Saham PayPal melonjak hampir 20% selama sesi perdagangan Rabu dan menembus level US$55.
Pergerakan tersebut terjadi setelah muncul laporan mengenai tawaran akuisisi bersama yang diajukan oleh Stripe dan perusahaan private equity Advent International.
Konsorsium tersebut dikabarkan menawarkan harga US$60,50 per saham, sehingga memberikan valuasi lebih dari US$53 miliar kepada PayPal. Angka tersebut penting karena mencerminkan premi lebih dari 25% dibandingkan valuasi pasar perusahaan ketika tawaran diajukan.
Kenaikan harga saham menunjukkan bahwa investor memandang tawaran tersebut secara serius, meskipun harga saham PayPal masih berada di bawah harga yang ditawarkan oleh konsorsium.
Jika akuisisi terealisasi, Stripe akan memperoleh akses ke lebih dari 430 juta akun konsumen PayPal, jaringan Venmo, serta berbagai aset lainnya.
Dalam praktiknya, transaksi tersebut akan melengkapi layanan Stripe dengan eksposur besar ke pasar ritel dan konsumen.
Gabungan kedua perusahaan diperkirakan akan memproses pembayaran sekitar US$3,7 triliun setiap tahun.
Apakah Saham PayPal Murah?
Di kalangan analis yang berfokus pada saham bernilai atau value stocks, PayPal dikenal sebagai perusahaan yang valuasinya selama bertahun-tahun dinilai belum mencerminkan fundamental bisnis secara penuh.
PayPal memang sudah tidak lagi dianggap sebagai perusahaan growth dengan pertumbuhan sangat tinggi, tetapi kondisi bisnisnya masih relatif solid.
Pada kuartal pertama, perusahaan meningkatkan pendapatan sebesar 7% menjadi US$8,35 miliar, sementara total payment volume mencapai US$464 miliar.
Selama 12 bulan terakhir, PayPal menghasilkan arus kas bebas sekitar US$6,8 miliar.
Namun, tawaran akuisisi tersebut tidak berarti seluruh masalah operasional perusahaan telah menghilang.
Margin operasional turun menjadi 18,4%. Manajemen juga memperkirakan adjusted EPS kuartal kedua akan turun sekitar 9%, sedangkan transaction margin dalam denominasi dolar diproyeksikan turun sekitar 3%.
Tekanan persaingan juga terus meningkat dari Apple Pay, Google Pay, serta solusi pembayaran milik bank.
CEO baru PayPal, Enrique Lores, berusaha membalikkan tren tersebut melalui proses reorganisasi perusahaan yang masih berlangsung.
Rencana tersebut menargetkan penghematan setidaknya US$1,5 miliar dalam tiga tahun. Namun, sebagian besar dana hasil efisiensi diperkirakan akan kembali diinvestasikan untuk pengembangan produk.
Tantangan terbesar PayPal tetap terletak pada percepatan pertumbuhan branded checkout dan peningkatan monetisasi Venmo secara lebih efektif.
Analisis Teknikal PayPal pada Interval D1
Meskipun harga saham PayPal masih jauh dari rekor tertingginya, reli terbaru menjadi sinyal bullish yang cukup kuat. Dalam satu pergerakan, saham berhasil menembus garis tren turun jangka panjang sekaligus melewati resistance di sekitar US$54. Sumber: xStation5
Setelah bertahun-tahun berada dalam tren turun yang konsisten, PayPal tiba-tiba kembali menjadi perhatian pasar dan memunculkan pertanyaan mengenai prospek perusahaan ke depan.
Seluruh arah pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada keputusan PayPal terkait tawaran akuisisi tersebut.
Skenario paling menarik justru dapat muncul jika PayPal menolak proposal akuisisi.
Penolakan tersebut akan menjadi sinyal kuat bahwa manajemen dan pemegang saham memiliki kepercayaan tinggi terhadap strategi perusahaan serta meyakini nilai PayPal lebih besar daripada harga yang ditawarkan.
ASML Naikkan Outlook 2026, Sinyal Positif untuk Siklus AI?
Netflix Earnings: Saham Turun 45%, Peluang atau Trap?
US Open: Wall Street Tertekan, Saham Chip Kembali Melemah
Saham Abbott Naik 4%, Guidance Laba 2026 Kembali Dinaikkan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.