-
Pasar Eropa menunjukkan kinerja yang cukup baik menjelang pembukaan sesi AS. Hampir semua indeks utama mencatat kenaikan yang terlihat, berada di kisaran 1%. Indeks WIG20 Polandia dan FTSE MIB Italia memimpin dengan kenaikan masing-masing 1,8% dan 1,3%. Sementara itu, FTSE 100, DAX, dan CAC 40 mengurangi kenaikan futures mereka ke sekitar 1%. Swiss dan Belanda relatif tertinggal, dengan indeks utama naik sekitar 0,8–0,9%. Indeks pan-Eropa STOXX 600 naik sekitar 0,6%.
-
Pasar menerima sinyal yang beragam dari Donald Trump terkait arah keterlibatan lebih lanjut di Timur Tengah. Presiden menyatakan kesiapan untuk mengakhiri operasi tanpa terlebih dahulu membuka kembali Selat Hormuz, sementara pada saat yang sama unit tambahan justru dikerahkan ke wilayah tersebut.
-
Investor yang fokus pada prospek ekonomi Eropa menerima sejumlah besar rilis data makro dari kawasan tersebut:
-
Penjualan ritel Jerman turun sebesar -0,6% pada Februari, mengecewakan ekspektasi kenaikan 0,2%. Tingkat pengangguran Jerman tidak berubah di 6,3%.
-
Data inflasi final dari Prancis menunjukkan kenaikan moderat menjadi 1,7% secara tahunan (y/y). Pengeluaran konsumen Prancis turun signifikan sebesar -1,4%.
-
Pertumbuhan ekonomi Inggris tercatat sesuai ekspektasi di 1% y/y.
-
Inflasi zona euro sedikit di bawah ekspektasi dan meningkat menjadi 2,5%.
-
-
Analis dari Goldman Sachs memangkas proyeksi pertumbuhan GDP zona euro menjadi 0,7% (dari sebelumnya 1,4%), dengan harga energi sebagai faktor utama.
Setelah perang Iran: Skenario & Dampak pasar global
BREAKING: IRGC ancam Microsoft, Apple & Alphabet ⚔️
Zona Hijau di Wall Street
Saham Marvell Naik usai Investasi $2 Miliar dari NVIDIA