21.56 · 29 Juli 2026

Pendapatan Naik 28%, Kenapa Meta Tetap Anjlok?

Pasar sejak lama mempertanyakan apakah masih masuk akal untuk terus mengandalkan perusahaan terbesar yang terlibat dalam pengembangan kecerdasan buatan. Meta menjadi salah satu pemimpin dalam penerapan AI dan telah menghasilkan pendapatan nyata dari teknologi tersebut selama beberapa kuartal. Sebelum laporan hari ini dirilis, investor memperkirakan hasil yang sangat kuat. Pasar mengharapkan bukti bahwa laju belanja AI yang sangat agresif akan menghasilkan monetisasi yang semakin jelas.

Namun, Mark Zuckerberg justru memberikan kejutan negatif. Tidak banyak artinya bisnis iklan mampu menghasilkan arus pendapatan besar apabila laba akhirnya tergerus oleh miliaran dolar biaya hukum, pesangon karyawan, dan kebutuhan investasi server yang terus meningkat. Saham Meta awalnya turun sekitar 5% setelah laporan dirilis. Beberapa menit kemudian, penurunan melebar hingga 9% dalam perdagangan setelah pasar tutup. Tekanan tersebut juga memperdalam pelemahan kontrak Nasdaq, meskipun indeks sebelumnya sempat mencoba rebound dengan kuat.

Hasil Q2: Bisnis Iklan Kuat, tetapi Laba Mengecewakan

Dari sisi pendapatan, Meta masih menunjukkan kinerja yang sulit ditandingi oleh banyak perusahaan lain, baik di industri periklanan maupun kecerdasan buatan. Namun, semakin dalam laporan tersebut dianalisis, semakin jelas pula tekanan yang dihadapi perusahaan.

 

  • Total pendapatan: $60,80 miliar, naik 28% secara tahunan, dibandingkan ekspektasi $60,24 miliar.
  • Meta memang melampaui konsensus, tetapi selisih tersebut terlalu kecil untuk memenuhi ekspektasi pasar yang sangat tinggi.
  • Pendapatan iklan: $59,36 miliar, naik 27% secara tahunan, dibandingkan konsensus $59,07 miliar.
  • Pendapatan Family of Apps: $60,37 miliar, naik 28% secara tahunan, dibandingkan estimasi $59,77 miliar.
  • Laba operasional: $18,78 miliar, turun 8,2% secara tahunan dan jauh di bawah ekspektasi $21,50 miliar.
  • Laba operasional Family of Apps: $23,39 miliar, turun 6,3% secara tahunan, dibandingkan estimasi pasar sebesar $26,11 miliar.
  • Margin operasional: 31%.
  • Angka tersebut turun tajam dibandingkan 43% pada periode yang sama tahun sebelumnya dan berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 35,6%.
  • Laba per saham: $6,18, dibandingkan $7,14 pada tahun sebelumnya dan ekspektasi analis di kisaran $7,15–$7,22.
  • Metrik iklan dan pengguna: Impresi iklan tumbuh 14% secara tahunan, dibandingkan estimasi 14,6%.
  • Rata-rata harga per iklan meningkat 12%, sedikit di atas ekspektasi 11,7%.
  • Jumlah daily active people mencapai 3,60 miliar, sedikit di bawah perkiraan 3,61 miliar.

 

Di luar kuartal III 2025, laba kuartalan ini menjadi yang terendah sejak kuartal III 2024. Sumber: Bloomberg Finance LP dan XTB

Ke Mana Laba Meta Menghilang?

Investor dapat mempertanyakan besarnya selisih antara pertumbuhan pendapatan dan penurunan laba.

Kekecewaan EPS sebesar ini jarang terlihat pada perusahaan Big Tech. Dalam beberapa kuartal sebelumnya, hasil yang hanya sedikit melampaui ekspektasi saja sudah dapat memicu aksi jual apabila guidance atau margin mengecewakan. Kali ini, Meta mencatatkan miss laba yang jauh lebih besar, meskipun hasil bisnis utamanya masih tergolong kuat. Jawaban mengenai ke mana laba tersebut pergi terletak pada sejumlah biaya satu kali dan pengeluaran yang menekan profitabilitas selama kuartal II.

Biaya Hukum Sebesar $2,40 Miliar

Meta mencatatkan beban hukum dalam jumlah besar terkait perkara yang masih berlangsung. Perusahaan juga memperingatkan bahwa persidangan mendatang di Amerika Serikat mengenai dampak platform terhadap generasi muda dapat memicu kerugian material tambahan.

Pesangon Sebesar $1,18 Miliar

Biaya tersebut berkaitan dengan gelombang pemutusan hubungan kerja pada Mei. Jumlah karyawan pada akhir Juni turun 1% secara tahunan menjadi 75.472 orang.

