17.28 · 22 Juli 2026

Rally Minyak Menguat di Tengah Konflik

Harga minyak melanjutkan rally yang dinamis, dengan harga minyak Brent menembus level $95 per barel untuk pertama kalinya dalam enam pekan, tepat menjelang rollover kontrak futures.

Pergerakan harga yang sangat kuat tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pasokan minyak mentah global, yang muncul seiring eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pasar semakin memperhitungkan risiko bahwa perkembangan konflik lebih lanjut dapat membatasi pasokan minyak dan mengganggu pengirimannya kepada konsumen di berbagai negara.

Perubahan Bulanan Harga Minyak Mentah

Setelah mengalami penurunan tajam selama dua bulan, harga minyak mentah kembali mencatatkan kenaikan yang sangat tinggi, bahkan telah melampaui 30%.

Jika melihat pergerakan selama 25 tahun terakhir, kenaikan bulanan di atas 30% hanya terjadi beberapa kali.

Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB

Pendorong kenaikan harga adalah tertundanya potensi perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Iran dengan tegas menyatakan bahwa saat ini tidak ada perundingan damai yang sedang berlangsung, meskipun sebelumnya negara tersebut diperkirakan akan bertemu dengan mediator asal Pakistan.

Selain itu, Donald Trump mengindikasikan bahwa serangan udara akan ditingkatkan apabila kelompok Houthi memutuskan menyerang kapal-kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandab.

Selat tersebut saat ini tidak hanya menjadi jalur perdagangan penting antara Eropa dan Asia, tetapi juga salah satu jalur utama ekspor minyak Arab Saudi menuju Asia.

Setiap gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut dapat meningkatkan biaya transportasi dan memperbesar ketidakpastian bagi perusahaan energi.

Risiko pembatasan aktivitas pelayaran di lokasi strategis ini saja sudah cukup untuk mendorong investor memasukkan premi risiko tambahan ke dalam harga minyak.

Akibatnya, sejumlah perusahaan pelayaran memutuskan mengubah rute perjalanan. Langkah tersebut memperpanjang waktu pengiriman dan meningkatkan biaya di seluruh rantai transportasi.

Di sisi lain, mengangkut seluruh minyak Arab Saudi melalui rute memutar tanpa melewati selat tersebut akan menghilangkan sebagian besar manfaat efisiensi dari jalur pengiriman yang ada.

Dalam kondisi saat ini, faktor geopolitik memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap harga dibandingkan data penawaran dan permintaan jangka pendek.

Meskipun informasi dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa persediaan mulai stabil dan produksi di beberapa negara penghasil minyak meningkat secara jelas, pasar tetap berfokus pada potensi risiko pembatasan pasokan dari Timur Tengah.

Investor khawatir bahwa gangguan kecil sekalipun di salah satu kawasan penghasil minyak terpenting dunia dapat dengan cepat mendorong harga kembali naik.

 


 
22 Juli 2026, 13.30

Market Wrap: Nasdaq Naik, Minyak Brent Tembus $92

21 Juli 2026, 22.11

Blokade Laut Merah Belum Cukup Dorong Harga Minyak

18 Juli 2026, 00.17

Kharg Island Jadi Titik Lemah Iran dalam Konflik AS-Iran

17 Juli 2026, 12.55

Market Wrap: Saham AI Tertekan, Netflix Turun Usai Outlook Lemah

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.