Oracle (ORCL.US), salah satu penyedia perangkat lunak terbesar di dunia, telah memulai putaran baru pemutusan hubungan kerja (PHK) yang memengaruhi ribuan karyawan. Hingga Mei 2025, perusahaan ini mempekerjakan sekitar 162.000 orang, dan meskipun belum ada komentar resmi dari perusahaan, konteks di balik keputusan ini sudah sangat jelas. Oracle telah lama berinvestasi besar dalam infrastruktur pusat data yang mampu menangani tugas kecerdasan buatan, dan peningkatan belanja modal ini harus dibiayai dengan cara tertentu. Menurut laporan yang belum dikonfirmasi, PHK ini dapat berdampak hingga 30.000 karyawan.
Pada bulan September lalu, perusahaan mengungkapkan kontrak dengan OpenAI senilai lebih dari $300 miliar, yang menyebabkan lonjakan tajam dalam kewajiban kontrak yang belum diakui hingga sebesar 359%, menjadi $455 miliar. Tidak lama setelah itu, Oracle juga mengumumkan perubahan di tingkat manajemen puncak, dengan menunjuk co-CEO baru Mike Sicilia dan Clay Magouyrk untuk menggantikan CEO sebelumnya, Safra Catz. Perusahaan ini jelas sedang menjalani restrukturisasi internal besar-besaran, menyesuaikan strukturnya dengan realitas baru di mana AI diperkirakan akan menghasilkan porsi signifikan dari pendapatannya.
Paradoks dari situasi ini sangat mencolok. Oracle melakukan PHK untuk membiayai teknologi yang secara bertahap justru menghilangkan pekerjaan tersebut. Ini bukan kasus yang terisolasi, melainkan bagian dari tren yang lebih luas di industri teknologi, di mana semakin banyak perusahaan mengambil keputusan strategis serupa. Investor relatif optimistis terhadap transformasi ini, sebagaimana tercermin dari kenaikan hampir 3% pada harga saham perusahaan hari ini. Namun, dalam jangka panjang, pasar memperhitungkan risiko persaingan di sektor AI generatif serta ketidakpastian kapan investasi infrastruktur besar akan benar-benar menghasilkan arus kas bebas di masa depan. Isu inilah yang menyebabkan saham Oracle tetap berada dalam tren penurunan saat ini.

Saham perusahaan saat ini sedang menguji batas bawah zona “value”, sebagaimana diukur oleh profil volume yang terbentuk sejak awal 2025. Tren teknikal tetap bearish. Sumber: xStation
BREAKING: IRGC ancam Microsoft, Apple & Alphabet ⚔️
Zona Hijau di Wall Street
Saham Marvell Naik usai Investasi $2 Miliar dari NVIDIA
Optimisme hati-hati di Eropa, inflasi naik