Reality Labs Terus Membakar Miliaran Dolar

Segmen yang menangani metaverse dan virtual reality membukukan rugi operasional sebesar $4,62 miliar. Kerugian tersebut meningkat dari $4,53 miliar pada tahun sebelumnya dan lebih buruk dibandingkan estimasi rugi sebesar $4,45 miliar. Reality Labs hanya menghasilkan pendapatan sebesar $431 juta.

Guidance Q3 dan Setahun Penuh: CapEx Naik, Ekspektasi Menurun

Apabila kekecewaan laba pada kuartal II menjadi satu-satunya masalah, pasar mungkin masih dapat melihatnya sebagai gangguan sementara. Namun, proyeksi untuk beberapa bulan mendatang justru menambah tekanan.

 

  • Pendapatan Q3 di Bawah Ekspektasi. Meta memperkirakan pendapatan kuartal III berada di kisaran $61–$64 miliar. Titik tengah guidance tersebut adalah $62,5 miliar, lebih rendah dibandingkan konsensus pasar sebesar $63,17 miliar.
  • Batas Bawah CapEx Dinaikkan. Meta tidak berencana mengurangi investasi infrastruktur AI. Proyeksi belanja modal setahun penuh dipersempit menjadi $130–$145 miliar. Sebelumnya, batas bawah guidance berada di $125 miliar. Estimasi baru tersebut juga berada di atas rata-rata proyeksi analis sebesar $135,8 miliar.
  • Total Biaya Lebih Tinggi. Meta memperkirakan total biaya operasional setahun penuh mencapai $165–$169 miliar. Sebelumnya, perusahaan memperkirakan biaya sebesar $162–$169 miliar.
  • Proyeksi Tarif Pajak Naik. Perusahaan menaikkan estimasi tarif pajak efektif untuk semester kedua menjadi 15%–17%. Sebelumnya, Meta memperkirakan tarif sebesar 13%–16%.

 

Visi Zuckerberg: Dari Texas hingga Open Source

Meskipun saham Meta dan pasar luas bergerak di zona merah, Mark Zuckerberg tetap mempertahankan visi jangka panjang perusahaan. CEO Meta menyatakan bahwa kecerdasan buatan bukan hanya mendorong bisnis iklan, tetapi juga membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan.

 

  • Proyek Besar Bersama BlackRock. Bersamaan dengan laporan keuangan, muncul rencana pembangunan kompleks pusat data di El Paso, Texas.
  • Proyek senilai $14 miliar tersebut akan dikembangkan bersama BlackRock.
  • Manifesto Politik dan Teknologi. Zuckerberg secara terbuka menentang gagasan pelarangan model AI China maupun pembatasan ekspor chip. Ia mendukung pendekatan open source sebagai cara untuk memberikan kendali teknologi kepada individu, bukan hanya kepada perusahaan tertutup.
  • Proyeksi Laba Setahun Penuh Tetap Positif. Meskipun margin sedang berada di bawah tekanan, manajemen masih memperkirakan laba operasional 2026 akan lebih tinggi dibandingkan 2025.

 

Saat Pendapatan Besar Tidak Lagi Cukup

Meta tetap menjadi mesin yang sangat efisien dalam menghasilkan pendapatan dari iklan digital. Masalahnya, investor kini tidak lagi bersedia membayar valuasi tinggi hanya berdasarkan janji dan potensi AI ketika laba bersih terus ditekan oleh biaya hukum, restrukturisasi, Reality Labs, dan ekspansi infrastruktur.

Pasar ingin melihat hubungan yang lebih jelas antara belanja AI dan sumber pendapatan baru. Selama investasi miliaran dolar pada server dan pusat data belum menghasilkan pendapatan terpisah secara langsung, seperti layanan AI Cloud, setiap kenaikan CapEx berpotensi dipandang sebagai beban tambahan. Hasil ini juga menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan yang tinggi belum tentu cukup untuk memuaskan pasar.

Ketika valuasi dan ekspektasi sudah sangat tinggi, investor menuntut pertumbuhan pendapatan, ekspansi margin, guidance yang kuat, dan monetisasi AI secara bersamaan. Meta hanya berhasil memenuhi sebagian dari tuntutan tersebut. Bisnis iklan masih tumbuh kuat, tetapi kualitas laba melemah dan biaya masa depan terus meningkat.

Saham Meta berpotensi dibuka di sekitar $532, yang akan menjadi level terendah sejak 31 Maret. Penurunan tajam Meta, kekhawatiran terhadap keputusan The Fed, dan rencana Donald Trump terkait Iran juga memperdalam tekanan pada US100. Indeks teknologi tersebut menyentuh level terendah sejak 30 April. Sumber: xStation5



 
29 Juli 2026, 21.54

Microsoft Buktikan CapEx AI Bisa Terbayar

29 Juli 2026, 20.45

Daily Summary: The Fed Redakan Panik, Minyak Justru Melonjak

29 Juli 2026, 16.45

US OPEN: Wall Street Hadapi Dua Ujian Besar Malam Ini

29 Juli 2026, 15.57

Meta Harus Buktikan AI Bukan Cuma Beban

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.