Nvidia kembali melakukannya: mencetak kuartal yang luar biasa sekaligus memberikan guidance yang sangat kuat. Saham perusahaan menguat setelah hasil yang melampaui konsensus Wall Street dan sekali lagi menunjukkan bahwa, bahkan dengan kapitalisasi pasar sekitar US$5,5 triliun, Nvidia masih mampu bertumbuh dengan kecepatan yang lebih lazim terlihat pada startup berukuran jauh lebih kecil.
Sudah berkali-kali Nvidia memberikan guidance yang terlihat hampir "terlalu kuat untuk dipercaya", hanya untuk kemudian melampauinya beberapa bulan setelahnya dan kembali menaikkan standar untuk laporan berikutnya. Hal yang luar biasa adalah perusahaan telah melakukan hal tersebut secara konsisten sejak 2023. Hasil dan outlook Nvidia tampaknya mengirimkan pesan yang cukup jelas: mungkin masih terlalu dini untuk meragukan bull market saham terkait AI.
Tentu saja, tidak ada pertumbuhan yang berlangsung tanpa batas. Namun, juga belum terlihat kelompok perusahaan alternatif yang memiliki posisi untuk mendapatkan manfaat dari AI dalam skala yang sebanding dengan perusahaan teknologi dan semikonduktor AS. Dan boom teknologi sebesar ini mungkin hanya muncul sekali dalam satu era.
Revenue tumbuh lebih dari 100% secara tahunan, revenue Data Center meningkat lebih cepat lagi, dan guidance revenue sebesar US$108 miliar untuk kuartal berikutnya kembali berada jelas di atas ekspektasi pasar. Manajemen juga mengindikasikan bahwa boom infrastruktur AI belum melambat: purchase commitments meningkat, infrastruktur Rubin mulai memasuki produksi, dan mitra cloud mempersiapkan jutaan GPU tambahan serta kapasitas baru dalam skala gigawatt.
Pada saat yang sama, gambaran tersebut tidak sepenuhnya bebas risiko. Operating expenses meningkat cepat, konsentrasi pelanggan tetap tinggi, dan purchase commitments yang sangat besar akan semakin membebani working capital dalam beberapa kuartal mendatang. Meski demikian, sulit untuk berargumen bahwa cerita fundamental AI mulai retak karena permintaan, cash flow, dan profitabilitas Nvidia masih terus meningkat.
Hal tersebut bukan berarti harga saham harus terus naik tanpa koreksi atau bahwa valuasi saat ini murah. Namun, hasil terbaru kembali menunjukkan bahwa pasar tidak hanya membayar sebuah mimpi.
Net income perusahaan meningkat hingga 126% YoY, sementara gross margin bertahan di 75%, hampir tidak berubah secara kuartalan meskipun skala pertumbuhannya sangat besar dan berada sekitar 2,5–2,6 poin persentase lebih tinggi dibandingkan setahun lalu. Hal ini terus menunjukkan product mix yang kuat dan pricing power yang signifikan, meskipun kompetisi sudah hadir dan secara bertahap semakin terlihat.
Pertanyaan utamanya adalah berapa lama Nvidia mampu mempertahankan laju pertumbuhan luar biasa seperti ini sebelum skalanya sendiri mulai menjadi hambatan. Inventories meningkat dari US$21,4 miliar menjadi US$31,6 miliar, sementara receivables naik dari US$38,5 miliar menjadi US$63,1 miliar.
Jika kecepatan ekspansi bisnis mulai melambat, kedua area tersebut kemungkinan menjadi salah satu tempat pertama munculnya tanda-tanda penurunan kualitas bisnis. Namun, apakah risiko tersebut sudah terlihat jelas atau menjadi sesuatu yang perlu dikhawatirkan investor saat ini? Belum.
Penjualan Data Center meningkat 117% menjadi US$89 miliar, sementara revenue dari hyperscaler melonjak hampir 29% QoQ. Hal ini mengonfirmasi bahwa platform cloud terbesar masih secara agresif memperluas infrastruktur AI, dan Nvidia tetap menjadi salah satu penerima manfaat paling langsung dari ambisi tersebut.
Laporan yang kuat ini juga memberikan tingkat kelegaan tertentu bagi pasar setelah periode yang cukup penuh tekanan. Beberapa pekan terakhir didominasi headline dan komentar yang menyatakan bahwa reli AI mulai kehilangan momentum dan modal mulai berotasi keluar dari sektor semikonduktor, mungkin secara permanen.
Kita belum mengetahui apakah laporan kali ini cukup untuk memulihkan kepercayaan investor terhadap infrastruktur AI dan memicu gelombang pembelian berikutnya. Namun, satu hal yang diketahui adalah jika perusahaan publik terbesar di dunia masih mampu menumbuhkan bisnisnya lebih dari 100% secara tahunan, mungkin masih terlalu dini untuk menyatakan bull market teknologi telah berakhir.
Big Tech masih mengeluarkan dana yang sangat besar untuk kecerdasan buatan, dan terlalu sederhana jika seluruh belanja tersebut dianggap hanya didorong oleh keserakahan atau tekanan kompetitif. Bisa jadi perusahaan-perusahaan teknologi raksasa tersebut memang memahami apa yang sedang mereka lakukan, dan triliunan dolar akan terus mengalir menuju perusahaan infrastruktur yang menopang seluruh siklus investasi AI serta ekspansi kapasitas komputasi global dalam beberapa tahun mendatang.
Nvidia tidak diragukan lagi merupakan salah satu pemenang utama dari proses tersebut, sementara forward P/E sekitar 24 kali estimasi earnings 12 bulan ke depan tidak terlihat ekstrem jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan perusahaan saat ini.
Risiko terbesar terhadap kelanjutan bull market AI justru mungkin berasal dari siklus ekonomi yang lebih luas. Namun, bahkan dari sisi tersebut, masih sulit menemukan tanda-tanda jelas mengenai keruntuhan pertumbuhan GDP global atau permintaan.
Dalam konteks tersebut, Nvidia berhasil melewati krisis Selat Hormuz dengan dampak fundamental yang relatif kecil dan tetap berada dalam posisi untuk kembali menantang all-time high harga sahamnya, mengikuti trajectory bisnis perusahaan yang terus memecahkan rekor.
Reaksi akhir pasar akan ditentukan pada sesi Wall Street besok.
Nvidia Earnings: Revenue Tembus US$96,2 Miliar, Rubin Mulai Produksi
Daily summary: Wall Street Datar Jelang Nvidia, Minyak Rebound
US Open: Wall Street Datar Jelang Nvidia dan Jackson Hole
Nvidia Earnings: Beat Saja Tak Lagi Cukup untuk Pasar
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.