12.43 · 9 Juli 2026

Pasar Global Melemah, Futures AS Menguat di Tengah Geopolitik

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Saham Asia kehilangan momentum, sementara futures AS dan Eropa menguat.
  • Harga minyak Brent naik di atas USD 79 akibat eskalasi konflik Iran.
  • Ekspektasi kenaikan suku bunga menekan emas dan obligasi global.
  • Sektor semikonduktor menguat didorong potensi kebijakan China.
  • Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz meningkatkan risiko pasokan energi.
  • Saham Asia kehilangan sebagian besar kenaikan sebelumnya dan kini hanya naik 0,1%, seiring melemahnya reli saham semikonduktor. Meskipun demikian, futures saham AS bergerak lebih tinggi, dengan US100 naik 0,6% dan US500 menguat 0,3%, sementara futures indeks Eropa mengindikasikan pembukaan yang lebih kuat.

  • Minyak mentah Brent naik lebih dari 1% ke sekitar USD 79 per barel, mencatat kenaikan harian ketiga berturut-turut setelah gelombang serangan AS lainnya terhadap Iran. Obligasi pemerintah terus melemah di Jepang, Australia, dan Selandia Baru karena pasar semakin memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut sebagai respons terhadap meningkatnya risiko inflasi.

  • Imbal hasil Treasury AS tenor 2 tahun mendekati level tertinggi tahun ini pada hari Rabu, meskipun obligasi AS secara umum diperdagangkan stabil selama sesi Asia. Sementara itu, indeks dolar AS sedikit melemah, dan Bitcoin rebound ke USD 62.500.

  • Emas turun untuk sesi keempat berturut-turut ke sekitar USD 4.050 per ons, sementara perak turun hampir 1% di bawah USD 58 per ons, karena ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi terus mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil.

  • Pengiriman melalui Selat Hormuz melambat hingga hampir terhenti setelah dua hari berturut-turut serangan AS terhadap Iran. Hal ini meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan salah satu jalur pengiriman energi terpenting di dunia, meskipun pasar saham belum sepenuhnya memasukkan risiko gangguan pasokan jangka panjang. AS juga mencabut pengecualian yang memungkinkan Teheran menjual minyak secara global setelah serangan terhadap tanker di Selat Hormuz.

  • Indeks Harga Konsumen (CPI) China pada Juni naik 1,0% YoY, di bawah konsensus 1,1% dan turun dari 1,2% pada Mei. Sementara itu, Indeks Harga Produsen (PPI) meningkat menjadi 4,1% YoY, sesuai ekspektasi dan naik dari 3,9% bulan sebelumnya. Indeks Hang Seng Hong Kong turun lebih dari 1%.

  • Hampir 400 perusahaan dalam S&P 500 ditutup melemah kemarin, meskipun indeks acuan tersebut berhasil memangkas sebagian kerugian setelah Donald Trump menyatakan bahwa ia tidak memperkirakan perang akan berlanjut.

  • Sektor semikonduktor mengungguli pasar setelah laporan bahwa China mungkin akan mengizinkan perusahaan AI terkemuka mereka membeli sejumlah terbatas prosesor Nvidia H200.

  • Apple memperluas kemitraannya dengan Broadcom, dengan nilai kesepakatan untuk komponen yang diproduksi di AS diperkirakan melebihi USD 30 miliar. Sementara itu, Meta berencana menginvestasikan sekitar USD 10 miliar dalam pusat data pertamanya di Kanada, sebagai bagian dari ekspansi infrastruktur AI.

  • Televisi pemerintah Iran melaporkan delapan ledakan di dekat kota Bandar Abbas. Menurut laporan tersebut, dua proyektil menghantam Pelabuhan Sirik, sementara dua lainnya meledak di Pelabuhan Jask. Terdapat juga laporan mengenai jembatan yang hancur di Iran timur laut, meskipun belum diverifikasi secara independen. Teheran memperingatkan potensi serangan terhadap pangkalan AS di seluruh Timur Tengah, sementara pejabat AS mengindikasikan bahwa gelombang serangan berikutnya terhadap Iran bisa lebih intens.

 

9 Juli 2026, 01.25

Daily Summary: Geopolitik Teluk Persia Guncang Pasar

9 Juli 2026, 01.20

Notulen FOMC Juni Bernada Hawkish

9 Juli 2026, 00.07

Pidato Trump di Ankara Guncang Pasar Minyak

8 Juli 2026, 22.51

Wall Street Waspada Notulen FOMC Juni

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.