Harga minyak turun hampir 4% sejak kemarin sebagai respons terhadap sinyal baru kemungkinan deeskalasi di Timur Tengah. Pergerakan ini terjadi menjelang akhir sesi perdagangan kemarin, dan hari ini minyak bertahan di level yang relatif stabil tanpa perubahan besar. Pada saat penulisan, OIL turun 0,30% ke 95 USD per barel, dan OIL.WTI ke 88 USD per barel.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran sedang berlangsung, dan Teheran memberi sinyal bahwa kapal “non-hostile” dapat diizinkan melintasi Selat Hormuz dengan koordinasi bersama otoritas Iran. Perkembangan ini meredakan kekhawatiran akan gangguan penuh dan berkepanjangan.
Penurunan harga minyak mencerminkan pelepasan sebagian premi risiko geopolitik, bukan normalisasi penuh kondisi pasar fisik. Meskipun berita mengenai proposal AS kepada Iran dan pembicaraan gencatan senjata telah meningkatkan sentimen, pejabat Iran masih membantah adanya negosiasi langsung, dan aktivitas militer di kawasan tetap intens.
Reuters juga melaporkan bahwa gangguan di kawasan tersebut sudah mulai berdampak pada ketegangan energi yang lebih luas, dengan Shell memperingatkan bahwa Eropa dapat menghadapi kekurangan energi secepat bulan depan. Sementara itu, Goldman Sachs menunjukkan bahwa harga minyak saat ini lebih dipengaruhi oleh perubahan probabilitas skenario risiko ekstrem dibandingkan skenario dasar.
Meskipun harga minyak telah turun tajam dibandingkan minggu lalu, namun saham perusahaan penambangan minyak AS masih mencatatkan tren penguatan yang kuat. Beberapa perusahaan bahkan terus mencetak rekor tertinggi baru seperti Exxon Mobil dan Chevron. Sumber: xSation5
Market wrap: Minyak turun, ketegangan Iran masih tinggi
Daily Summary: Komentar Trump picu optimisme Wall Street🗽
Apa lagi yang mungkin terlewat dari Teluk Persia❓
📈 Wall Street berupaya bangkit di tengah harapan pembicaraan damai AS - Iran