Kontrak minyak Brent memperdalam penurunan, turun hingga -11% dan jatuh di bawah $90 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu bulan.
Akselerasi tekanan jual dalam sesi hari ini merupakan respons terhadap laporan terbaru dari Axios yang menyebutkan bahwa AS dan Iran sedang membahas proposal baru berupa rencana perdamaian tiga halaman. Inti dari kesepakatan tersebut dilaporkan mencakup transfer uranium Iran ke AS sebagai imbalan atas pencairan dana Iran yang dibekukan senilai $20 miliar. Hak Iran untuk terus memperkaya uranium sebelumnya menjadi titik utama kebuntuan dalam negosiasi resmi yang saat ini masih tertunda.
Namun, wawancara terbaru dengan Donald Trump menunjukkan nada yang lebih moderat, mengindikasikan adanya kemauan untuk melanjutkan dialog. Presiden AS tersebut menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata jika kedua pihak semakin mendekati kesepakatan, serta menyatakan kesiapannya untuk melakukan perjalanan ke Pakistan, lokasi pembicaraan berlangsung. Menurut Trump, negosiator dari kedua pihak dijadwalkan melanjutkan pembicaraan akhir pekan ini, dan Iran disebut “siap mengambil langkah yang sebelumnya belum dipertimbangkan.”
UPDATE TERBARU: Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, Selat Hormuz akan tetap terbuka sepenuhnya untuk kapal komersial sebagai bagian dari gencatan senjata. Trump juga mengonfirmasi pembukaan kembali tersebut.
Market wrap: Wall Street Tetap Naik Meski AS-Iran Saling Serang
Damai AS-Iran Mulai Tekan Brent
Market Wrap: Iran Picu Tekanan Pasar Global
Konflik Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.