aham Eropa melonjak ke level tertinggi sesi pada Rabu, meskipun retorika Presiden Trump tentang tarif semakin keras dalam 24 jam terakhir. Trump menegaskan tidak akan memperpanjang tenggat 1 Agustus dan langsung memberlakukan tarif 50% untuk tembaga, serta mengancam tarif 200% untuk produk farmasi.
Meski terdengar ekstrem, pasar tidak terlalu menggubris ancaman tersebut. Justru, pasar melihat ketenangan ini bisa menjadi momen bagi Trump untuk kembali mengejutkan pasar demi memenuhi misinya untuk "Make America Great Again".
Obligasi AS Tertekan, Yield Naik
Pasar obligasi mulai stabil pada Rabu setelah aksi jual di hari Selasa. Dalam sepekan terakhir, yield Treasury AS 10 tahun naik 12 bps, sementara yield obligasi Eropa hanya naik sedikit. Ini mencerminkan bahwa kombinasi RUU Anggaran “Big Beautiful” dan tarif baru lebih membebani pasar AS.
Notulen FOMC yang akan dirilis malam ini sangat ditunggu, karena bisa memberikan sinyal apakah The Fed akan tetap bersikap hati-hati terkait kebijakan suku bunga. Data ekonomi AS yang kuat memberi ruang bagi Fed untuk menunggu dan melihat dampak tarif terhadap inflasi.
Apakah Harapan Dua Kali Penurunan Suku Bunga Pupus?
Pasar Fed Fund Futures kini memperkirakan kurang dari dua kali pemangkasan suku bunga untuk sisa tahun ini. Beberapa analis meyakini The Fed akan menahan diri, karena tarif bisa berdampak inflasi jangka menengah.
Meskipun saham AS sedikit mundur dari rekor tertinggi, futures S&P 500 tetap mengarah ke pembukaan yang lebih tinggi. Sektor farmasi justru menjadi top performer di Eurostoxx 50, karena pelaku pasar tidak percaya tarif 200% akan diterapkan sungguhan.
Apa yang Terjadi dengan Harga Tembaga?
Tarif 50% untuk tembaga ditujukan untuk mendorong industri tambang dan peleburan di AS. Namun, pasar logam telah mengantisipasi kebijakan ini lebih dulu — pengiriman tembaga ke AS mencapai rekor tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Kini muncul pertanyaan:
-
Apakah pengiriman tembaga yang sedang dalam perjalanan ke AS akan terkena tarif?
-
Apa saja bentuk tembaga yang akan dikenai tarif?
Jika tarif berlaku untuk pengiriman tersebut, harga tembaga di AS bisa melonjak. Namun jika barang dialihkan ke pasar lain, harga global bisa turun karena pasokan meningkat. Inilah penyebab perbedaan antara harga spot dan harga kontrak AS.
Volatilitas Tetap Rendah, Pasar Saham Stabil
Trump memang menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian, tapi kali ini tanpa gejolak besar. Pasar FX relatif stabil, dengan penurunan kecil pada euro dan yen. Pasar obligasi juga diam, menunjukkan investor sedang menunggu pemicu baru.
Saham AS Masih dalam Jalur Bullish
Kondisi volatilitas rendah membantu memperkuat tren naik di pasar saham. Yang menarik, kenaikan S&P 500 kali ini tidak hanya ditopang oleh saham teknologi. S&P 500 versi equal-weighted mengungguli versi market cap weighted — pertanda bahwa reli pasar cukup solid secara menyeluruh, dan akan butuh kejutan besar untuk menghentikannya.
Tiga Pasar yang Perlu Dipantau Minggu Depan (27.02.2026)
Daily summary: Awal dari Berakhirnya Disinflasi?
US Open: Kenaikan Minyak & PPI Tekan Wall Street 📉
Dell Melonjak 12% Saat AI Dorong Pertumbuhan 40% 📈