevin Warsh di Jackson Hole meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Namun kemarin, Christopher Waller, anggota FOMC, meredakan sentimen melalui komentar yang relatif dovish.
Waller menilai proses disinflasi masih berlangsung dan kondisi inflasi inti sebenarnya terlihat lebih baik dibandingkan angka utama yang ditunjukkan beberapa indikator.
Ia mengatakan bahwa jika laporan inflasi CPI berikutnya, yang dijadwalkan pada 11 September, tidak memberikan kejutan negatif, dirinya kemungkinan akan mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan berikutnya.
Meski data inflasi masih mendominasi narasi kebijakan moneter, publikasi utama dari pasar tenaga kerja tetap memiliki peran besar, terutama setelah laporan bulan sebelumnya menunjukkan tanda-tanda pendinginan yang cukup jelas.
Perlu diingat bahwa The Fed memiliki dual mandate, yakni menjaga stabilitas harga sekaligus memaksimalkan tingkat ketenagakerjaan.
Hari ini, pasar akan menerima salah satu publikasi terpenting dari pasar tenaga kerja AS.
Data NFP Terbaru
Sebagai catatan statistik, dalam beberapa tahun terakhir data NFP cukup sering memberikan kejutan positif. Angka utama berupa perubahan jumlah tenaga kerja nonpertanian tercatat lebih baik dari ekspektasi dalam 34 dari 50 bulan terakhir.
Namun, dua bulan terakhir mematahkan pola tersebut.
Pada Juli, data menunjukkan berkurangnya 23 ribu pekerjaan, jauh di bawah perkiraan penambahan sebanyak 80 ribu pekerjaan.
Juni juga mengecewakan dengan penambahan hanya 49 ribu pekerjaan, dibandingkan ekspektasi sebesar 107 ribu.
Akibat pelemahan tersebut, rata-rata bergerak tiga bulan untuk pertumbuhan lapangan kerja turun menjadi hanya sekitar 20 ribu.
Gambar 1: NFP – Jumlah Pekerjaan Baru di Sektor Nonpertanian (2003–2026)
Sumber: XTB Research, 04.09.2026
Apa yang Akan Diperhatikan Investor Hari Ini?
Fokus investor hari ini kemungkinan tidak hanya tertuju pada angka utama NFP, tetapi juga tingkat pengangguran, yang tampaknya menjadi salah satu indikator pasar tenaga kerja pilihan bagi banyak pejabat FOMC.
Tingkat pengangguran diperkirakan tetap tidak berubah di level yang relatif rendah, yakni 4,1%.
Jika tingkat pengangguran meningkat, kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja bisa kembali muncul dan membatasi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, bahkan jika angka utama NFP relatif kuat.
Pertumbuhan upah juga akan menjadi perhatian utama.
Jika sesuai ekspektasi pertumbuhan upah melambat menjadi 3% secara tahunan, ekspektasi terhadap pengetatan moneter pada musim gugur juga berpotensi menurun.
Data yang lebih lemah dari perkiraan dapat semakin memperbesar kekhawatiran mengenai kondisi konsumen AS, yang saat ini sudah mulai terlihat cukup jelas.
Sebagian konsumsi rumah tangga kini berlangsung dengan mengorbankan tabungan. Tingkat tabungan rumah tangga AS telah turun menjadi hanya sekitar 3%, sementara pertumbuhan konsumsi juga sangat tidak merata di antara kelompok pendapatan.
Pertumbuhan konsumsi yang telah disesuaikan dengan inflasi pada kelompok 20% masyarakat AS dengan pendapatan tertinggi mencapai 3,8% pada kuartal pertama.
Sebaliknya, di kelompok 80% masyarakat lainnya, konsumsi secara praktis hampir tidak bertumbuh, yakni hanya sekitar 0,6%.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan konsumen AS secara agregat dapat menyembunyikan pelemahan yang lebih luas di sebagian besar kelompok masyarakat. Jika pasar tenaga kerja ikut memburuk dan pertumbuhan upah terus melambat, kemampuan rumah tangga mempertahankan tingkat konsumsi dapat semakin tertekan.
Bagi The Fed, kondisi ini menambah kompleksitas keputusan pada 16 September. Inflasi yang masih tinggi dapat mendukung argumen untuk kenaikan suku bunga, tetapi pasar tenaga kerja yang terus melemah akan membuat risiko pengetatan kebijakan menjadi semakin besar.
Karena itu, laporan NFP hari ini bukan hanya tentang berapa banyak pekerjaan yang tercipta. Kombinasi antara payroll, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan upah akan menjadi kunci untuk menentukan apakah pasar kembali meningkatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed atau justru mulai melihat alasan yang lebih kuat bagi bank sentral untuk menunggu.
Emas Koreksi Usai NFP AS Menguat Drastis
NFP AS 162 Ribu, Suku Bunga Berisiko Naik
NFP Jadi Ujian Besar The Fed Setelah Warsh dan Waller Berbeda Arah
Kalender Ekonomi: NFP AS Jadi Fokus Utama Pasar Hari Ini
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.