09.05 · 7 Agustus 2026

NFP AS Jadi Penentu Arah Dolar Jelang The Fed

Sorotan utama pekan ini

  • Data non-farm payrolls Juli tidak diragukan lagi menjadi sorotan utama dalam agenda pekan ini. Pasar memperkirakan jumlah lapangan kerja meningkat sebesar 80.000, dibandingkan 57.000 pada Juni, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap tidak berubah di 4,2%.
  • Namun, distribusi proyeksi terlihat sangat terkonsentrasi pada kisaran 70.000 hingga 80.000. Artinya, bahkan angka yang masih berada dalam rentang estimasi luas sebesar 10.000 hingga 140.000 dapat mengejutkan pasar jika hasilnya berada di batas bawah kelompok ekspektasi tersebut.
  • Revisi terhadap data Mei dan Juni juga akan sama pentingnya. Ekonom Citigroup dan BNP Paribas memperingatkan bahwa data JOLTS serta perbedaan yang tidak biasa antara ketenagakerjaan sektor manufaktur dan total lapangan kerja mengindikasikan risiko revisi turun, yang bahkan dapat mengalahkan dampak angka utama NFP itu sendiri.
  • Tim makro MUFG bahkan melangkah lebih jauh dengan memperkirakan penambahan hingga 125.000 lapangan kerja baru. Mereka menilai sektor rekreasi dan perhotelan kemungkinan telah diremehkan dalam data Juni, sehingga meningkatkan peluang munculnya kejutan positif sekaligus revisi naik.

Bagaimana dolar AS dapat bereaksi?

  • Konteks makroekonomi sudah mendukung dolar AS bahkan sebelum data tersebut dirilis. Kenaikan harga minyak akibat ketegangan di sekitar Selat Hormuz, ditambah serangkaian data pasar tenaga kerja yang solid, seperti penurunan pemberitahuan PHK, klaim pengangguran mingguan di bawah 200.000, serta produktivitas tenaga kerja kuartal kedua sebesar 1,4% q/q dibandingkan ekspektasi 0,7%, telah memberikan dukungan terhadap greenback. Indeks DXY pun telah mendekati level 100.
  • Jika NFP berada pada kisaran 125.000 hingga 150.000 atau disertai revisi naik, pasar dapat menilainya sebagai kejutan positif yang cukup signifikan. Kondisi tersebut berpotensi memicu aksi jual di pasar suku bunga dan memperkuat dolar AS.
  • Meski demikian, pasar suku bunga sudah berada dekat level ekstrem historis. Karena itu, dibutuhkan kejutan positif yang sangat besar agar aksi jual tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.
  • Sebaliknya, jika kembali muncul angka yang lemah tanpa revisi naik, tekanan di pasar obligasi dapat mereda. Namun, rebound dolar AS kemungkinan akan dibatasi oleh lelang Treasury yang akan datang serta data CPI pekan depan.
  • Berdasarkan komentar dari pejabat The Fed seperti Warsh, Kashkari, Logan, dan Hammack, inflasi tetap menjadi tolok ukur utama kebijakan moneter saat ini, bukan pasar tenaga kerja.

Apa yang diperkirakan dan apa yang dapat mengejutkan pasar?

  • Skenario dasar memperkirakan angka yang mendekati konsensus, yaitu sekitar 70.000 hingga 90.000, dengan tingkat pengangguran di 4,2% serta pertumbuhan upah tahunan sebesar 3,5%.
  • Hasil seperti ini kemungkinan akan mempertahankan kemungkinan kenaikan suku bunga pada September, tetapi tidak akan memicu reaksi pasar yang tajam karena sebagian besar skenario tersebut sudah diperhitungkan oleh investor.
  • Menurut CME FedWatch, probabilitas langkah The Fed telah turun menjadi 55% dari 63% pada satu pekan sebelumnya.
  • Potensi kejutan terbesar dapat muncul dari kombinasi angka utama NFP yang lebih lemah dengan penurunan tingkat pengangguran secara bersamaan menjadi 4,1%, seperti yang diperkirakan oleh sejumlah ekonom.
  • Sama pentingnya dengan angka penciptaan lapangan kerja adalah pertumbuhan upah bulanan, dengan konsensus sebesar 0,3%. Tekanan biaya tenaga kerja, bukan laju pertumbuhan lapangan kerja, saat ini menjadi prioritas bagi anggota FOMC yang bersikap hawkish, termasuk Kashkari, Logan, dan Hammack.
7 Agustus 2026, 09.24

NFP Fokus Utama Pasar, Dolar AS dan Nasdaq Siap Bergerak Tajam

7 Agustus 2026, 07.44

Market Wrap: NFP Jadi Kunci saat Minyak Kembali Melonjak

6 Agustus 2026, 18.53

Daily Summary: Yield Naik, Saham Chip Tertekan

6 Agustus 2026, 15.48

Risiko Hormuz Dorong Minyak ke US$81

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.