Kerja sama senilai hingga US$60 miliar ini bukan hanya soal chip baru, tetapi juga tentang bagaimana Qualcomm ingin berhenti dikenal sebagai “perusahaan smartphone” dan bagaimana Amazon memperkuat infrastruktur AI miliknya. Qualcomm (QCOM) dan Amazon (AMZN) mengumumkan kerja sama multi-generasi pada 8 September 2026 untuk mengembangkan chip AI kustom bagi data center AWS. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Qualcomm menerbitkan warrant kepada Amazon untuk membeli hingga 25 juta lembar saham QCOM pada harga US$161,26 per saham. Hak tersebut baru sepenuhnya berlaku jika Amazon membelanjakan hingga US$60 miliar untuk produk server Qualcomm selama 10 tahun ke depan. Saham QCOM langsung melonjak hingga 9,5% ke US$183,49 pada sesi perdagangan hari itu, sementara saham AMZN bergerak relatif stabil.

Apa yang Dikejar Qualcomm?
Qualcomm masih sangat bergantung pada bisnis smartphone. Dari revenue Q3 FY2026 sebesar US$9,9 miliar, sekitar 86% berasal dari segmen QCT, termasuk handset dan automotive. Di saat yang sama, Apple terus bergerak untuk menggantikan modem Qualcomm secara bertahap dengan chip internalnya sendiri.
Artinya, diversifikasi bukan lagi sekadar pilihan bagi Qualcomm. Deal dengan Amazon menjadi bukti konkret dari pivot yang disampaikan manajemen dalam Investor Day Juni 2026. Pada saat itu, Qualcomm menaikkan target revenue non-handset FY2029 menjadi US$40 miliar, hampir dua kali lipat dari target sebelumnya. Dari jumlah tersebut, bisnis data center sendiri ditargetkan menghasilkan lebih dari US$15 miliar.
Sumber: Qualcomm Investor Day, Juni 2026. Target total non-handset: US$40 miliar.
Apa Artinya bagi Amazon?
AWS sebenarnya sudah memiliki chip internal sendiri, termasuk Graviton dan Trainium, dengan annual run rate lebih dari US$20 miliar. Namun, menambahkan Qualcomm ke dalam ekosistem memberikan fleksibilitas lebih besar, terutama untuk workload AI inference.
Dengan capex 2026 yang dinaikkan menjadi sekitar US$220 miliar dan backlog AWS mencapai US$496 miliar, arsitektur ARM Qualcomm yang hemat daya dapat membantu Amazon menekan biaya operasional data center sekaligus menambah kapasitas.
Bagi Qualcomm, kerja sama ini bersifat jauh lebih transformasional. Ini merupakan kontrak hyperscaler Barat pertama yang dikonfirmasi secara publik dan menjadi validasi langsung terhadap strategi data center yang baru diluncurkan beberapa bulan sebelumnya. Jika direalisasikan secara penuh, nilai US$60 miliar tersebut setara sekitar enam kali revenue tahunan Qualcomm saat ini.
Bagi Amazon, dampaknya lebih inkremental. Dengan capex tahunan yang sudah sangat besar, kerja sama ini lebih tepat dilihat sebagai diversifikasi supplier dan optimalisasi arsitektur infrastruktur daripada perubahan strategi secara fundamental. Secara keseluruhan, deal ini jauh lebih penting bagi QCOM daripada AMZN.
- Bagi Qualcomm, ini adalah tiket masuk ke pasar data center dan hyperscaler yang selama ini belum menjadi kekuatan utama perusahaan.
- Bagi Amazon, ini adalah langkah logis untuk memperluas pilihan supplier chip dan meningkatkan efisiensi infrastruktur AI.
Investor berikutnya perlu mencermati kuartal Desember 2026 sebagai titik awal untuk melihat apakah kerja sama ini mulai memberikan kontribusi nyata terhadap revenue Qualcomm.
Meta Luncurkan Muse, AI Agent Buatan Sendiri Siap Diuji Pasar
US Open: Wall Street Kembali, Inflasi Jadi Ujian The Fed
Boom Chip Memori AI Bisa Berbalik Jadi Oversupply
ASML Naik 4% Usai Kesepakatan Baru dengan TSMC dan Samsung
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.