Publikasi risalah FOMC hari ini pada pukul 02:00 (GMT+7) diperkirakan akan mengonfirmasi sifat sedikit hawkish dari keputusan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50 - 3,75% selama pertemuan bulan Maret, meskipun nada Powell terdengar moderat dalam konferensi pers. Risalah tersebut diharapkan menunjukkan dukungan luas dalam Komite terhadap narasi "tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga," dengan menyoroti risiko inflasi yang terkait dengan guncangan pasar minyak setelah konflik di Timur Tengah. Meskipun adanya indikasi terkait kenaikan suku bunga dalam konferensi terakhir, potensi gencatan senjata saat ini dapat mengindikasikan bahwa guncangan pasar energi hanya bersifat sementara. Selain itu, anggota FOMC secara jelas menyatakan dalam pernyataan pasca-pertemuan bahwa dampak perang itu sendiri masih sulit untuk dinilai pada tahap ini. Meski demikian, terdapat ruang bagi risalah untuk dipersepsikan sebagai hawkish.
Poin-poin utama dari pertemuan bulan Maret
FOMC bulan Maret digambarkan sebagai "hawkish hold": keputusan yang sesuai ekspektasi tetapi dengan nuansa hawkish yang jelas:
-
Dot plot menunjukkan median satu kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026, namun sebanyak 7 dari 19 anggota tidak melihat kebutuhan untuk melakukan pemangkasan sama sekali. Selain itu, mengingat prospek inflasi saat ini (dengan dua rilis data penting minggu ini), peluang pemangkasan jelas menurun, dan pasar bahkan sempat melihat peluang kenaikan suku bunga sebesar 20%.
-
Kenaikan harga minyak di atas $100 per barel (akibat perang di Iran) memperumit proyeksi inflasi. Powell menyebut adanya "ketidakpastian" dan perlunya untuk "melihat melampaui guncangan energi."
-
Data makro (pertumbuhan PDB yang solid, pasar tenaga kerja yang stabil) tidak memaksa pelonggaran segera, meskipun terdapat sedikit perlambatan aktivitas.
Apa yang perlu diperhatikan dalam risalah?
Risalah kemungkinan akan memperluas diskusi pertemuan dalam beberapa area kunci:
-
Inflasi dan guncangan energi: Apakah mayoritas melihat kenaikan harga minyak sebagai "guncangan pasokan" sementara, atau sebagai risiko penyebaran ke inflasi inti dan ekspektasi inflasi? Suara yang lebih hawkish terkait "risiko persisten" akan memperkuat persepsi "higher for longer." Namun, perlu diingat bahwa Powell akan mundur sebagai Ketua The Fed pada bulan Mei.
-
Keseimbangan risiko: Risalah akan menunjukkan apakah risiko terhadap inflasi lebih dominan dibandingkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi—kecenderungan ke arah inflasi akan berarti nada yang lebih hawkish.
-
Perpecahan dalam Komite: Referensi terhadap "beberapa peserta" yang melihat perlunya pengetatan dalam skenario inflasi yang tetap di atas 3% PCE. Namun demikian, sebagian besar anggota FOMC saat ini cenderung netral.
-
Kondisi untuk pemangkasan: Standar yang tinggi: kembalinya disinflasi harus berkelanjutan sebelum The Fed mempertimbangkan pelonggaran. Ini dapat berarti bahwa peluang untuk memangkas suku bunga baru akan muncul pada akhir tahun ini dalam kondisi yang sangat mendukung.
Apakah ada kemungkinan sinyal kenaikan suku bunga?
Kemungkinan besar tidak akan ada pengumuman langsung, karena The Fed menghindari pernyataan yang terlalu tegas, meskipun Powell sendiri mengakui dalam konferensi bahwa pembahasan mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga dalam skenario ekstrem memang terjadi. Apa yang ditunjukkan oleh ekspektasi?
-
Median memperkirakan satu kali pemangkasan, tetapi kubu hawkish dalam FOMC (berdasarkan dot plot) menunjukkan kesiapan untuk mempertahankan suku bunga lebih lama atau bahkan menaikkannya jika harga minyak tetap di atas $100, upah meningkat, atau ekspektasi inflasi menjadi tidak terkendali.
-
Risalah mungkin mengandung frasa bersyarat: "jika tekanan inflasi berlanjut, maka pengetatan kembali mungkin diperlukan" - ini sudah cukup bagi pasar untuk mulai memperhitungkan opsi kenaikan suku bunga. Namun, perlu ditekankan bahwa inflasi seharusnya tetap berada di bawah tingkat suku bunga saat ini.
-
Perbandingan dengan konferensi: Powell terdengar seimbang, tetapi risalah dapat mengungkap diskusi hawkish yang lebih luas "di balik layar."
The Fed Hadapi Risiko Ganda?
Konflik Iran semakin memanas - Apa konsekuensinya?
Tidak ada perdamaian di Iran, Tidak ada ketenangan di pasar
Market Wrap: Trump ingin kembalikan Iran ke "Zaman Batu", indeks saham AS turun tajam