16.16 · 28 Mei 2026

Perak Tertekan, BofA Masih Bidik USD 100 per Ons

Harga perak turun 1,5% hari ini, memperpanjang aksi jual tajam yang telah berlangsung dalam beberapa sesi terakhir. Meski demikian, Bank of America (BofA) tetap mempertahankan pandangan positif terhadap perak dan masih melihat potensi harga mencapai USD 100 per ons pada kuartal IV 2026. Namun, bank tersebut juga memperingatkan bahwa reli semacam itu kemungkinan hanya bersifat sementara dan sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Menurut analis BofA, momentum bullish perak saat ini terutama didorong oleh reli harga emas, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan terbatasnya likuiditas di pasar fisik perak.

Poin-Poin Utama

  • Namun demikian, BofA menilai fundamental industri perak mulai melemah, dengan harga yang tinggi menjadi tantangan utama karena produsen semakin aktif mencari cara untuk mengurangi penggunaan perak atau menggantinya dengan material yang lebih murah.
  • Risiko terbesar berasal dari sektor fotovoltaik (panel surya), yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu pendorong utama permintaan perak global. Menurut BofA, permintaan dari sektor ini kemungkinan telah mencapai puncaknya pada 2025.
  • Bank tersebut juga menyoroti perlambatan produksi panel surya di China dan potensi penurunan instalasi baru pada 2026, yang dapat membatasi pertumbuhan permintaan industri perak ke depan.
  • Harga perak yang tinggi memberikan tekanan besar terhadap margin produsen panel surya dan mempercepat proses yang dikenal sebagai thrifting, yaitu upaya mengurangi jumlah perak yang digunakan dalam produk industri.
  • BofA memperkirakan defisit pasokan perak global dapat menyusut hingga 90% tahun ini, sehingga pasar menjadi semakin rentan beralih ke kondisi surplus pasokan bahkan hanya dengan aksi jual investor yang relatif kecil.
  • Bank tersebut juga memperkirakan bahwa dalam beberapa kuartal mendatang, perak akan semakin diperdagangkan seperti logam mulia dibanding logam industri. Artinya, pergerakan harga akan lebih bergantung pada arus modal, sentimen investor, dan ekspektasi kebijakan moneter.
  • Meski memiliki pandangan yang lebih hati-hati, BofA menegaskan bahwa permintaan perak tidak akan runtuh secara drastis karena logam ini tetap menjadi komponen penting dalam transisi energi hijau global.
  • Konflik yang masih berlangsung dengan Iran juga secara tidak langsung mendukung investasi pada energi alternatif dan teknologi yang bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap minyak, yang pada akhirnya mendukung permintaan jangka panjang terhadap perak.
  • BofA juga memperingatkan bahwa harga perak kemungkinan tetap akan sangat volatil. Awal tahun ini, harga perak sempat melonjak mendekati USD 120 per ons ketika investor dan pembeli industri bersaing untuk mendapatkan pasokan fisik yang terbatas.
  • Sumber risiko lain yang penting adalah negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Mengingat Kanada dan Meksiko merupakan pemasok utama perak ke AS, potensi tarif atau gangguan perdagangan dapat kembali memperketat kondisi pasokan pasar.

BofA juga mencatat bahwa meskipun harga perak masih berada di level tinggi, kepemilikan ETF perak berbasis fisik terus mengalami penurunan. Di sisi lain, data CFTC menunjukkan minat investor spekulatif untuk meningkatkan posisi long futures masih relatif terbatas.

Kondisi ini membuat pasar perak saat ini sangat sensitif terhadap perubahan sentimen dan arus modal, sehingga menciptakan potensi terjadinya reli tajam maupun koreksi agresif dalam beberapa bulan mendatang.

Sumber: xStation5

29 Mei 2026, 12.53

Market Wrap: Dell dan Anthropic Perkuat Optimisme AI

29 Mei 2026, 01.12

Daily Summary: Reli AI Dorong Wall Street Kembali ke Zona Hijau

28 Mei 2026, 23.14

BREAKING: Stok Minyak AS Turun, Harga WTI Tetap Tertekan

28 Mei 2026, 21.38

BREAKING: Nasdaq Berbalik Naik di Tengah Spekulasi Iran

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.