22.51 · 8 Juli 2026

Wall Street Waspada Notulen FOMC Juni

 

Situasi di Wall Street menjelang publikasi notulen rapat FOMC bulan Juni hari ini sangat tegang. US500 turun sekitar 1%, dan investor kembali dihantui oleh ancaman inflasi, terutama akibat lonjakan harga minyak setelah eskalasi konflik di Timur Tengah. Selain itu, studi terbaru dari New York Fed menunjukkan bahwa hampir setengah perusahaan yang terdampak tarif masih berencana menaikkan harga lebih lanjut.

Apakah notulen hari ini akan memperdalam penurunan ini? Semuanya akan bergantung pada apakah lebih banyak anggota The Fed melihat risiko inflasi meningkat dan benar-benar membuka peluang untuk kembali menaikkan suku bunga.

Split dalam Dot-Plot: Keseimbangan Hawkish

Rapat bulan Juni menghasilkan keputusan bulat untuk mempertahankan suku bunga di 3,75%, namun dot-plot menunjukkan perpecahan yang dalam di dalam The Fed:

 

  • 9 dari 18 anggota memilih setidaknya satu kenaikan suku bunga tahun ini jika inflasi tetap di atas 2%.

  • 8 anggota memilih mempertahankan suku bunga, dan hanya 1 yang memperkirakan penurunan.

  • Kevin Warsh sendiri tidak menyerahkan proyeksinya, yang semakin menambah misteri terkait posisi sebenarnya.

 

Notulen akan menunjukkan seberapa kuat tekad kubu yang menginginkan pengetatan lebih lanjut, serta apakah perjuangan melawan inflasi (setelah lima tahun di atas target) sepenuhnya mengalahkan kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja.

Grafik menunjukkan distribusi ekspektasi suku bunga oleh anggota FOMC.

Setengah anggota FOMC melihat adanya kenaikan tahun ini, dan setengah lainnya tidak. Semua akan bergantung pada perilaku inflasi dan kondisi ekonomi. Sumber: Bloomberg Finance LP

Efek Warsh: Lebih Sedikit Kata, Lebih Banyak Volatilitas

Ketua The Fed yang baru langsung melakukan reformasi radikal dalam komunikasi bank sentral. Ia memangkas pernyataan bulan Juni dari lebih dari 300 kata menjadi sekitar 130 kata, dan sepenuhnya meninggalkan panduan ke depan (forward guidance) tradisional. Ini bisa berarti bank sentral akan lebih sedikit bergantung pada data masuk, dan lebih mengandalkan proyeksi, sehingga keputusan perubahan kebijakan moneter bisa menjadi lebih sering dan lebih sulit diprediksi.

Namun, James Bullard memperingatkan bahwa gaya baru yang menyerupai era Alan Greenspan ini dapat mendorong pasar menuju volatilitas yang lebih tinggi. Ada risiko signifikan bahwa notulen hari ini akan lebih pendek dan jauh kurang rinci dari biasanya. Bagi pasar yang sedang panik, kurangnya petunjuk yang jelas menjadi alasan ideal untuk menghindari risiko lebih lanjut.

Apakah Notulen Akan Memperdalam Penurunan Pasar Saham?

Kunci untuk menilai situasi adalah perbedaan waktu. Notulen hari ini mencerminkan kondisi pemikiran komite pada pertengahan Juni, ketika kekhawatiran terhadap inflasi yang membandel (dipicu antara lain oleh ketegangan di Iran dan harga energi) berada di puncaknya.

Apa yang terjadi setelah itu?

 

  • Sintra membawa kelegaan: Minggu lalu di simposium ECB di Sintra, Kevin Warsh melunakkan nadanya dengan menyatakan bahwa risiko inflasi baru-baru ini menurun. John Williams dari NY Fed juga menyampaikan nada serupa.

  • Posisi pasar: Trader opsi bahkan mulai bertaruh bahwa pasar terlalu hawkish, dan ekspektasi kenaikan suku bunga sebelumnya berlebihan.

  • Kembalinya eskalasi di Timur Tengah: Donald Trump mengklaim bahwa gencatan senjata tidak berlaku dan mengumumkan serangan lanjutan terhadap Iran, yang mendorong harga minyak mendekati USD 80 per barel.

 

Wall Street saat ini sudah tertekan akibat kekhawatiran inflasi yang baru, dan nada hawkish dari notulen pertengahan Juni dapat memperburuk penurunan. Pasar bisa mendapatkan bukti jelas bahwa The Fed hampir menaikkan suku bunga, dan jika harga minyak kembali naik, ekspektasi kenaikan suku bunga pada September bisa kembali menguat, meskipun langkah tersebut tidak diinginkan oleh Trump menjelang pemilu paruh waktu.

Harapan bagi pelaku pasar bullish adalah skenario di mana notulen menunjukkan komite yang lebih seimbang dan cenderung kompromi, yang dapat memberikan kelegaan pada pasar suku bunga dan mendukung saham. Selain itu, tidak adanya serangan terhadap Iran dalam waktu dekat juga dapat memperbaiki sentimen.

Namun saat ini, US500 turun lebih dari 1% dan mencatat level terendah sejak 29 Juni, menembus level 7500. Jika notulen menunjukkan dominasi kubu hawkish, penurunan ke level 7400 sangat mungkin terjadi. Sebaliknya, jika notulen lebih seimbang dan tidak ada eskalasi militer, harga dapat kembali di atas 7500 dan memberikan sinyal lanjutan tren naik.

 


 
9 Juli 2026, 01.25

Daily Summary: Geopolitik Teluk Persia Guncang Pasar

9 Juli 2026, 01.20

Notulen FOMC Juni Bernada Hawkish

9 Juli 2026, 00.07

Pidato Trump di Ankara Guncang Pasar Minyak

8 Juli 2026, 21.15

Konflik Iran-AS Bisa Picu Inflasi Panjang, Ini Dampaknya

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.