- Wall Street diperdagangkan dalam suasana hati-hati, dengan indeks utama AS bergerak di sekitar level penutupan Jumat. Pasar jelas kekurangan katalis yang cukup kuat untuk menentukan arah yang jelas.
- Investor sangat fokus pada hari Rabu, ketika laporan earnings dari empat anggota Magnificent Seven akan dirilis: Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Apple. Selain itu, Federal Reserve juga akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada hari yang sama. Pasar secara luas memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah, namun perhatian utama akan tertuju pada komentar Jerome Powell dan setiap panduan terkait arah kebijakan moneter ke depan.
- Perlu dicatat bahwa pekan lalu Departemen Kehakiman menarik kembali tindakan sebelumnya yang berkaitan dengan Ketua The Fed saat ini, meredakan spekulasi mengenai potensi perubahan kepemimpinan dan mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan nominasi Kevin Warsh.
- Di sisi geopolitik, Iran telah mengusulkan pelonggaran ketegangan di kawasan dengan mengurangi tekanan di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak paling krusial di dunia. Menurut sumber regional, proposal tersebut—yang disampaikan melalui Pakistan—mencakup pencabutan blokade AS dan de-eskalasi sebagian aktivitas militer.
- Elemen kunci dari rencana tersebut adalah menunda pembahasan program nuklir Iran ke tahap negosiasi berikutnya, yang secara efektif memisahkan upaya de-eskalasi jangka pendek dari sengketa strategis jangka panjang.
- Pada saat yang sama, Teheran juga melakukan konsultasi paralel dengan Rusia sebagai bagian dari koordinasi yang lebih luas terkait konflik regional. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga bertemu dengan Vladimir Putin di St. Petersburg, menyatakan bahwa Amerika Serikat gagal mencapai tujuan militernya, yang menurutnya meningkatkan kemungkinan dimulainya kembali negosiasi.
- Namun, Donald Trump menolak proposal tersebut dalam bentuknya saat ini, dengan menegaskan perlunya kesepakatan komprehensif yang mencakup Selat Hormuz dan program nuklir Iran, sambil tetap mempertahankan tekanan terhadap Teheran, meskipun ia juga memberi sinyal kesiapan untuk pembicaraan langsung.
- Setelah kegagalan negosiasi diplomatik, harga minyak Brent melonjak ke level tertinggi sejak 13 April, sempat menembus $100 per barel, mencerminkan meningkatnya premi risiko geopolitik akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah.
- Tekanan juga terlihat pada logam mulia, di mana emas turun sekitar 0,9% ke kisaran $4.700 per ons, sementara perak melemah lebih dari 1,5%, menguji level $75.
Wall Street kehilangan momentum?
Google Perkuat Posisi AI di Sektor Pertahanan AS
Bitcoin dalam tekanan, Coinbase menguji level resistensi penting
Kisah AI Microsoft memasuki fase baru, Pasar mengamati Azure dan earnings
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.