20.08 · 11 September 2026

Oracle Kuat, Tapi Pasar Belum Sepenuhnya Yakin

Oracle merilis laporan keuangannya setelah penutupan sesi perdagangan AS pada 10 September. Manajemen berhasil membukukan hasil yang secara material lebih baik dari ekspektasi, sesuatu yang memang dibutuhkan perusahaan di tengah meningkatnya kekhawatiran investor, termasuk mengenai tingkat utangnya.

Saham Oracle naik sekitar 5–6% pada perdagangan premarket. Namun, harganya masih berada di bawah level pembukaan Kamis karena sebelum laporan earnings dirilis, saham sempat turun hingga 5,3%.

Earnings

  1. Revenue Oracle hanya bisa disebut “cukup baik” jika dibandingkan dengan skala dan ekspektasi terhadap perusahaan. Revenue mencapai US$19,34 miliar, melampaui estimasi sekitar US$19,05 miliar dan mencerminkan pertumbuhan sekitar 30% YoY.
  2. EPS dan profitabilitas memberikan kejutan yang jauh lebih kuat. Non-GAAP EPS mencapai US$1,92, dibandingkan ekspektasi sekitar US$1,73, atau meningkat sekitar 24% YoY. Namun, perlu dicatat bahwa pertumbuhan laba ini tidak sepenuhnya organik karena effective tax rate Oracle turun dari 20,5% menjadi 16,9%.

Namun, bagian paling penting justru bukan angka standar dalam laporan keuangan. Investor lebih banyak memperhatikan bisnis cloud dan remaining performance obligations atau RPO.

  • Segmen cloud secara keseluruhan tumbuh hingga 62%, berada dekat batas atas guidance manajemen. Total cloud revenue mencapai US$11,6 miliar, atau sudah mencakup lebih dari separuh total revenue perusahaan.
  • Segmen cloud infrastructure atau OCI mencatat pertumbuhan luar biasa sebesar 121% YoY. Angka ini juga menunjukkan akselerasi signifikan dibandingkan pertumbuhan 93% pada kuartal sebelumnya.
  • RPO meningkat menjadi US$664 miliar, beberapa persen di atas konsensus.

 
  • Kejutan lain datang dari free cash flow. Oracle membukukan FCF negatif US$5,4 miliar, jauh lebih baik dibandingkan ekspektasi yang mendekati negatif US$9,5 miliar.
    • Angka ini menunjukkan adanya perbaikan dalam disiplin belanja, kontrol biaya, dan pengelolaan arus kas.
  • Sesuai ekspektasi, manajemen juga menjawab pertanyaan mengenai investasi di Abilene. Dalam earnings call, Oracle menyebut 6 dari 8 gedung telah mulai beroperasi dan sekitar 75% dari kapasitas target sudah tersedia. Total kapasitas data center yang berhasil dioperasikan pada kuartal ini mencapai 850 MW.

Bagian yang paling sulit diinterpretasikan tetap berada pada laporan arus kas.

  • Oracle mengungkapkan bahwa sekitar 49% operating cash flow berasal dari pembayaran di muka pelanggan. Di satu sisi, hal ini dapat sedikit meredakan kekhawatiran mengenai risiko kredit. Namun, angka tersebut belum memberikan gambaran penuh mengenai beban ekonomi sebenarnya dari ekspansi Oracle. Tingkat cash burn yang sebenarnya baru akan lebih jelas setelah investasi yang sedang berjalan mulai beroperasi penuh.

  • Salah satu sinyal paling positif dari earnings call adalah kenaikan guidance. Proyeksi EPS tahunan dinaikkan sebesar US$0,05 menjadi US$8,10, sementara revenue kini diperkirakan mencapai setidaknya US$90 miliar.

Kesimpulan

Earnings call menunjukkan sejumlah tren positif di Oracle, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu dicermati:

  • Tidak seluruh kejutan positif mencerminkan perbaikan operasional yang benar-benar berkelanjutan atau dapat dijadikan indikator objektif untuk masa depan.

  • Free cash flow negatif yang jauh lebih kecil dari perkiraan merupakan perkembangan positif. Namun, pertanyaan utamanya adalah apakah Oracle mampu mempertahankan tren tersebut ketika belanja infrastruktur tetap tinggi.
  • Perusahaan dapat menunjukkan kemajuan nyata dalam mengoperasikan investasi baru. Namun, detail mengenai kualitas dan economics dari kapasitas tersebut masih terbatas. Cloud revenue tumbuh sangat kuat, tetapi kualitas pertumbuhan tersebut masih sulit dinilai secara menyeluruh.
  • Backlog Oracle sangat besar, tetapi investor belum mendapatkan gambaran lengkap mengenai konsentrasi pelanggan, kualitas pelanggan, serta rata-rata waktu yang dibutuhkan hingga kontrak tersebut benar-benar berubah menjadi revenue dan arus kas.
  • Untuk saat ini, manfaat dari ekspansi besar-besaran Oracle masih belum sepenuhnya terlihat dalam kualitas arus kas maupun return dari investasinya. Karena itu, hasil yang kuat ini belum cukup untuk sepenuhnya menghapus kekhawatiran investor terhadap posisi keuangan perusahaan.
11 September 2026, 21.02

US Open: Wall Street Rebound Usai CPI

11 September 2026, 16.40

Silicon Valley Mulai Panik Soal AI. Dan Itu Bukan Candaan.

10 September 2026, 23.38

Oracle: AI Tumbuh Kencang, Tapi Utang Jadi Risiko Utama

10 September 2026, 21.49

Stock of the Week: Broadcom Targetkan Revenue AI US$230 Miliar pada 2028

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.