Setengah Triliun Dolar dalam 24 Jam: Mengapa Wall Street Masih Belum Puas dengan NVIDIA
Saham NVIDIA melonjak 8,7% setelah laporan kuartalan yang jauh melampaui ekspektasi pasar, menambah sekitar US$442 miliar ke kapitalisasi pasar perusahaan. Namun, kejutan terbesar bukan datang dari angka kuartal sebelumnya, melainkan dari guidance satu tahun ke depan yang belum pernah diberikan perusahaan sebelumnya.

US$442 Miliar dalam Satu Hari: Rekor Kedua Sepanjang Sejarah
Pada 27 Agustus 2026, saham NVIDIA (NVDA) ditutup naik 8,7% di level US$227,98, mencetak kenaikan harian terbesar sejak April 2025. Kenaikan tersebut menambahkan sekitar US$442 miliar ke kapitalisasi pasar perusahaan dalam satu sesi perdagangan, menjadikannya lonjakan nilai pasar satu hari terbesar kedua dalam sejarah pasar saham AS, hanya tertinggal dari rekor Microsoft sebesar US$450 miliar yang tercipta kurang dari satu bulan sebelumnya.
Dengan valuasi mendekati US$5,5 triliun, NVIDIA semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia. Yang menarik, lonjakan ini sekaligus memutus tren negatif sebelumnya, ketika saham NVIDIA justru turun pada hari pengumuman laporan keuangan dalam empat kuartal berturut-turut.
Mesin Uang AI: Dari US$26 Miliar ke US$96 Miliar dalam Dua Tahun
Skala revenue kuartalan NVIDIA kini semakin sulit dibandingkan dengan standar perusahaan semikonduktor tradisional. Dua tahun lalu, pada Q1 FY2025, revenue perusahaan masih berada di kisaran US$26 miliar. Kini, angka tersebut hampir meningkat empat kali lipat menjadi US$96,2 miliar, terutama didorong oleh ledakan permintaan terhadap infrastruktur artificial intelligence.
Segmen Data Center menjadi mesin utama pertumbuhan, menyumbang sekitar 92,5% dari total revenue dan mencatat pertumbuhan 117% secara year-over-year. Kinerja ini semakin memperkuat posisi NVIDIA sebagai salah satu penyedia utama infrastruktur komputasi untuk era AI, mulai dari hyperscaler seperti Amazon, Microsoft, dan Google hingga startup AI serta proyek sovereign AI di berbagai negara.
Sumber: XTB Research Indonesia
Guidance FY2028: Sinyal Bahwa Pesta Belum Berakhir
Jika angka kuartalan sudah sangat kuat, guidance ke depan dari Jensen Huang dan CFO Colette Kress justru menjadi katalis yang lebih besar bagi rally saham.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan, NVIDIA memberikan guidance pertumbuhan revenue satu tahun ke depan, yaitu sekitar 70% untuk FY2028. Angka tersebut jauh melampaui konsensus analis yang sebelumnya hanya memperkirakan pertumbuhan sekitar 44–45%, dan secara implisit mengarah pada potensi revenue tahunan mendekati US$700 miliar.
NVIDIA juga mengungkapkan bahwa komitmen supply telah melonjak dari US$119 miliar menjadi US$279 miliar. Pada saat yang sama, perusahaan bekerja sama dengan Apollo, BlackRock, Blackstone, Brookfield, Goldman Sachs, dan KKR untuk memobilisasi lebih dari US$500 miliar modal pihak ketiga bagi pembangunan infrastruktur AI.
Key Takeaway
- NVIDIA bukan sekadar mencetak rekor. Perusahaan ini sedang mendefinisikan ulang skala bisnis semikonduktor.
- Dengan revenue kuartalan yang sudah mendekati US$100 miliar dan guidance pertumbuhan sekitar 70% untuk tahun fiskal berikutnya, Jensen Huang memberikan sinyal bahwa pembangunan infrastruktur AI masih berada dalam fase percepatan.
- Bagi investor, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah tren AI dapat bertahan, tetapi seberapa besar pasar ini masih dapat berkembang. Selama permintaan terhadap computing power terus melampaui kapasitas supply, NVIDIA tetap berada dalam posisi kompetitif yang sangat kuat.
Deal US$53 Miliar Batal, PayPal Kini Harus Membuktikan Diri
Daily Summary: Nvidia Naik 9%, Tapi Rally Nasdaq Ternyata Sangat Sempit
US Open: Nvidia Naik 7%, Tapi Rally Chip Belum Menyebar
Apakah Nvidia Sekarang Perusahaan Terbaik di Dunia?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.