00.17 · 22 Juli 2026

Saham SaaS Anjlok, Valuasi Kini Dinilai Terlalu Murah

Sekumpulan saham software, yang terutama dipahami sebagai perusahaan SaaS, telah tertinggal lebih dari 40% dibandingkan indeks saham utama AS selama beberapa waktu terakhir. Banyak pemimpin sektor bahkan telah turun lebih dari 60% dari level tertingginya. Kondisi ini tidak akan terlalu membingungkan apabila sebagian besar perusahaan tersebut menunjukkan tanda-tanda kelemahan yang jelas dalam kinerjanya, tetapi kenyataannya tidak demikian.

  • Pasar yang membeli saham, sering kali dengan kondisi dan prospek yang meragukan, karena berharap pertumbuhan jauh lebih besar daripada yang secara sekilas ditunjukkan oleh kondisi pasar atau model bisnis perusahaan merupakan fenomena yang cukup umum.
  • Investor yang secara massal menjual saham satu perusahaan berdasarkan mekanisme pasar yang kurang dipahami, atau memperhitungkan skenario katastrofik dengan probabilitas sangat kecil, lebih jarang terjadi. Namun, kondisi tersebut tetap muncul secara berkala.
  • Akan tetapi, memperluas proses kedua tersebut ke seluruh industri, meskipun hasil kinerjanya tetap kuat, sekaligus mempertahankan valuasi di bawah level yang bahkan ditunjukkan oleh model valuasi paling pesimistis, merupakan kondisi yang hampir belum pernah terjadi sebelumnya.
  • Fenomena luar biasa yang dimaksud adalah “SaaS-o-calypse”, yaitu tren tekanan jual yang terus-menerus dan mendalam di sektor software. Istilah tersebut merujuk pada dominannya model “Software as a Service” di sektor ini.

Morgan Stanley telah menyoroti fenomena tersebut melalui serangkaian laporan dan rekomendasi komprehensif terhadap perusahaan SaaS dan industri secara keseluruhan.

“The moat and the journey”

Skala tekanan jual pada perusahaan SaaS saat ini sudah sangat dalam dan sangat terputus dari fundamental sehingga tidak lagi dapat dijelaskan hanya dengan spekulasi mengenai perkembangan AI selanjutnya. Istilah “hipotesis” bahkan tidak tepat digunakan untuk solusi yang dalam banyak kasus belum benar-benar tersedia.

Bank investasi tersebut memberikan komentar mengenai kondisi segmen pasar ini dengan nada terukur, tetapi tetap spesifik.

Analis bank menyoroti sejumlah persoalan yang mendorong pasar menurunkan valuasi perusahaan SaaS. Salah satunya adalah tingkat potensi ancaman terhadap model bisnis akibat AI dan “agentic intelligence”.

Dalam publikasi tersebut, analis mengacu pada kerangka “Moat & Journey” yang secara cukup sederhana mengukur dan menjelaskan seberapa sulit model bisnis suatu perusahaan ditiru atau dipinggirkan.

Sebagai pemimpin dalam hal “resilience” atau daya tahan, bank terutama menunjuk perusahaan cybersecurity seperti Palo Alto dan Cloudflare, Microsoft, sejumlah perusahaan cloud seperti Datadog dan Snowflake, serta Shopify dan ServiceNow.

Perusahaan terakhir menjadi contoh yang sangat menarik. Meskipun ServiceNow merupakan salah satu pemimpin dalam merancang dan menerapkan solusi AI untuk bisnis, serta mencatatkan pertumbuhan laba dua digit secara tahunan, klasifikasi sebagai perusahaan “SaaS” saja sudah cukup membuat sahamnya kehilangan lebih dari 60% valuasi dalam 1,5 tahun.

Harga ServiceNow (D1)

 

Meskipun terdapat perubahan signifikan dalam model bisnis dan perbaikan kinerja yang stabil, saham ServiceNow masih berada dalam tren turun tajam. Saat ini, saham tersebut sedang berupaya mempertahankan tren naik jangka panjangnya. Sumber: xStation5

Isu menarik dan penting lainnya yang dibahas dalam laporan adalah sifat siklikal pasar, dengan siklus saat ini menunjukkan nilai ekstrem dalam hampir seluruh aspek.

Poin utama dari argumen siklus tersebut adalah bahwa nilai dan manfaat berpindah melalui berbagai sektor, industri, dan perusahaan sesuai dengan tahap siklus investasi. Perusahaan software dan SaaS biasanya berada di bagian akhir siklus tersebut, dan kali ini diperkirakan tidak akan berbeda.

Hal ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan SaaS saat ini merupakan produk sampingan dari kondisi pasar. Pertumbuhan laba yang sebenarnya masih berpotensi terjadi pada tahap lanjutan dari “AI boom”.

Dengan valuasi yang sangat rendah berdasarkan kelipatan, normalisasi valuasi yang mungkin terjadi di sektor tersebut dalam 2 hingga 6 kuartal ke depan berpotensi berlangsung sangat tajam.

Valuasi Berbicara Lebih Kuat daripada Kata-Kata

Reaksi pasar terhadap laporan tersebut cukup menarik. Hampir seluruh perusahaan yang disebutkan dalam laporan mencatatkan penurunan nyata pada perdagangan hari ini, meskipun pasar secara luas menguat dan sentimen perdagangan AS pada Selasa secara umum tetap positif.

Kondisi ini secara jelas dapat menunjukkan skala, persistensi, dan kedalaman tekanan terhadap sektor SaaS. Hal tersebut juga mencerminkan selektivitas yang saat ini tidak rasional dalam cara pasar memperhitungkan informasi terhadap sektor tersebut.

17 Juli 2026, 23.00

Micron: Apakah Siklus AI Mulai Kehilangan Momentum?

17 Juli 2026, 20.46

US OPEN: US100 Turun, Saham Teknologi Kembali Tertekan

17 Juli 2026, 14.11

Netflix Turun 9% Usai Outlook Q3 Gagal Penuhi Ekspektasi

17 Juli 2026, 12.55

Market Wrap: Saham AI Tertekan, Netflix Turun Usai Outlook Lemah

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.