20.50 · 2 September 2026

Palo Alto Tumbuh 34%, Tapi Pasar Belum Puas dengan Kualitas Growth

Industri cybersecurity sangat kompleks dan berubah dengan cepat. Hal yang sama berlaku untuk Palo Alto Networks, salah satu pemimpin terbesar di sektor ini. Kompleksitas tersebut terlihat jelas dalam earnings call perusahaan pada Selasa.

Hasil yang dilaporkan sebenarnya bisa dikategorikan baik. Namun, kualitasnya tidak sekuat angka headline dan analisis permukaan yang mungkin terlihat. Hal ini secara tidak langsung menjelaskan reaksi pasar: meskipun revenue dan laba tumbuh serta melampaui ekspektasi, saham Palo Alto turun sekitar 2% saat pembukaan perdagangan.

Earnings

  • Revenue perusahaan mencapai US$3,41 miliar, naik 34% secara year-over-year dan sedikit di atas ekspektasi sekitar US$3,35 miliar.
  • Adjusted EPS tercatat US$1,02, dibandingkan konsensus sekitar US$0,98.
  • Remaining performance obligations atau RPO meningkat menjadi US$21,2 miliar, tumbuh sekitar 34% YoY dan melampaui guidance perusahaan sebesar US$20,9–21,0 miliar.
  • Margin free cash flow atau FCF meningkat menjadi 38,4%, naik 40 basis poin pada kuartal terakhir.

Laju pertumbuhannya memang impresif, tetapi pertumbuhan tersebut tidak sepenuhnya organik dan belum sepenuhnya menjawab kekhawatiran investor.

Perlu diingat bahwa Palo Alto Networks saat ini diperdagangkan dengan rasio P/E sekitar 300x. Pada valuasi setinggi ini, hasil yang sekadar “bagus” belum tentu cukup.

Apa yang Masih Kurang?

  • Kekecewaan pertama muncul pada operating margin non-GAAP, yang turun 70 basis poin dibandingkan kuartal sebelumnya. Penurunan ini memang tidak separah kekhawatiran sebagian investor, tetapi tetap menunjukkan adanya tantangan dalam monetisasi platform dan integrasi perusahaan yang baru diakuisisi.
  • Angka GAAP EPS terlihat jauh lebih buruk. Secara GAAP, Palo Alto mencatat total rugi bersih sebesar US$282 juta. Angka ini terlihat sangat buruk, tetapi konteksnya penting.
  • Perusahaan membukukan sekitar US$487 juta biaya stock-based compensation, US$281 juta amortisasi, serta US$524 juta yang terkait impairment atau perubahan nilai instrumen keuangan dan utang.
  • Model bisnis Palo Alto tetap terlihat sehat dan memiliki prospek menarik. Namun, jika sebagian biaya tersebut terus berulang, investor dapat mulai mengajukan pertanyaan yang lebih sulit mengenai kualitas profitabilitas perusahaan.
  • Akuisisi baru Palo Alto, yaitu CyberArk dan Chronosphere, menjadi pedang bermata dua bagi valuasi perusahaan. Diversifikasi, konsolidasi, dan ekspansi produk memang memperkuat prospek jangka panjang, tetapi pada saat yang sama memperbesar biaya dan menekan laba karena proses akuisisi serta integrasi membutuhkan modal besar.
 
 
  • Pertumbuhan revenue sebesar 34% juga dapat memberikan kesan yang sedikit menyesatkan. Sebagian besar kenaikan berasal dari akuisisi solusi dan pelanggan CyberArk serta Chronosphere, termasuk sinergi yang semakin kuat antarproduk.
  • Jika dipecah berdasarkan segmen, bisnis inti perusahaan, yaitu Network & AI, hanya tumbuh sekitar 17%. Angka ini tetap solid, tetapi jelas tidak seimpresif headline pertumbuhan revenue 34%.
  • Pertumbuhan pelanggan tetap sangat kuat. Sebagian besar platform dan solusi Palo Alto mencatat kenaikan basis pelanggan sekitar 200%, sementara pertumbuhan penjualan di subsegmen utama berada di kisaran 50% per tahun.
  • Masalah utama bukan terletak pada pertumbuhan tersebut. Tantangannya adalah cara perusahaan menyajikan data yang masih menyulitkan investor untuk membuat proyeksi berkualitas tinggi mengenai berapa besar pertumbuhan penjualan, traffic, dan pelanggan yang benar-benar dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Guidance

  • Untuk perusahaan growth seperti Palo Alto, atau setidaknya perusahaan yang ingin tetap dipersepsikan sebagai growth company, guidance memiliki tingkat kepentingan yang hampir sama dengan hasil kuartalan. Kali ini, sinyalnya kembali terlihat campuran.
  • Palo Alto mempertahankan target sebelumnya untuk mencapai US$20 miliar NSG ARR pada akhir 2030, dengan addressable market sekitar US$340 miliar pada periode yang sama.
 

Perusahaan juga menaikkan outlook untuk akhir tahun fiskal berikutnya.

Palo Alto memperkirakan revenue akan meningkat menjadi lebih dari US$14 miliar, ARR mencapai sekitar US$11 miliar, dan RPO menembus US$25 miliar.

Namun, poin yang lebih penting adalah seluruh pertumbuhan tersebut diperkirakan terjadi tanpa peningkatan margin yang berarti.

Dengan kata lain, Palo Alto masih bisa mencatat pertumbuhan kuat, tetapi profitabilitas belum ikut meningkat dalam skala yang sama. Ini menjadi kabar kurang positif dalam jangka pendek, meskipun belum cukup untuk merusak tesis investasi jangka panjang perusahaan.

Kesimpulan

Pada valuasi setinggi ini, investor tidak lagi hanya mempertanyakan apakah model bisnis Palo Alto bagus. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah apakah perusahaan mampu mempertahankan pertumbuhan luar biasa secara konsisten selama bertahun-tahun untuk membenarkan valuasi optimistis saat ini.

Palo Alto tetap menjadi salah satu pemimpin dalam industri cybersecurity yang sangat kompetitif dan terus berkembang. Kualitas bisnisnya sulit diperdebatkan.

Namun, tantangan terbesar mungkin terletak pada kecepatan dan skala pertumbuhan di masa depan.

Risiko terkait AI juga tetap menjadi faktor penting. Pasar mulai memahami bahwa AI bersifat simetris bagi perusahaan cybersecurity: teknologi ini bisa menjadi ancaman sekaligus peluang.

Masalahnya, saat ini masih sangat sulit membuat proyeksi berkualitas tinggi mengenai seberapa besar pasar cybersecurity berbasis AI akan berkembang dan berapa banyak nilai ekonomi yang pada akhirnya mampu ditangkap oleh Palo Alto Networks.

31 Agustus 2026, 22.00

Take-Two Anjlok 7%, Kebocoran GTA VI Mulai Bikin Pasar Cemas

28 Agustus 2026, 13.23

Marvell: Saat 79% Revenue Datang dari Data Center

28 Agustus 2026, 01.10

Daily Summary: Nvidia Naik 9%, Tapi Rally Nasdaq Ternyata Sangat Sempit

27 Agustus 2026, 22.55

US Open: Nvidia Naik 7%, Tapi Rally Chip Belum Menyebar

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.